Jumat, 17 April 2026

Polisi Tembak Polisi

Ferdy Sambo dan Bharada E Ternyata Sempat Tak Mau Perankan Sebuah Adegan, Aksi Lantas Jadi Sorotan

Rabu, 31 Agustus 2022 08:18 WIB
Tribunnews Bogor

TRIBUN-VIDEO.COM - Tersangka Ferdy Sambo dan Bharada E cukup menjadi sorotan saat proses rekonstruksi yang digelar di Komplek Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022).

Bahkan, Ferdy Sambo yang merupakan mantan Kadiv Propam Polri itu sempat ogah memperagakan adegan di rumah yang menjadi TKP tewasnya Brigadir J atau Brigadir Yosua Hutabarat.

Tak hanya Ferdy Sambo, orang yang pertama kali menemukan timah panas ke tubuh brigadir J yakni Bharada E pun sempat menolak melakukan adegan tersebut.

Peran Bharada E dan Ferdy Sambo terpaksa digantikan oleh penyidik.

Padahal, keduanya hadir di lokasi rekonstruksi dan sudah memakai baju tersangka berwarna oranye.

Bharada E yang sudah memakai baju tersangka itu perannya digantikan oleh penyidik saat berhadapan langsung dengan Ferdy Sambo.

Baca: Rekonstruksi Pembunuhan Brigadir J Berlangsung Selama 7,5 Jam, 74 Adegan Diperagakan, Ini Faktanya

Sementara posisi Bharada E terlihat berada di balik pintu dengan pendampingan dari tim kuasa hukumnya, Ronny Talapessy dan ada petugas dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Tak hanya sosok Bharada E yang digantikan, dalam adegan lain yang memfokuskan peran Bharada E, maka pihak penyidik menggantikan sosok Ferdy Sambo.

Adapun sosok pengganti Ferdy Sambo tersebut, merupakan penyidik yang mengenakan kemeja hitam.

Polisi pun mengurai penjelasannya soal Bharada E dan Ferdy Sambo sempat ogah mengulang reka adegan yang digelar di Komplek Duren Tiga itu.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi menyampaikan bahwa pemakaian pemeran pengganti merupakan hak setiap tersangka.

Tidak ada mekanisme yang dilanggar terkait hal tersebut.

"Sebenarnya ini adalah mekanisme standar. SOP standar yang dilakukan bagi pihak atau tersangka yang merasa tidak melakukan adegan itu, boleh melakukan keberatan, keberatan dalam hal ini tentu keberatan tersebut akan kita diberikan pemeran pengganti figur," kata Brigjen Andi Rian Djajadi di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022) dilansir dari tribunnews.com

Ia menuturkan bahwa Ferdy Sambo maupun Bharada E sempat mengajukan keberatan tersebut.

Baca: Seusai Bunuh Brigadir J dan Dibiarkan Tergeletak, Sambo Masih Antar Putri ke Pintu Gerbang Rumdin

Dengan begitu, kata dia, ada sejumlah adegan keduanya yang memakai pemeran pengganti.

"Misalnya contoh mudah. Mas itu menurut saya ada di situ tapi mas itu mengatakan saya tidak di situ ada di sana. Nah kalau dia tidak mau terima kita pakai pemeran pengganti. Ini yang dimaksud kita berikan kesempatan yang seluas-luasnya bagi semua pihak yang terlibat dalam kasus rekonstruksi ini khususnya para tersangka," jelasnya.

Lebih lanjut, Andi mengungkapkan bahwa seluruh tersangka yang dihadirkan merupakan saksi mahkota dalam kasus tersebut.

Karena itu, proses rekonstruksi bertujuan mengkonfrontir setiap keterangan yang diajukan para saksi.

"Mereka ini kan masing-masing adalah saksi mahkota. Saksi mahkota, sehingga saling menyaksikan apa yang mereka lakukan, alami, dan apa yang mereka lakukan saat peristiwa. Oleh karena itu kalau dalam pemeriksaan ada namanya konfrontir," katanya.

Dalam rekonstruksi ini ada 78 adegan yang diperagakan lima tersangka.

"Kegiatan yang di reka ulang meliputi peristiwa yang terjadi di rumah Magelang, rumah Saguling dan rumah Duren Tiga meliputi 78 Adegan," kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi saat dikonfirmasi, Selasa (30/8/2022).

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Ferdy Sambo dan Bharada E Ternyata Ogah Lakukan Adegan Ini saat Rekonstruksi, Alasannya Terungkap

# Polisi tembak polisi # Brigadir J # Bharada E # Irjen Ferdy Sambo # Putri Candrawathi # rekonstruksi

Editor: Aditya Wisnu Wardana
Video Production: Tia Kristiena
Sumber: Tribunnews Bogor

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved