TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden AS Donald Trump mengumumkan tarif timbal balik atau perang dagang sebesar 32 persen ke ratusan negara, termasuk Indonesia.
Beberapa negara sudah melakukan protes terhadap tarif dagang Donald Trump yang telah diumumkan pada Rabu (2/4) waktu AS.
Namun Indoensia dinilai melakukan 'pembiaran' seusai pengumuman perang dagang Trump.
Dikutip dari Kompas.com, pemerintah baru sekedar mengeluarkan pernyataan melalui rilis tertulis.
Adapun statement itu diunggah di laman Kemnenlu yang di dalamnya termuat sembilan poin terkait perang dagang Trump.
Dalam poin ke-3, pemerintah disebut akan menghitung dampak pengenaan tarif AS terhadap sektor-sektor tersebut dan ekonomi Indonesia secara keseluruhan.
Sementara menjadi sorotan kala pemerintah menunda konferensi pers yang sebelumnya dijadwalkan untuk merespon kebijakan AS ini.
Penundaan ini dilakukan agar pemerintah dapat menambahkan kajian lebih mendalam untuk memberikan tanggapan komprehensif.
Baca: Negara-negara Arab Kompak Tolak Bantu AS Serang Iran, Trump Gigit Jari hingga Kekuatan Melemah?
Baca: China Balas Trump, Kenakan Tarif Impor 34 Persen untuk Semua Barang dari Amerika Serikat
Namun Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi Indef, Andry Satrio Nugroho menilai adanya pembiaran yang dilakukan pemerintah Indonesia dalam menanggapi kebijakan perang dagang Trump.
Hal itu terbukti dari batalnya konferensi pers dari sejumlah menteri dalam menanggapi pernyataan kebijakan tarif Trump.
"Respons dari pemerintah itu justru batal dilakukan, ini menurut saya ada hal yang saya tidak bisa katakan lagi selain pembiaran yang dilakukan oleh pemerintah. Dan merasa bahwa ini bukan sesuatu yang urgen untuk ditanggapi," ujar Andry saat dihubungi, Jumat (4/4/2025).
Berbeda dengan Indonesia yang terkesan masih berhitung, sejumlah negara sudah melancarkan protes terkait kebijakan tarif timbal balik Trump.
Salah satunya adalah pemerintah China yang mendesak Amerika Serikat untuk segera membatalkan tarif baru tersebut.
Sementara itu, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyebut tarif timbal balik atau tarif Trump 10 persen yang diberlakukan terhadap negaranya sebagai tindakan yang sepenuhnya tidak berdasar.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Indonesia Masih Hitung-hitungan Kala Negara Lain Protes Tarif Trump"
#perangdagang #donaldtrump #amerikaserikat #prabowosubianto #presidenprabowo
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.