Tribunnews Update
Dittipidsiber Bareskrim Bongkar Penipuan Internasional Modus SMS e-Tilang Palsu Pakai Operator Lokal
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM - Dittipidsiber Bareskrim Polri berhasil membongkar sindikat penipuan internasional bermodus SMS e-tilang palsu yang mencatut nama Kejaksaan Agung RI.
Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Himawan Bayu Aji, dalam konferensi pers terkait pengungkapan perkara SMS Blast Link Phising Website E-Tilang Palsu, di gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Rabu (25/2/2026)
Baca: Modus Penipuan Berkedok Arisan Online: Pelaku Perempuan Warga Ngasem Karanganyar Diamankan Polisi
Kejahatan lintas negara ini diketahui dikendalikan warga negara asing (WNA) asal China dan melibatkan jaringan lokal di Indonesia sebagai operator teknis.
Para pelaku di Indonesia berperan sebagai perpanjangan tangan sindikat China untuk menyebarkan tautan phishing.
"Penyidik menemukan fakta bahwa kejahatan ini dikendalikan langsung oleh warga negara asing asal China. Tersangka di Indonesia berperan sebagai perpanjangan tangan yang menerima dan menjalankan perintah," ujar Himawan
Baca: Timothy Ronald Dipolisikan Terkait Dugaan Penipuan Kripto, Korban Mengaku Rugi hingga Rp3 Miliar
Modus yang digunakan tergolong rapi.
Para pelaku mengirimkan SMS massal atau blast kepada ribuan nomor ponsel masyarakat dengan narasi tagihan denda pelanggaran lalu lintas.
Pesan tersebut disertai tautan yang mengarah ke situs palsu dengan tampilan yang sangat mirip dengan laman resmi e-tilang Kejaksaan Agung.
Baca: Kasus Penipuan WO Ayu Puspita: Polisi Tahan Owner, Kerugian Diperkirakan Terus Membengkak
"Tautan tersebut diklik oleh korban dan diarahkan ke situs e-tilang palsu. Karena meyakini situs tersebut asli, korban memasukkan data pribadi dan data kartu kreditnya," jelas Himawan.
Polri mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada SMS dari nomor tak dikenal yang menyertakan tautan mencurigakan, terutama yang mengatasnamakan instansi pemerintah. (Tribun-Video.com)
Baca juga berita terkait di sini
Reporter: Linda Pancaningrum
Videografer: Alfarizy Ajie Fadhillah
Video Production: Ardrianto SatrioUtomo
Sumber: Tribunnews.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman Konflik Iran-AS: Negosiasi Damai Gagal Tercapai, Trump Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz
2 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Rangkuman Hasil Negosiasi AS dan Iran: Kesepakatan Damai Tak Berlangsung Gegara Syarat yang Diajukan
2 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Wamenkes Dante Ungkap Alasan Nakes Tak Bisa Ikut WFH: Layanan Kesehatan Diperlukan untuk Publik
2 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Iran Murka Trump Kirim Kapal Perang ke Selat Hormuz saat Negosiasi Damai, Ancam Beri Tindakan Tegas
2 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
AS Sebut Negosiasi Damai dengan Iran Gagal usai Berlangsung 21 Jam, Iran Beri Pernyataan Berbeda
2 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.