Senin, 4 Mei 2026

Terkini Daerah

Minta Gunung Semeru Dipindah! Curhatan Polos Ibu Gimah yang Sering Terdampak Erupsi

Kamis, 15 Januari 2026 18:30 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.

TRIBUN-VIDEO.COM - Seorang ibu bernama Gimah (55), warga Dusun Gemukmas, Desa Supiturang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mendadak viral di media sosial setelah melontarkan pernyataan polos namun menyentuh soal Gunung Semeru.

Dalam sebuah video wawancara yang diunggah akun TikTok @tni_in_action, Gimah secara spontan meminta agar Gunung Semeru dipindahkan demi keselamatan dirinya dan warga sekitar.

“Coba dipindah sama bapak itu gunung dipindah ke mana gitu. Biar saya aman di sini. Masak empat tahun sekali (erupsi),” ujar Gimah dengan logat khas Jawa Timuran.

Video tersebut telah ditonton lebih dari 1,7 juta kali dan dibagikan sebanyak 31 ribu kali, memancing beragam reaksi warganet.

Curahan hati Gimah bukan tanpa alasan.

Baca: Alasan KPU Belum Buka Salinan Ijazah Asli Jokowi Meski Sudah Ada Putusan Resmi dari KIP

Desa Supiturang diketahui masuk kawasan rawan bencana erupsi Gunung Semeru.

Wilayah ini kerap terdampak awan panas, hujan abu, hingga aliran lahar, termasuk pada erupsi terbaru yang terjadi Rabu (19/11/2025).

Dalam video yang sama, Gimah bahkan menyampaikan ide lain dengan nada bercanda, yakni menutup kawah Gunung Semeru agar tak lagi erupsi.

“Coba tanya Bu Indah itu bisa nggak ditutup gunungnya. Se-Indonesia saja dibawa semennya ke sini, nggak ada separuhnya,” ucapnya, merujuk pada Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar.

Meski terdengar menggelitik, pernyataan Gimah menyimpan cerita pahit.

Ia mengaku pernah mengalami langsung dampak erupsi sebelumnya, ketika abu vulkanik dan lahar mengancam keselamatan warga.

Baca: Kisah Pasutri Muda Viral, Nekat Tinggal di Rumah Kosong di Karawang, Tanpa Listrik dan Air

Pengalaman itu meninggalkan trauma, terutama bagi warga yang tinggal tak jauh dari aliran sungai yang menjadi jalur lahar.

Unggahan tersebut pun dibanjiri komentar.

Sebagian netizen mengaku terhibur dengan gaya bicara Gimah yang polos, sementara lainnya menyatakan empati.

“Lucu tapi nyesek. Ini curhat warga yang hidup berdampingan dengan bencana,” tulis seorang warganet.


Di sisi lain, upaya mitigasi terus dilakukan aparat di lokasi terdampak.

Personel Korem 083/Baladhika Jaya tengah melakukan revitalisasi dan pembangunan tanggul penahan lahar di aliran Sungai Besuk Kobokan, Desa Supiturang.

“Kami membuat tanggul dengan harapan jika terjadi erupsi susulan, aliran lahar tidak meluber ke permukiman warga,” kata Peltu Suwandi, Personel Penerangan Korem 083/Baladhika Jaya.

Viralnya curhat Gimah menjadi gambaran nyata kegelisahan warga yang hidup di bawah bayang-bayang Gunung Semeru, sekaligus pengingat bahwa di balik data bencana, ada cerita manusia yang terus berjuang bertahan.

 

 

#viraldimediasosial #semeru #semeruerupsi #lumajang #bencanaalam #gunungmeletus #gunungsemeru

Editor: winda rahmawati
Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #viral   #Gunung Semeru   #erupsi   #Hujan abu

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved