Viral
Demo Mahasiswa Jateng Viral, Poster Presiden dan Klakson jadi Sorotan
TRIBUN-VIDEO.COM - Aksi demo mahasiswa di Jawa Tengah tak kalah heboh dengan aksi mahasiswa di Jakarta pada Jumat (12/6/2026) kemarin.
Aksi mahasiswa di Jakarta memanas karena lokasi demo sempat dipindah oleh kepolisian.
Hal unik juga terjadi, karena ada solidaritas klakson. Para pengendara memberikan dukungan pada mahasiswa dengan membunyikan klakson mereka.
Suara klakson ini bersumber dari ajakan poster bertuliskan Klakson Kalau Kamu Capek Jadi WNI.
Sementara itu, mahasiswa di UIN Walisongo Semarang lebih ekstrim dengan membentangkan poster Penggal Kepala Presiden hingga foto Prabowo diberi silang merah.
Di antara deretan poster yang diangkat mahasiswa, satu tulisan paling menyita perhatian.
Huruf-huruf besar berwarna merah dan hitam itu berbunyi: "Penggal Kepala Presiden."
Kalimat itu membuat banyak orang berhenti sejenak.
Baca: BEM UI Klarifikasi soal Demo Jakarta, Sudah Kirim Surat Pemberitahuan sejak 9 Juni 2026
Sebagian mengernyitkan dahi, sebagian mengabadikannya dengan telepon genggam.
Di tengah kerumunan, Ahmad Alfani Hasan, mahasiswa Sosiologi angkatan 2023, berdiri bergantian memegang pengeras suara.
Sesekali ia melihat ke arah teman-temannya yang mengenakan topeng kertas bergambar Presiden Prabowo dengan tanda silang merah.
Bagi Ahmad dan kawan-kawannya, aksi itu bukan sekadar demonstrasi dadakan.
Ia menyebutnya sebagai hasil konsolidasi panjang yang melibatkan berbagai fakultas di lingkungan UIN Walisongo.
"Kami sudah melakukan propaganda media dan diskusi cukup lama. Ini bentuk komitmen bahwa mahasiswa tetap mengawal kondisi Indonesia hari ini," ujarnya, Jumat (12/6/2026) sore.
Ahmad menyadari kalimat itu terdengar bombastis. Namun, menurutnya, pesan tersebut tidak dimaksudkan sebagai ajakan melakukan kekerasan secara nyata.
Ia menjelaskan, simbol itu merujuk pada pelajaran sejarah dan sosiologi yang mereka kaji, khususnya tentang Revolusi Prancis, ketika rakyat bangkit melawan kekuasaan yang dianggap gagal memenuhi harapan masyarakat.
"Bukan dalam arti konkret. Ini alarm merah bahwa kondisi hari ini sudah sangat darurat dan sudah saatnya ada perubahan," katanya.
Di sela-sela orasi, mahasiswa lain bergantian meneriakkan tuntutan.
Beberapa poster bertuliskan "Reformasi" dan kritik terhadap kondisi ekonomi serta kebijakan pemerintah diangkat tinggi-tinggi.
Bagi Ahmad, kata reformasi yang mereka usung bukan sekadar mengulang sejarah 1998.
Ia menilai ada sejumlah cita-cita reformasi yang belum terwujud, termasuk kekhawatiran terhadap peran militer di ruang sipil.
Kerumunan sesekali bertepuk tangan ketika orator menyampaikan kritik.
Ada yang duduk di aspal, ada pula yang berdiri sambil mengepalkan tangan ke udara.
Aksi di halaman kampus itu juga disebut sebagai awal dari gerakan yang lebih besar.
Ahmad mengatakan pihaknya membuka kemungkinan bergabung dengan mahasiswa dari kampus lain untuk turun ke jalan dalam waktu dekat.
Suara klakson kendaraan bersahutan di kawasan kampus Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas, Kamis (11/6/2026) sore.
Baca: Pria Pembawa Tiga Botol Diduga Bom Molotov saat Demo Mahasiswa di DPR Resmi jadi Tersangka
Bukan karena kemacetan atau kecelakaan lalu lintas, melainkan sebagai respons para pengendara terhadap poster bertuliskan "Klakson Kalau Kamu Capek Jadi WNI".
Poster itu dibentangkan sejumlah mahasiswa di bundaran dalam kompleks kampus.
Tak lama kemudian, suara klakson terdengar berulang kali dari sepeda motor maupun mobil yang melintas.
Respons itu disambut sorak-sorai dan tepuk tangan para mahasiswa.
Penanggung jawab aksi, Memet, mengatakan kegiatan ini digelar secara spontan saat Komunitas Lapak Baca UMP mengadakan kegiatan rutin melapak di lingkungan kampus.
"Untuk estimasi yang mengikuti aksi kurang lebih 20-an orang silih berganti, karena aksi itu dilakukan secara spontan dan melibatkan orang-orang yang berlalu-lalang di lingkungan kampus," kata Memet kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (12/6/2026).
Peserta aksi ternyata tidak hanya berasal dari UMP.
Sejumlah mahasiswa lain dari Universitas Harapan Bangsa (UHB) dan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) juga ikut bergabung dan menyemarakan aksi.
Memet menjelaskan, ide aksi tersebut muncul setelah melihat konten serupa yang beredar di media sosial.
"Pada saat melihat konten tersebut kami mempunyai ide melakukan di saat kegiatan kami melapak hari Kamis," ujarnya.
Ia mengatakan, penggunaan klakson kendaraan sebagai media penyampaian aspirasi dipilih karena dinilai unik dan mudah melibatkan masyarakat secara langsung.
(Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Di Balik Viralnya Klakson Kalau Kamu Capek Jadi WNI hingga Foto Prabowo Diberi Silang Merah
Editor Video:VP Magang Dwi Sulistyo Wati
# jawa tengah # mahasiswa # demo # viral
Sumber: Tribunnews.com
Terkini Nasional
Sosok Tiyo Ardianto! Ketua BEM UGM yang Viral jadi Sorotan Tokoh Nasional Dinilai Hina Presiden
4 jam lalu
Terkini Nasional
Pria Pembawa Tiga Botol Diduga Bom Molotov saat Demo Mahasiswa di DPR Resmi jadi Tersangka
5 jam lalu
Terkini Nasional
BEM UI Klarifikasi soal Demo Jakarta, Sudah Kirim Surat Pemberitahuan sejak 9 Juni 2026
5 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.