Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Junta militer disebut tetap membombardir kota-kota di Myanmar seusai dilanda gempa.
Terlebih gempa magnitudo 7,7 itu menewaskan setidaknya 2.719 jiwa.
Dikutip dari Reuters, serangan Junta dikecam oleh gerakan perlawanan bersenjata pemerintah militer Myanmar.
Dilaporkan Junta meluncurkan serangan udara ke desa-desa di Myanmar pada Minggu (29/3).
Baca: UPDATE Jumlah Korban Jiwa Gempa 7,7 SR di Myanmar Capai 2.000 Orang, Diperkirakan Bisa Tembus 10.000
Persatuan Nasional Karen mengatakan Junta terus melakukan serangan udara menargetkan warga sipil.
Bahkan penduduk disebut semakin menderita lantaran baru saja dilanda gempa bumi dahsyat.
Pihaknya mengatakan Junta mengerahkan pasukan untuk menyerang rakyat Myanmar.
Baca: Situasi Mencekam! Junta Militer Tetap Bombardir Myanmar seusai Dilanda Gempa hingga 2.719 Jiwa Tewas
Sementara juru bicara Junta sendiri tidak memberikan pernyataan terkait serangannya ke sipil.
Tak hanya itu, Junta mengambil langkah kontroversi dengan melarang jurnalis asing meliput daerah-daerah yang terdampak gempa.
Junta menyatakan situasi di Myanmar yang dianggap mencekam sehingga tidak memungkinkan wartawan asing melakukan liputan.
Perlu diketahui, Myanmar terjebak dalam perang saudara dengan berbagai oposisi sejak kudeta tahun 2021.
(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Junta Myanmar Larang Wartawan Asing Liput Bencana Gempa Magnitudo 7,7"
# Serangan Udara # Desa # Myanmar # Gempa # Dahsyat # Junta militer #
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.