Jumat, 10 April 2026

Terkini Daerah

Dinding Pembatas Laut Muara Angke Retak, Kapal Nelayan Dilarang Mendekati Dinding

Minggu, 5 Januari 2020 12:35 WIB
TribunJakarta

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUN-VIDEO.COM, PENJARINGAN - Dinding pembatas yang retak di Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, tidak menghambat aktivitas perikanan di Pelabuhan Perikanan Muara Angke.

Hanya saja, kapal-kapal nelayan yang sebelumnya terparkir menempel pada dinding untuk sementara dilarang mendekat.

"Kita jaga supaya kapal-kapal tidak merapat ke dinding. Kita tahan 2-3 meter lah," kata Kepala Satuan Pelaksana Kepelabuhanan Perikanan Muara Angke Arief Prakoso, Sabtu (4/1/2020).

Unit Pengelola Teknis Kepelabuhanan Perikanan Muara Angke pun saat ini sudah memasang tiang bambu sebagai pembatas.

Tiang bambu dipasang untuk menghalau kapal-kapal agar tidak menyentuh dinding.

Pembatasan ini, kata Arief, akan dilakukan sampai Dinas SDA DKI Jakarta akan memperbaiki dinding pembatas itu dalam waktu dekat.

"Sudah koordinasi dengan Dinas SDA, aliran tengah, akan melakukan penebalan dinding," katanya.

Arief memastikan aktivitas perikanan berlangsung normal. Air juga ia pastikan tidak akan merembes lewat dinding yang retak dan meluber ke Jalan Pluit Karang Barat.

Pasalnya, air pasang tertinggi masih berada di batas aman.

"Kalo tanggulnya ke batas air dengan pasang tertinggi masih ada jarak 40-50 sentimeter. Masih aman sebenarnya," kata Arief.

Adapun keretakan tanggul ini diketahui warga setempat pada Jumat (3/1/2020) lalu. Warga lalu melapor ke Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Muara Angke untuk segera dilakukan penanganan.

Dinding Pembatas Laut di Muara Angke Penjaringan Retak

Dinding pembatas laut yang berada di kawasan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, retak.

Keretakan terjadi di salah satu titik pada dinding bercat hijau yang membentang sekitar 150 meter itu.

Pengamatan TribunJakarta.com, ada juga beberapa bagian dinding yang meskipun tidak retak, namun memiliki celah seperti tidak menempel sempurna dengan bagian dinding lainnya.

Dinding ini membatasi antara lautan yang dipenuhi kapal ikan dengan jalan raya di sisi lainnya. Tepatnya, Jalan Pluit Karang Barat.

Kepala Satuan Pelaksana Kepelabuhanan Perikanan Muara Angke Arief Prakoso mengatakan, bagian yang retak adalah bagian dinding, bukan tanggul.

Posisi dinding pembatas ini memang berada persis di atas tanggul di lokasi itu.

"Ini dinding, sebenarnya bukan tanggul. Jadi dinding di atas tanggul itu yang mengalami keretakan," kata Arief saat ditemui TribunJakarta.com, Sabtu (4/1/2020).

Arief memastikan, keretakan pada dinding di atas tanggul itu tidak bakal berdampak terhadap adanya potensi air laut rembes ke jalan raya.

Pasalnya, air pasang tertinggi masih berada di batas aman.

"Kalo tanggulnya ke batas air dengan pasang tertinggi masih ada jarak 40-50 sentimeter. Masih aman sebenarnya," kata Arief.

Adapun keretakan tanggul ini diketahui warga setempat pada Jumat (3/1/2020) lalu.

Warga lalu melapor ke Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Muara Angke untuk segera dilakukan penanganan.

"Warga melihat ada keretakan, untuk mengantisipasi itu ya kita tutup," kata Arief.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Dinding Pembatas Laut Retak, Kapal Nelayan Muara Angke Dilarang Mendekat

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: TribunJakarta

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved