Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Pasukan militer Myanmar membatasi penyaluran bantuan kemanusiaan bagi korban gempa di daerah oposisi.
Dari laporan Kantor Koordinator Kemanusiaan PBB (OCHA), setidaknya 53 kali serangan dilancarkan sejak gempa mengguncang pada 28 Maret lalu.
Junta militer dilaporkan menggelar 16 serangan udara setelah gencatan senjata pada 2 April.
Sementara saat ini OCHA juga sedang menyelidiki delapan serangan lainnya.
Baca: Kesaksian Warga soal Kondisi Pasca Gempa Myanmar, Korban Bertambah & Bau Mayat Tersebar di Kota
Baca: Mukjizat! Terkubur 5 Hari di Reruntuhan Setelah Gempa M 7,7, Pria Myanmar Ditemukan Masih Hidup!
Juru Bicara OCHA Ravina Shamdasani menyebut bahwa situasi di daerah terdampak gempa jauh dari kata terkendali.
Gempa berkekuatan 7,7 magnitudo menjadi gempa terkuat yang melanda Myanmar dalam hampir satu abad terakhir.
Gempa itu meruntuhkan bangunan-bangunan, meratakan pemukiman dan mengakibatkan banyak warga kehilangan akses ke makanan, air dan tempat tinggal.
Junta Myanmar juga mengatakan total korban jiwa dalam bencana itu tembus 3.100 orang lebih.
Dari laporan, daerah Sagaing yang paling membutuhkan bantuan.
Sementara Komisioner HAM PBB bahkan kehabisan waktu untuk bisa mengirimkan bantuan karena peringatan serangan udara tersebut.
(Tribun-Video.com)
Artikel telah tayang di sini
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.