TRIBUN-VIDEO.COM - Komandan Armada kapal induk Angkatan Laut AS di Laut Merah mengungkap kehebatan drone kapal milik Yaman.
Drone itu telah dikerahkan ke Laut Merah untuk mengincar pasukan AS.
Drone yang paling ditakuti itupun sulit untuk terdeteksi dan sangat mematikan.
Dikutip dari AP, hal ini disampaikan oleh Laksamana Muda Marc Miguez, komandan Carrier Strike Group Two tempat Eisenhower berada.
Diketahui bawah kapal induk USS Dwight D. Eisenhower dan kapal perang yang menyertainya telah menghabiskan empat bulan berturut-turut.
Baca: Beri Peringatan ke Amerika, Iran Bersumpah akan Membalas jika Kapalnya Disita
Baca: Distribusi Logistik Pemilu ke Tanimbar Kei-Malra Dihantam Angin, Kapal Tertahan 3 Jam di Laut
Mereka bertahan di laut untuk melawan rudal balistik dan pesawat tak berawak yang ditembakkan oleh Houthi.
Miguez mengatakan bahwa drone milik Houthi lebih dari sekedar ancaman.
Hal itu karena drone itu sulit terdeteksi, pasukan AS tak mempunyai banyak informasi sehingga senjata itu bisa sangat mematikan.
Diketahui Houthi tekah menembaki kapal militer dan komersial AS sejak (17/10/2023).
Miguez mengatakan meski telah sering menembak jatuh drone itu, namun ancaman senjata yang bernama USV itupun masih terus berkembang dan mengkhawatirkan.
Menurutnya, hal ini merupakan sebuah ancaman yang paling menakutkan dengan Yaman yang memiliki kapal permukaan tak berawak yang sarat bom.
Bahkan kapal itu bisa melesat dengan kecepatan sangat tinggi.
Diketahui bahwa pada Rabu (14/2/2024), tercatat sebanyak 17 kapal milik AS telah diserang oleh Houthi sejak awak perang pecah.
(Tribun-Video.com)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.