Tribunnews Wiki

Cakrabirawa, Pasukan Penjaga Keselamatan Presiden dan Wakil Presiden

Kamis, 12 September 2019 18:47 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Cakrabirawa (ejaan lama: Tjakrabirawa) memiliki sejarah yang panjang.

Sebelum Soekarno memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia, telah terbentuk Polisi Istimewa atau Tokubetsu Keisatsu Tai, yang mmemiliki tugas untuk mengawal presiden.

Kesatuan ini lah yang nantinya akan menjadi cikal bakal Cakrabirawa.

Di daerah Jakarta, Polisi Istimewa juga dikenal dengan nama 'Polisi Macan'.

Kala itu 'Polisi Macan' tersebut dipimpin oleh Gatot Suwiryo.

Pada tahun 1945, Gatot Suwiryo memindahkan pasukan Polisi Macan ke dlama Pasukan Pengawal Pribadi Presiden atau Tokomu Kosaku Tai.

Pasukan tersebut dipimpin oleh Mangil Martowidjojo dan bermarkas di Kantor Pusat Kementerian Negara, sekaligus asrama di Gedung Kementerian Dalam Negeri di bawah pimpinan Raden Said Soekanto.

Kala itu, Pasukan Pengawal Pribadi Presiden memiliki beberapa tugas antara lain sebagai berikut.

Mengamankan perayaan Proklamasi Kemerdekaan RI 17/8/1945

Membantu pengamanan Rapat Raksasa di Lapangan Ikada pada bulan September 1945

Mengawal rombongan Presiden dan Wakil Presiden dalam perjalanan secara rahasia menggunakan kereta api dari Jakarta menuju Yogyakarta pada 3 Januari 1946.

Pasukan Pengawal Presiden

Pasukan Pengawal Pribadi Presiden sukses mengungsikan rombongan Presiden dan Wakil Presiden ke Yogyakarta.

Selanjutnya, Said Soekanto membentuk kesatuan khusus bernama Pasukan Pengawal Presiden (PPP) pada 1947.

Pasukan Pengawal Presiden kala itu dikomandani oleh Mangil.

PPP memiliki tugas utama untuk menjaga keselamatan pribadi presiden dan wakil presiden, beserta seluruh anggota keluarganya.

Meski telah mendapatkan pengawalan dari PPP, berbagai upaya pembunuhan terhadpa Presiden Soekarno tetap terjadi hingga tahun 1962.

Merespon hal tersebut, Letkol CPM Sabur menghadap ke Istana Merdeka.

Ia menyampaikan laporan bahwa Departemen Pertahanan dan Keamanan berencana untuk membentuk Pasukan Pengawal Istana Presiden (PPIP).

PPIP merupakan penyempurnaan dari PPP.

Selain Letkol CPM Sabur, Jenderal AH Nasution juga memiliki ide yang serupa.

Namun kala itu Presiden Soekarno menolak rencana pembentukan tersebut.

Presiden Soekarno menilai Detasemen Kawal Pribadi (DKP) yang dibentuk oleh Mangil sudah cukup.

Lahirnya Cakrabirawa

Pada masa-masa itu, Letkol Sabur tetap mendesak Presiden Soekarno untuk membentuk PPIP.

Seiring berjalannya waktu, upaya tersebut membuahkan hasil.

Bahkan, Presiden Soekarno menunjuk Letkol Sabur sebagai Komandan PPIP.

Kala itu, anggota PPIP berasal dari semua angkatan dan kepolisian.

PPIP resmi terbentuk dengan nama Cakrabirawa.

Dalam dunia pewayangan, Cakrabirawa merupakan senjata milik Prabu Kresna.

Cakrabirawa diresmikan pada 6 Juni 1962 oleh Presiden Soekarno.

Cakrabirawa dikomandani oleh Sabur, yang sudah naik pangkat menjadi Brigjen.

Sementara itu, Kolonel Maulwi Saelan bertindak sebagai Wakil Komandan Cakrabirawa.

Kala itu dikatakan kekuatan pasukan Cakrabirawa mencapai 3000 personel, berasal dari semua angkatan.

Personel Cakrabirawa

Pasukan Cakrabirawa berasal dari pasukan yang memiliki kemampuan andal.

Biasanya mereka adalah pejuang gerilya yang menonjol.

Para anggota Cakrabirawa direkrut dari bekas Pasukan Raider Angkatan Darat, Korps Komando (KKO) Angkatan Laut, Pasukan Gerak Tjepat (PGT) ANgkatan Udara, dan Brigade Mobil.

Pauskan Cakrabirawa diberi nama Batalyon KK (Kawal Kehormatan).

Batalyon tersebut diberi nomor urut I hingga IV.

Batalyon I dan II bertugas di Jakarta.

Kala itu Batalyon I bermarkas di Jalan Tanah Abang, yang kini menjadi markas Paspampres.

Batalyon I KK berasal dari satu Batalyon Angkatan Darat yang dipimpin oleh Mayor Eli Ebram.

Eli Ebram kemudian diganti oleh Letkol Untung, pindahan dari Kodam VII/Diponegoro, Jawa Tengah.

Batalyon II menempati Asrama Kwini, yang kini ditempati Marinir ANgkatan Laut, sebagai markas.

Batalyon II KK eks Pasukan KKO Angkatan Laut dipimpin oleh Mayor KKO Saminu, yang naik pangkat menjadi Letkol KKO.

Sementara itu, Batalyon III dan IV ditugaskan di Istana Bogor, Cipanas, Yogyakarta, dan Tampaksiring.

Batalyon III KK berasal dari PGT Angkatan Udara.

Batalyon IV KK berasal dari Brimob Angkatan Kepolisian, dipimpin oleh Komisaris Polisi M Satoto, yang naik pangkat menjadi Ajun Komisaris Besar Polisi (Letkol Polisi RI).

G30S/PKI

Letkol Untung dan satu peleton Cakrabirawa dari Batalyon I KK, yang dipimpin Lettu Dul Arif, terlibat dalam gerakan G30S.

Bahkan, mereka ditengarai sebagai motor utama dalam aksi penculikan dan pembunuhan para Jenderal Pahlawan Revolusi.

Akibat peristiwa tersebut, nama Cakrabirawa menjadi tercoreng.

Pemerintah Orde Baru menganggap semua anggota Cakrabirawa sebagai pendukung PKI.

Pasukan Cakrabirawa resmi dibubarkan pada 28 Maret 1966.

Menyusul pembubaran tersebut, banyak pimpinan dan personel Cakrabirawa yang ditangkap tanpa melalui proses pengadilan.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Ahmad Nur Rosikin)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan judul: Cakrabirawa

ARTIKEL POPULER:

Baca: Pedangdut Senior Ida Laila Meninggal Dunia, Sudah Idap Berbagai Penyakit Sejak 7 Tahun Lalu

Baca: Sangat Melekat dengan BJ Habibie, Christine Hakim: Reza Rahadian adalah Anak Ideologis Pak Habibie

Baca: Sejarah Pengibaran Bendera Setengah Tiang, Salah Satu Bentuk Berkabung

TONTON JUGA:

Editor: Tri Hantoro
Video Production: Panji Anggoro Putro
Sumber: TribunnewsWiki
Tags
   #Cakrabirawa
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved