Tribunnews WIKI
Empal Gentong - Makanan Khas Cirebon
TRIBUN-VIDEO.COM - Empal Gentong adalah makanan tradisional khas Cirebon, Jawa barat berupa masakan sejenis gulai yang berisi daging dengan kuah santan.
Daging yang digunakan untuk Empal Gentong biasanya adalah usus, babat dan daging sapi.
Empol Gentong terdiri dari dua jenis, Empal Gentong asam dan Empal Gentong kuah santan.
Empal Gentong dimasak dengan menggunakan gentong tanah liat selama lima jam.
Penggunaan gentong tersebut supaya memperkuat rasa Empal Gentong melalui endapan pori-pori gentong tanah liat.
Empal Gentong biasanya dimakan dimakan dengan lontong atau nasi serta disajikan bersama cabai bubuk dan sambal kucai.
Asal-Usul
Empal Gentong sebenarnya bukanlah masakan murni dari Cirebon, melainkan adalah masakan khas dari Timur Tengah.
Empal Gentong pertama kali diperkenalkan di Cirebon sekitar abad ke 18-19.
Setelah diperkenalkan oleh sultan-sultan di Cirebon, makanan tersebut kemudian dilestarikan oleh masyarakat Cirebon.
Dinamakan Empal Gentong dikarenakan waktu itu masyarakat tidak mengenal panci sehingga memasak gulainya dengan wadah berupa gentong, maka disebutlah dengan nama Empal Gentong.
Selain itu, yang unik dari cara memasak Empal Gentong adalah dimasak dengan menggunakan kayu bakar.
Walaupun sudah terdapat kompor, namun hingga saat ini cara masak tersebut masih dipertahakan.
Bahan Baku
Santan kental 500 ml
Daging sapi bagian sandung lamur sebanyak 250 gram, di potong kecil-kecil.
Hati serta limpa sapi 100 gram
Daun salam 5 lembar
Serai 2 batang, geprek memar
Lengkuas 3 cm, geprek memar
Jahe 3 cm, geprek memar
Buah cengkeh 4 buah
Kayu manis 2 buah saja
Jinten ½ sendok teh
Daun Kucai secukupnya saja, iris tipis tipis
Gula pasir putih 1 sendok makan
Penyedap rasa 1 sendok teh
Garam halus secukupnya
Air putih bersih secukupnya, untuk merebus dahulu
Minyak goreng secukupnya
Bahan yang dihaluskan
Ketumbar 1 sendok teh
Bawang merah 6 butir
Bawang putih 5 siung
Kunyit 3 cm, bersihkan dulu
Kemiri 3 buah
Kapulaga 3 pcs
Cara Pembuatan
Pertama masukkan potongan daging sapi, limpa,dan juga hatinya dalam air mendidih hingga tekstur daging matang dan empuk, kemudian angkat dan sisihkan air rebusannya.
Tuang minyak panas dan memasak bahan bumbu yang dihaluskan tadi sampai tercium aroma harum sambil diaduk-aduk, tambah jinten kemudian aduk hingga merata.
Tambah bahan lain seperti jahe, serai, lengkuas yang sudah dimemarkan, buah cengkeh, daun salam, dan kayu manis, lalu aduk rata.
Potongan daging sapi, limpa dan hati dimasukkan semua kedalam tumisan, ditambah dengan santan kental serta air kuah rebusan daging, dan aduk semua sampai tercampur rata.
Tambahkan gula pasir, bumbu penyedap dan garam sampai rasanya pas.
Tunggu hingga semua bahan meresap dalam dagingnya hingga mendidih panas, jangan lupa sesekali diaduk.
Jika sudah matang, Empal Gentong asli cirebon siap disajikan.
Kandungan Gizi
Empal Gentong mengandung 482,4 kkal yang terdiri dari protein, 29,2 gr, lemak 21,5 gr dan karbohodrat 42 gr.
Kandungan yang terdapat pada daging sapi Empal Gentong terdiri dari protein, lemak, kalsium, fosfor dan energi bermanfaat untuk membentuk otot, memperkuat sistem imun dan membantu perkembangan sel otak.
Emnpal Gentong juga cocok dimakan untuk mengisis perut yang kosong.
(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Abdurrahman Al Farid)
ARTIKEL POPULER:
Nasi Liwet - Kuliner Khas Solo
Ayam Betutu - Kuliner Khas Pulau Dewata
Pempek - Makanan Khas Palembang
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki
Local Experience
Sunan Gunung Jati Menyebarkan Islam dengan Pendekatan Sosial Budaya dan Politik di Cirebon
Kamis, 9 April 2026
Local Experience
Sunan Gunung Jati Membawa Peradaban Islam di Cirebon hingga Mencapai Masa Kejayaannya
Kamis, 9 April 2026
Local Experience
Dakwah Sunan Gunung Jati Menyatukan Tokoh Sakti dan Menjadikan Keraton sebagai Pusat Budaya Islam
Rabu, 8 April 2026
Local Experience
Sunan Gunung Jati Bernama Syarif Hidayatullah Putra dari Rara Santang dan Raja Abdullah
Rabu, 8 April 2026
Local Experience
Peran Sunan Gunung Jati dalam Memajukan Kerajaan Cirebon dan Menyebarkan Islam di Jawa Barat
Rabu, 8 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.