Sabtu, 2 Mei 2026

Tas Serut Berisi Sembako dari Prabowo di May Day 2026: Wajib Celup Jari ke Tinta

Jumat, 1 Mei 2026 15:52 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Para buruh langsung mengantre untuk mendapatkan sembako usai acara peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 selesai digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jumat (1/5/2026).

Sembako yang dibungkus di dalam tas serut bertuliskan 'Istana Kepresidenan Republik Indonesia' tersebut berisi beras, kopi, gula hingga teh celup.

Para buruh dari berbagai serikat dan konfederasi pekerja hadir sejak pagi di kawasan Monas untuk mengikuti perayaan Hari Buruh Internasional 2026.

Mereka membawa sejumlah atribut buruh mulai dari spanduk, bendera dan lainnya. Para buruh mengenakan berbagai macam pakaian mulai seragam serikat pekerja hingga seragam perusahaan. 

Ada juga  yang mengenakan kaos putih dengan gambar siluet orang mengepalkan tangan dan tulisan May Day 2026.  

Acara dimulai dengan penyampaian sejumlah aspirasi oleh sejumlah elemen buruh.

Salah satunya yakni Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) AGN, Andi Gani Nena Wea.

Ia yang juga merupakan ketua panitia peringatan May Day 2026, meminta kepada Presiden untuk memberikan beasiswa LPDP kepada aktivis buruh.

Menurut dia aktivis buruh memiliki masa depan yang besar salah satunya dalam membangun organisasi.

Selain itu ia juga meminta kepada Presiden untuk membangun Rumah Sakit Buruh. Ia mengatakan keinginan adanya RS buruh tersebut tak kunjung terealisasi sudah lebih dari 30 tahun.

Selain itu Andi Gani juga mengingatkan janji Presiden untuk meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk Jatim. Marsinah kata dia merupakan simbol perjuangan buruh.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh mengajukan 11 butir tuntutan kepada pemerintah di perayaan Hari Buruh Internasional.

Diantaranya para buruh meminta agar pemerintah segera mengesahkan RUU Ketenagakerjaan yang baru.

Kedua, meminta agar pemerintah segera menghapus sistem kerja outsourcing, dan tolak upah murah (HOSTUM).

Ketiga, para buruh menyoroti soal dampak perang antara Amerika Serikat-Israel terhadap Iran yang berpotensi menimbulkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran di Indonesia.

Termasuk para buruh juga meminta pengesahan RUU perampasan aset demi tegaknya anti korupsi.

Kemudian Presiden Prabowo memberikan pidato di atas panggung Hari Buruh Internasional.

Dia menjanjikan  sejumlah tuntutan buruh yang akan dipenuhi pemerintah.

Seperti  program kepemilikan rumah bagi kaum buruh dengan skema cicilan jangka panjang hingga 40 tahun.

Dia menjanjikan  sejumlah tuntutan buruh yang akan dipenuhi pemerintah.

Seperti  program kepemilikan rumah bagi kaum buruh dengan skema cicilan jangka panjang hingga 40 tahun.

Dalam acara tersebut, Prabowo berpidato menjanjikan beberapa kebijakan yang berpihak pada buruh, salah satunya adalah tempat penitipan anak atau daycare.

Beberapa kebijakan lainnya juga disinggung, termasuk rativikasi Konvensi 188 tentang perikanan yang berkaitan dengan nelayan.

Kemudian terdapat momen Presiden Prabowo melepas baju safari cokelat yang kerap dipakainya, dan kemudian memberikan baju tersebut kepada buruh yang hadir di Monas.

Setelah itu acara berakhir dengan hiburan musik sambil mengiringi Prabowo meninggalkan lokasi acara.

Setelah acara berakhir, para buruh langsung antre untuk mendapatkan sembako.

Soleh (29), salah satu buruh yang mengaku dari PT BS yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat mengaku sangat senang atas sembako yang diterimanya.

Soleh menceritakan untuk mendapat paket sembako itu tidak mudah karena harus rela antre dengan massa yang lain di tengah cuaca yang panas hingga 20 menit lamanya.

Namun, kata Soleh, rasa panas tersebut bisa terobati setelah tas serut berisi sembako sudah ditangan. 

Hal yang sama dirasakan oleh Eka (33), seorang karyawan yang bekerja di PT Adis Dimension Footwear di kawasan Balaraja, Kabupaten Tangerang.

Ibu dua anak itu mengaku sangat senang atas sembako yang diberikan pada perayaan May Day 2026 ini.

Eka datang bersama para buruh yang lain untuk merayakan Hari Buruh Internasional ini dengan menumpangi beberapa bus.

Adapun sembako dalam tali serut tersebut berisi 2,5 kilogram (kg), dua bungkus margarin, satu bungkus besar kopi, 1 kg gula, satu kaleng sarden, satu pouch susu kental manis dan satu bungkus teh celup.

Satu diantara buruh yang mendapatkan paket tersebut adalah Yusmi (42), perempuan asal Cipondoh, Tangerang menceritakan ada prosedur unik yang harus ia lalui sebelum bisa membawa pulang paket bantuan dari Presiden tersebut.

Bukan sekadar mengantre, jari Yusmi tampak berlumur tinta ungu, persis seperti masyarakat yang baru saja keluar dari tempat pemungutan suara (TPS) saat Pemilu.

Mekanisme "celup tinta" ini sengaja diterapkan petugas untuk memastikan pembagian sembako berjalan tertib dan merata, menghindari adanya warga yang mengambil paket lebih dari satu kali di tengah riuhnya massa buruh.

Yusmi pun tak segan membongkar isi tas jinjing yang ia peroleh. Di dalamnya, terdapat berbagai macam kebutuhan pokok yang cukup untuk menyambung hidup keluarganya beberapa hari ke depan.

Bagi Yusmi, bantuan sembako ini menjadi sedikit pelipur lara di tengah tuntutan ekonomi yang semakin menghimpit kaum pekerja di tahun 2026 ini.

Meski senang membawa buah tangan dari Istana, Yusmi menegaskan kedatangannya ke Jakarta bukan sekadar berburu sembako.

Ia berharap pemerintah lebih serius dalam memerdekakan kaum buruh dari segala bentuk penindasan di dunia kerja.

Baginya, kesejahteraan bukan sekadar bantuan
sesaat, melainkan kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil.

Secara khusus, Yusmi juga menitipkan pesan soal stabilitas ekonomi yang saat ini menjadi kekhawatiran utama para ibu rumah tangga sepertinya.

Saksikan LIVE UPDATE selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!

Editor: Srihandriatmo Malau
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #sembako   #May Day 2026   #Prabowo Subianto   #Monas

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved