Rabu, 29 April 2026

Terkini Nasional

Parpol Pendukung Jokowi Sepakat Perppu KPK Jadi Opsi Terakhir untuk Polemik UU KPK

Senin, 7 Oktober 2019 19:02 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail

TRIBUN-VIDEO.COM - Sekretaris Jenderal PPP yang kini menjadi Wakil Ketua MPR, Arsul Sani mengatakan bahwa Parpol Pendukung Jokowi pada Pemilu lalu, sepakat menilai bahwa Perppu KPK merupakan opsi terakhir menyikapi polemik UU KPK.

"Kalau dalam bahasa yang simpel harus jadi opsi yang paling akhir. setelah semuanya dieksplor dengan baik tentunya," ujar Arsul Sani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, (7/10/2019).

Arsul Sani menyatakan, pernyataan Ketua Umum NasDem Surya Paloh yang menyebut Parpol pendukung Jokowi sepakat menolak Presiden menerbitkan Parppu dapat diartikan bahwa Perppu merupakan opsi terakhir.

Karena menurut Arsul, menerbitkan Perppu merupakan hak yang dimiliki presiden, sementara partai Politik hanya memberikan pertimbangan.

"Karena bagaimanapun Perppu adalah kewenangan konstitusionalnya presiden. tapi tentu partai-partai koalisi punya hak juga berdasarkan keyakinannya untuk juga menyampaikan pandangannya dan itu sudah disampaikan pada presiden," katanya.

Arsul yakin Presiden akan matang dalam mengambil keputusan mengenai perlu tidaknya menerbitkan Perppu. Presiden akan terlebih dahulu meminta pendapat Parpol pengusungnya di parlemen mengenai Perppu tersebut. Sehingga keputusan Presiden nantinya, tidak akan menjadi konflik dengan DPR.

"Presiden tentu dalam memutuskan akan berkomunikasi, maka tentu tidak akan berkonfliklah, akibat dari satu keputusan final presiden," katanya.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Petinggi PPP: Presiden Tak Akan Berkonflik dengan DPR Soal Perppu KPK

ARTIKEL POPULER:

Baca: VIDEO: Unjuk Rasa Mahasiswa Tak Pengaruhi Kepuasan Publik atas Kinerja Presiden Jokowi

Baca: Presiden Jokowi Terus Didesak Koalisi Masyarakat untuk Segera Terbitkan Perppu KPK

Baca: Komentar Iwan Fals soal Presiden Jokowi Kalahkan Kinerja Presiden Amerika Serikat dan Rusia

 

TONTON JUGA:

Editor: fajri digit sholikhawan
Reporter: Taufik Ismail
Video Production: Ananda Bayu Sidarta
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved