Konflik Palestina Vs Israel
Kecemasan Keluarga Imbas Para Sandera Tak Kunjung Dibebaskan Hamas, Lapor ke Perdana Menteri Israel
TRIBUN-VIDEO.COM- Para keluarga warga Israel yang disandera Hamas mengaku cemas lantaran orang-orang tersayangnya belum dibebaskan.
Bahkan, para keluarga sandera itu menemui Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk melaporkan orang tersayangnya yang belum dibebaskan, Sabtu (28/10).
Keluarga tersebut juga menyatakan keprihatinannya atas meningkatnya serangan di Gaza.
Forum Keluarga Hilang mengatakan malam ketika pasukan bergerak ke Gaza utara adalah malam yang terburuk.
Baca: Israel-Hamas Memanas, Amnesty Internasional Indonesia Desak Adanya Gencatan Senjata di Gaza
Mereka juga mengeluh karena tidak ada yang menjelaskan apakah operasi darat membahayakan kesejahteraan 229 sandera.
Netanyahu telah berjanji untuk melakukan segala kemungkinan untuk memulangkan mereka.
Sebelumnya, Forum Keluarga Sandera dan Hilang mengatakan bahwa keluarga mereka "cemas mengenai nasib orang yang mereka cintai dan menunggu penjelasan" atas tindakan militer Israel.
Menanggapi pernyataan tersebut, Menteri Pertahanan Yoav Gallant mengatakan dia bertemu dengan perwakilan kelompok tersebut pada hari Minggu.
Dalam pertemuan tersebut, Netanyahu mengatakan bahwa pemulihan para sandera merupakan bagian integral dari tujuan militer.
“Tekanan adalah kuncinya. Semakin besar tekanan, semakin besar peluangnya,” ujarnya.
Netanyahu mengatakan gagasan kesepakatan pertukaran sandera dengan tahanan telah dibahas dalam kabinet perang Israel namun menolak memberikan rinciannya.
Setelah pertemuan, Hamas mengatakan Israel harus membebaskan semua tahanan Palestina untuk menjamin kebebasan para sandera.
Baca: Pesawat Tempur Israel Gempur Bagian Utara Gaza, Menhan: Peningkatan Aktivitas Pasukan Darat
Sementara itu, pada konferensi pers terpisah, Gallant mengatakan Hamas harus dipaksa ke meja perundingan.
Namun, menurut Gallant hal tersebut sangat sulit untuk dilakukan.
Sebagai informasi, sekira 200 orang lebih disandera oleh kelompok bersenjata Hamas dalam serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Israel selatan pada Sabtu (7/10) yang menewaskan 1.400 orang.
“Semakin besar tekanan militer, semakin besar daya tembak dan semakin sering kita menyerang Hamas – semakin besar peluang kita untuk membawa mereka ke titik di mana mereka akan menyetujui solusi yang memungkinkan kembalinya orang-orang yang kita cintai,” kata Gallant kepada sebuah berita. konferensi.
Dilaporkan, mereka yang ditahan di Gaza termasuk puluhan anak-anak dan orang lanjut usia, serta personel militer .
Setidaknya 135 orang lainnya merupakan warga asing atau berkewarganegaraan ganda.
Baca: Jerman Kerahkan 1.000 Pasukan Elit di Jalur Gaza seusai Israel Luncurkan Serangan Darat
Termasuk 54 warga Thailand, 15 warga Argentina, dan dua warga Inggris, menurut pemerintah Israel.
Meski demikian, Hamas yang ditetapkan sebagai kelompok radikal oleh Israel, Inggris dan negara-negara lain, telah membebaskan empat sandera.
Pembebasan tersebut dilakukan Hamas setelah melalui mediasi oleh Qatar dan Mesir.
Sandera yang dibebaskan pada Jumat (20/10/2023), ialah seorang wanita Amerika-Israel dan putrinya.
Kemudian, dua wanita lanjut usia warga Israel dibebaskan Hamas pada Senin (23/10).
(Tribun-Video.com/bbc.com).
Artikel ini telah tayang dengan judul: Netanyahu meets Israeli hostages' families anxious over Gaza war plans
Host: Adilla Risna
VP: Latif
# Kecemasan # sandera # Hamas # Perdana Menteri Israel
Reporter: Adila Ulfa Muna Risna
Video Production: Latif Ghufron Aula
Sumber: Tribun Video
Tribun Video Update
Israel Gagal Menang di Front Gaza, Lebanon & Iran, Hamas-Hizbullah Masih Bisa Timbulkan Ancaman
4 hari lalu
Mancanegara
Jegal Netanyahu! 2 Eks Perdana Menteri Israel Dirikan Partai untuk Ikut Pemilu
6 hari lalu
Mancanegara
Iran Tantang Trump Invasi Darat, Ancam Sandera Ribuan Orang, Ejek AS Tak Berani Lewati Selat Hormuz
Jumat, 17 April 2026
Internasional
Netanyahu Setuju Gencatan 10 Hari tapi Tetap Ngotot IDF Tetap Siaga di Lebanon
Jumat, 17 April 2026
Tribunnews Update
Sebut Hamas Kecewa kepada Indonesia seusai Gabung BoP Bentukan Trump, Faisal: Lemahkan Pejuang
Jumat, 17 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.