Tribunnews Update
Internal Kekuasaan Iran Pecah? Mojtaba Naik Tahta Jadi Pemimpin Tertinggi tapi Jenderal Berkuasa
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Struktur kekuasaan di internal pemerintahan Iran dilaporkan mengalami pergeseran di tengah eskalasi dengan Amerika Serikat dan Israel.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dilaporkan telah mengambil alih penuh kendali Iran atas segala keputusan penting negara selama perang.
Reuters melaporkan struktur kekuasaan Iran diambil alih IRGC sejak Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan Israel.
Seperti diketahui, selama ini Khamenei bertindak sebagai pemegang otoritas tunggal di Iran.
Baca: Iran Siaga Penuh! Senjata Laut Baru Disiapkan untuk Hadapi Militer AS di Selat Hormuz
Sosok Pemimpin Tertinggi Iran itu selalu menjadi tokoh yang mengambil keputusan akhir dalam semua urusan penting di negara tersebut.
Namun sejak Ayatollah Ali Khamenei tewas, sejumlah keputusan penting justru banyak ditentukan oleh para komandan militer dari IRGC.
Meskipun putranya yakni Mojtaba Khamenei telah naik tahta sebagai Pemimpin Tertinggi, sejumlah sumber internal menyebut posisinya tak krusial seperti saat Khamenei menjabat.
Mojtaba Khamenei yang seharusnya menjadi sosok pemegang kendali di Iran, saat ini justru posisinya hanya sekadar pemberi restu atau legitimasi atas keputusan yang telah dirumuskan oleh para jenderal IRGC.
Baca: Trump Marah-marah di Medsos, Tuduh Iran Tak Becus karena Negosiasi dengan AS Temui Jalan Buntu
Kondisi Mojtaba yang mengalami luka parah akibat serangan udara musuh membuat dirinya terisolasi dan jarang muncul di publik.
Akibatnya kekuasaan di Iran kini lebih terpusat pada kelompok kecil yang terdiri dari pejabat keamanan dan militer.
Mereka berperan besar dalam menentukan strategi perang dan kebijakan politik di Iran.
Perubahan struktur kekuasaan tersebut membuat proses pengambilan keputusan di Iran menjadi lebih lambat.
Baca: Pengakuan Asisten Masinis Argo Bromo! Sebut Ada Indikasi Error Sinyal sebelum Tabrakan Maut
Salah satu contohnya adalah soal pembicaraan negosiasi damai di Pakistan dengan Amerika Serikat.
Iran membutuhkan waktu hingga beberapa hari untuk merespons negosiasi damai tersebut.
Meski begitu sebelumnya pemerintah Iran telah membantah adanya perpecahan internal terkait negosiasi damai dengan Amerika Serikat. (Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Reuters dengan judul Garda Revolusi Iran merebut kekuasaan di masa perang, melemahkan peran Pemimpin Tertinggi
Reporter: Umi Wakhidah
Video Production: Nathanael MoerRahardian
Sumber: Tribun Video
Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Iran Siaga Penuh! Senjata Laut Baru Disiapkan untuk Hadapi Militer AS di Selat Hormuz
6 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Trump Marah-marah di Medsos, Tuduh Iran Tak Becus karena Negosiasi dengan AS Temui Jalan Buntu
6 jam lalu
Tribunnews Update
IRGC Disebut Kuasai Iran di Tengah Perang, Wewenang Pemimpin Tertinggi Dinilai Melemah
6 jam lalu
Konflik Timur Tengah
Was-was Stok Rudal Menipis Gegara Perang Lawan Iran, AS Rencanakan Pengadaan 857 Pencegat THAAD
7 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.