Tribunnews Update
Wali Kota Bobby Nasution Buka Suara setelah 4 Hari Didemo Jurnalis, Berharap Tak Ada Lagi Miskom
TRIBUN-VIDEO.COM - Aksi massa mengatasnamakan Forum Jurnalis Medan (FJM) melakukan unjuk rasa damai di kantor Wali Kota Medan.
Aksi ini sebagai buntut dugaan intimidasi verbal dan penghalangan tugas jurnalis untuk mendapat informasi.
Setelah empat hari berturut-turut demo digelar, akhirnya Wali Kota Medan, Bobby Nasution memberi penjelasan dan menyebut hal itu merupakan miskomunikasi dan berharap bisa segera berakhir.
Pernyataan itu disampaikan Bobby Nasution seusai mengikuti rapat evaluasi pelaksanaan PPKM mikro di rumah dinas gubernur.
Baca: Detik-detik Wartawan Diminta Matikan Kamera dan Diusir saat Ingin Wawancara Bobby Nasution
Dikutip dari Kompas.com, Wali Kota Medan itu mengaku sudah membicarakan permasalahan ini dengan tiga organisasi pers dan sepakat bahwa persoalan ini selesai.
Bobby merasa bahwa selama ini selalu terbuka dengan setiap insan pers, tidak pernah menolak setiap doorstop.
“Kalau teman-teman wartawan ingin melakukan doorstop di kantor wali kota, kita sudah sediakan tempatnya. Kita juga sediakan satu unit mobil Hiace untuk jurnalis yang ingin ikut meliput. Ikuti saja saya, kalau sidak akan saya kasi tahu. Jika dari awal saya beri tahu, nanti nggak jadi sidaknya,” kata Bobby.
Ia mengaku bahwa pihaknya juga sudah menyediakan tempat apabila teman-teman jurnalis nantinya ingin melakukan peliputan.
Pihaknya juga menyediakan satu unit mobil khusus bagi wartawan yang ingin mengikuti dan meliput saat Bobby berkegiatan seperti melakukan sidak.
Terakhir, Bobby kembali menekankan agar persoalan miskomunikasi dengan jurnalis bisa berakhir.
Ia pun berharap hubungan dengan rekan-rekan wartawan bisa lebih erat lagi agar terbangun kolaborasi yang kuat untuk memajukan Kota Medan.
"Peran wartawan sangat penting dalam mendukung seluruh program pembangunan yang dilakukan Pemkot Medan, terutama lima program prioritas yakni kesehatan, kebersihan, infrastruktur, penanganan banjir serta penataan heritage," kata Bobby.
Baca: Ngaku Difitnah Polisi dan Jaksa soal Kasusnya, Habib Rizieq Sindir Jokowi, Gibran hingga Bobby
Sebelumnya, aksi unjuk rasa mengatasnamakan Forum Jurnalis Medan (FJM) terjadi di kantor Wali Kota Medan.
Aksi itu terjadi setelah adanya dugaan intimidasi yang dilakukan personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang bertugas di kantor wali kota kepada dua jurnalis, Rabu (14/4/2021) sore.
Kedua jurnalis itu ingin melakukan konfirmasi soal tambahan penghasilan pegawai (TPP) staf administrasi di SMP se-Kota Medan yang sejak Januari belum diberikan.
Namun, personel Satpol PP mendatangi dan mengatakan tidak boleh melakukan wawancara kepada wali kota jika tidak memiliki izin.
Koordinator aksi, Donny Aditra menyebut, penghalangan saat melakukan tugas peliputan berarti melanggar Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
“Bobby harus bertanggung jawab atas apa yang dilakukan anak buahnya. Ini evaluasi penting untuk Bobby sebagai wali kota Medan. Kami mengecam segala bentuk arogansi yang dilakukan oknum pengamanan, apalagi yang merintangi tugas wartawan,” kata koordinator aksi, Donny Aditra. (Tribun-video.com/Kompas.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 4 Hari Didemo Jurnalis, Walwartawani Kota Bobby Nasution: Saya Siap "Doorstop" di Mana Pun
# Chord Gitar # Lirik Lagu # Wali Kota Medan # Bobby Nasution # Medan # wartawan
Sumber: Kompas.com
Tribunnews Update
Rangkuman Konflik AS-Iran: Araghchi Kutuk Zionis! Ingatkan Dampak Bom Bushehr & Siap Hadapi 'Neraka'
2 hari lalu
Tribunnews Update
Viral Video Aksi Pelatih MMA Belda Piting Bule Rusia Mabuk yang Lecehkan Perempuan di Bali
2 hari lalu
Tribunnews Update
Netanyahu Sesumbar 70 Persen Produksi Baja Iran Hancur Diserang, Ancam Bakal Terus Bombardir
2 hari lalu
Tribunnews Update
AS Disebut Takut Teknologi Jatuh ke Tangan Musuh, Terpaksa Hancurkan Pesawat Sendiri di Wilayah Iran
2 hari lalu
Tribunnews Update
Beda Klaim, Iran Akui Gagalkan Misi Penyelamatan AS di Isfahan, Washington Sebut Operasi Berhasil
2 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.