Tribunnews WIKI
Izaak Huru Doko - Pahlawan Nasional
TRIBUN-VIDEO.COM - Izaak Huru Doko merupakan pahlawan nasional yang berasal dari Nusa Tenggara Timur dan lahir di Sabu Kupang pada 20 November 1913.
Meninggal di Kupang pada 29 Juli 1985 di usia 77 tahun.
Merupakan pendiri Timorsche Jongeren (Pemuda Timor) yang bertujuan +mempersatukan pelajar Timor dari berbagai kota di Indonesia.
Izaak Huru Doko juga memimpin tenaga nasional agar dapat melawan pemerintahan Belanda (NICA).
Pendidikan
Izaak Huru Doko harus meninggalkan kampung halaman untuk menuntut ilmu di MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) yang berada di Ambon.
Izaak Huru Doko kemudian melanjutkan pendidikan di HIK (Hollandsche Inlandsche Kweekschool) atau yang disebut juga Sekolah Guru.
Izaak Huru Doko bersama temannya, Herman Johannes yang bersekolah di Technische Hogeschool (ITB) memimpin perkumpulan para pelajar Timur yang memiliki cabang di kota yang tersebar di seluruh Indonesia.
Izaak Huru Doko juga pernah menjadi Ketua Partai Politik Perserikatan Kebangsaan Timur yang berada di Kupang.
Partai tersebut memiliki tujuan untuk memerdekan Indonesia.
Izaak Huru Doko juga pernah diangkat menjadi Kepala Bunkyo Kakari (Pengajaran) di Kupang pada saat Jepang menjajah Indonesia.
Walaupun pada saat itu bekerja dengan penjajah, namun Izaak Huru Doko memiliki cita-cita untuk meraih kemerdekaan Indonesia melalui surat kabar asuhannya, Timor Syuho.
Kiprah
Sebagai jurnalis, Izaak Huru Doko mempunyai akses dengan polisi militer Jepang.
Izaak Huru Doko meminta para pemuda Timor untuk mencegah kebrutalan tentara Jepang kepada wanita Timor.
Izaak Huru Doko juga pernah berkelahi dengan tentara Jepang ketika ada tentara Jepang yang mengganggu wanita Timor.
Izaak Huru Doko bersama H.A. Koroh yang merupakan Raja Amarasi diangkat menjadi anggota Syo Sunda Shu Ki Yin (Dewan Perwakilan Rakyat Sunda Kecil) di Singaraja, Bali.
Pada 29 April 1945, Izaak Huru Doko bersama H.A. Koroh menerima bendera Merah Putih dari Jepang yang kemudian dikibarkan pada upacara di lapangan Oepura.
Izaak Huru Doko bersama Tom Pello kemudian mengorganisir tenaga nasionalis untuk menghadapi NICA.
Pada 22 Agustus 1945, Izaak Huru Doko berpidato di sebuah rapat raksasa yang berisi penguasa Jepang dan rakyat Amarasi tentang perjuangan rakyat Timor merebut kemerdekaan.
Pada 24 Agustus 1945, Jepang menyerahkan kekuasaannya di Kupang kepada Izaak Huru Doko, Tom Pello, dan Dr. Gabeler.
Izaak Huru Doko mendirikan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) di Timor sebagai penjelmaan dari Perserikatan Kebangsaan Timor (PKT).
Kemudian Izaak Huru Doko juga aktif menyelesaikan masalah pemulangan heiho dan romusha.
Pada bulan November 1947, Izaak Huru Doko menjadi anggota parlemen Negara Indonesia Timur (NIT).
Izaak Huru Doko juga ikut membentuk Pengurus Gabungan Perjuangan Kemerdekaan Indonesia (GAPKI) di Makassar.
Pada 14 Maret 1950 Izaak Huru Doko diangkat menjadi Menteri Pengajaran NIT ketika bergabung dalam kabinet Ida Anak Agung Gde Agung.
Berbagai jabatan yang diberikan kepada Izaak Huru Doko ditolak, karena ingin mengabdikan diri di bidang pendidikan.
Karier
Kepala Inspeksi Pengajaran Sunda Kecil dari 1950 hingga 1958.
Anggota Perutusan Propinsi Sunda Kecil ke Musyawarah Nasional I dan II pada 1957.
Kepala Perwakilan Departemen P & K Provinsi NTT dengan pangkat terakhir pegawai utama golongan IV/D.
Penghargaan
Izaak Huru Doko ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia melalui Keputusan Presiden RI Nomor : 085/TK/Tahun 2006 tanggal 3 November 2006.
(TribunnewsWiki/Sekar)
Artikel Ini Telah Tayang di tribunnewswiki dengan judul : 17 AGUSTUS - Serial Pahlawan Nasional: Izaak Huru Doko
ARTIKEL POPULER:
Baca: Profil Iwa Koesoemasoemantri - Pahlawan Nasional
Baca: Profil Ignatius Joseph Kasimo Hendrowahyono - Pahlawan Nasional
Baca: Profil Prof. Dr. Ir. Herman Johannes - Pahlawan Nasional
TONTON JUGA:
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki
Local Experience
Mengenal Museum Marsinah, Jejak Perjuangan Pahlawan Buruh Indonesia
Minggu, 3 Mei 2026
Local Experience
Pangeran Diponegoro Dianugerahi Gelar Pahlawan dan Dikenang sebagai Simbol Perlawanan Bangsa
Jumat, 10 April 2026
LIVE UPDATE
Menuju Gelar Pahlawan Nasional 2026, Nama H AS Hanandjoeddin Kembali Diperjuangkan TP2GD Belitung
Selasa, 27 Januari 2026
Local Experience
Oto Iskandar Di Nata, Pahlawan Nasional asal Bandung, Dijuluki Si Jalak Harupat Simbol Keberanian
Rabu, 3 Desember 2025
Terkini Nasional
Momen Hangat Keluarga Cendana Gelar Syukuran atas Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional Soeharto
Senin, 17 November 2025
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.