TRIBUNNEWS UPDATE
Duduk Perkara Polemik 'Sengketa Lahan' Pulau Rempang Batam yang Picu Bentrok Aparat dan Warga
TRIBUN-VIDEO.COM - Belakangan polemik di Pulau Rempang menjadi sorotan setelah aksi bentrokan antara warga dan aparat.
Bentrokan itu dipicu oleh rencana penggusuran pemukiman warga untuk dijadikan Rempang Eco City.
Rencana pembangunan kawasan Rempang Eco City sudah mencuat sejak 2004.
Baca: Lima dari 43 Pengunjuk Rasa soal Rempang di Kantor BP Batam yang Ditangkap Ternyata Positif Narkoba
Kawasan Rempang juga akan menjadi lokasi pabrik kaca terbesar kedua di dunia milih perusahaan China.
Melansir situs BP Batam, proyek ini ditaksir memakan 7.572 hektare lahan Pulau Rempang atau 45,9 persen wilayah tersebut.
Sehingga warga terdampak pun terpaksa harus direlokasi demi pengembangan proyek besar ini.
10.000 warga Pulau Rempang-Galang yang tersebar di 16 Kampung Melayu Tua, terancam tergusur dan terusir dari ruang hidup yang telah mereka huni turun-temurun sejak 1834.
Penolakan warga atas pengukuran lahan yang dilakukan BP Batam berujung ricuh dengan aparat gabungan pada Jumat (7/9) lalu.
Baca: Tampang Para Pelaku Kerusuhan Demo soal Rempang yang Lempari Polisi Pakai Batu saat Demo di BP Batam
Polisi disebut terpaksa melepaskan gas air mata, karena situasi yang tidak kondusif.
Dalam video yang beredar, siswa SD yang tak jauh dari lokasi terkena imbas gas air mata.
Sementara polisi mengamankan 7 orang karena memblokade jalan.
Namun belakangan mereka sudah dipulangkan pada Minggu (10/9).
Melansir Tribun Batam, belasan kampung juga menolak untuk direlokasi.
Bahkan warga Simpang Basecamp mengunci diri agar rumah tak dirobohkan aparat.
Baca: Tegas Pertahankan Tanah Leluhur! Satria Pembela Melayu: Warga di Rempang Sudah Ada sebelum Merdeka
Tak sampai disitu, bentrokan kembali pecah pada Senin (11/9).
Massa menggelar demonstrasi di depan kantor BP Batam hingga berujung ricuh.
Polda Kepri menangkap 43 orang dari aksi tersebut.
Akibat aksi demo itu, kaca gedung BP Batam pecah karena lemparan batu warga dan sebanyak 26 personel aparat gabungan luka-luka.
Sementara itu pemerintah menyebut peristiwa di Rempang bukan penggusuran melainkan pengosongan lahan.
Menkopolhukam Mahfud MD mengklaim 80 persen warga Pulau Rempang sepakat untuk direlokasi.
Baca: Tegas Pertahankan Tanah Leluhur! Satria Pembela Melayu: Warga di Rempang Sudah Ada sebelum Merdeka
Pihaknya telah memberi ganti rugi berupa tanah 500 meter persegi dan dibangunkan rumah ukuran tipe 45 dan uang Rp 120 juta per KK. (Tribun-Video.com)
Baca juga berita terkait di sini
Artikel ini telah tayang di TribunBatam.id dengan judul TOLAK Digusur, Warga Simpang Basecamp Batam Mengunci Diri Agar Rumah tak Dirobohkan
# TRIBUNNEWS UPDATE # sengketa # Pulau Rempang # Batam # kerusuhan
Reporter: Rima Anggi Pratiwi
Video Production: valencia frida varendy
Sumber: Tribun Batam
Live Tribunnews Update
Sengketa Jual Beli Berujung Rumah Ditembok Ormas, Polres Tangsel Lakukan Penyelidikan
7 hari lalu
Tribunnews Update
Sidang Vonis RPTKA Kemnaker, 8 Terdakwa Bakal Terima Nasib Putusan Hakim PN Tipikor Jakarta
7 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Gibran Puji Jusuf Kalla Usai Klaim Peran di Karier Jokowi, Tegaskan Idolakan JK Sosok Mentor Bangsa
7 hari lalu
Tribunnews Update
Respons Menlu Sugiono soal Izin Terbang Bebas AS di RI: Utamakan Kedaulatan & Kepentingan Nasional
7 hari lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Jepang Cabut Larangan Ekspor Senjata Mematikan Sejak PD II, Buka Peluang Pasok Alutsista ke AS
7 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.