Terkini Daerah
Dinding Pembatas Laut Muara Angke Retak, Kapal Nelayan Dilarang Mendekati Dinding
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino
TRIBUN-VIDEO.COM, PENJARINGAN - Dinding pembatas yang retak di Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, tidak menghambat aktivitas perikanan di Pelabuhan Perikanan Muara Angke.
Hanya saja, kapal-kapal nelayan yang sebelumnya terparkir menempel pada dinding untuk sementara dilarang mendekat.
"Kita jaga supaya kapal-kapal tidak merapat ke dinding. Kita tahan 2-3 meter lah," kata Kepala Satuan Pelaksana Kepelabuhanan Perikanan Muara Angke Arief Prakoso, Sabtu (4/1/2020).
Unit Pengelola Teknis Kepelabuhanan Perikanan Muara Angke pun saat ini sudah memasang tiang bambu sebagai pembatas.
Tiang bambu dipasang untuk menghalau kapal-kapal agar tidak menyentuh dinding.
Pembatasan ini, kata Arief, akan dilakukan sampai Dinas SDA DKI Jakarta akan memperbaiki dinding pembatas itu dalam waktu dekat.
"Sudah koordinasi dengan Dinas SDA, aliran tengah, akan melakukan penebalan dinding," katanya.
Arief memastikan aktivitas perikanan berlangsung normal. Air juga ia pastikan tidak akan merembes lewat dinding yang retak dan meluber ke Jalan Pluit Karang Barat.
Pasalnya, air pasang tertinggi masih berada di batas aman.
"Kalo tanggulnya ke batas air dengan pasang tertinggi masih ada jarak 40-50 sentimeter. Masih aman sebenarnya," kata Arief.
Adapun keretakan tanggul ini diketahui warga setempat pada Jumat (3/1/2020) lalu. Warga lalu melapor ke Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Muara Angke untuk segera dilakukan penanganan.
Dinding Pembatas Laut di Muara Angke Penjaringan Retak
Dinding pembatas laut yang berada di kawasan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, retak.
Keretakan terjadi di salah satu titik pada dinding bercat hijau yang membentang sekitar 150 meter itu.
Pengamatan TribunJakarta.com, ada juga beberapa bagian dinding yang meskipun tidak retak, namun memiliki celah seperti tidak menempel sempurna dengan bagian dinding lainnya.
Dinding ini membatasi antara lautan yang dipenuhi kapal ikan dengan jalan raya di sisi lainnya. Tepatnya, Jalan Pluit Karang Barat.
Kepala Satuan Pelaksana Kepelabuhanan Perikanan Muara Angke Arief Prakoso mengatakan, bagian yang retak adalah bagian dinding, bukan tanggul.
Posisi dinding pembatas ini memang berada persis di atas tanggul di lokasi itu.
"Ini dinding, sebenarnya bukan tanggul. Jadi dinding di atas tanggul itu yang mengalami keretakan," kata Arief saat ditemui TribunJakarta.com, Sabtu (4/1/2020).
Arief memastikan, keretakan pada dinding di atas tanggul itu tidak bakal berdampak terhadap adanya potensi air laut rembes ke jalan raya.
Pasalnya, air pasang tertinggi masih berada di batas aman.
"Kalo tanggulnya ke batas air dengan pasang tertinggi masih ada jarak 40-50 sentimeter. Masih aman sebenarnya," kata Arief.
Adapun keretakan tanggul ini diketahui warga setempat pada Jumat (3/1/2020) lalu.
Warga lalu melapor ke Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Muara Angke untuk segera dilakukan penanganan.
"Warga melihat ada keretakan, untuk mengantisipasi itu ya kita tutup," kata Arief.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Dinding Pembatas Laut Retak, Kapal Nelayan Muara Angke Dilarang Mendekat
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: TribunJakarta
Local Experience
Bayar Seikhlasnya, Makan Seenaknya: Kisah Warung Berbagi yang Menghangatkan Hati
Kamis, 2 April 2026
Live Update
Berlayar dari Italia, Kapal Baru TNI AL KRI Prabu Siliwangi-321 Tiba di Tanjung Priok
Kamis, 26 Maret 2026
Wisatawan Boleh Bawa Tenda Camping ke Pantai Ancol, Asal Jangan Menginap
Selasa, 24 Maret 2026
Viral News
VIRAL DIHAJAR, ART Lansia Maafkan Majikan Penganiaya di Sunter Jakut, Polisi Tetap Usut Pelaku
Selasa, 3 Maret 2026
Live Tribunnews Update
Motif Adik Bunuh Kakak Pakai Palu di Kelapa Gading, Bermula Taruh Handuk di Kamar
Kamis, 26 Februari 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.