Terkini Daerah

VIDEO: Bunuh Ayah dan Anak Agar Bebas dari Utang, Pelaku AK: Mungkin Banyak Nonton Sinetron

Rabu, 4 September 2019 10:59 WIB
Tribunnews Bogor

TRIBUN-VIDEO.COM - Otak pembunuhan Edi Chandra Purnama atau Pupung Sadili (54) dan M Adi Pradana atau Dana (23), Aulia Kesuma blak-blakan perihal rencana pembunuhannya.

Menurut Aulia Kesuma, dirinya mengaku tak berencana untuk memanggang jenazah Pupung Sadili dan Dana dalam mobil di Cidahu Sukabumi, Minggu (25/8/2019).

Melainkan ia ingin menjatuhkan mobil yang berisi jenazah Pupung Sadili dan Dana ke dalam jurang.

Sebelum blak-balakan membongkar hal tersebut, Aulia Kesuma terlebih dulu meminta maaf.

Ia mengaku menyesal sudah membunuh suami dan anak tirinya.

"Yang saya lakukan, saya menyesal, saya minta maaf kepada keluarganya Pak Edi," ucap Aulia Kesuma menunduk sambil terbata-bata, dilansir TribunnewBogor.com dari Kompas.TV, Selasa (3/9/2019).

Setelah itu, Aulia Kesuma mengaku bahwa motifnya membunuh adalah untuk membebaskan utang Rp 10 M yang menjeratnya.

Begitu Pupung Sadili dan Dana meninggal, rumah yang selama ini menjadi perdebatan itu akan disita oleh bank.

Seperti diketahui, rumah Aulia Kesuma dan Pupung Sadili yang terletak di Lebak Bulus ini sempat ingin dijual oleh Aulia Kesuma untuk membayarkan utang tersebut.

Namun Pupung Sadili menolak keras.

Alhasil, menurut Aulia Kesuma ketika Pupung Sadili dan Dana meninggal, maka otomatis rumah tersebut akan disita oleh bank untuk melunasi utang tersebut.

Setelah bebas dari utang dan Pupung Sadili serta Dana, Aulia Kesuma mengaku lega.

Ia berharap hidupnya dan sang anak akan damai.

"Saya pikirannya simpel saja, dengan Pak Edi tidak ada, Dana gak ada, itu rumah bisa kesita bank, dan sisanya juga gak banyak. Utang itu tidak saya bayar tapi disita sama bank," ucap Aulia Kesuma.

"Dan setelah itu, saya bisa hidup damai dengan anak saya. Itu saja. Jujur saya lega mengucap alhamdulillah, karena saya bisa lepas dari utang yang menghimpit saya, benar-benar menghimpit saya," tambah Aulia Kesuma.

"Rp200 juta per bulan itu cari dari mana pak, cari dari mana," tegas Aulia Kesuma.

Untuk memuluskan rencana agar bisa bebas dari utang, Aulia Kesuma pun membuat skenario Kebakaran.

Diwartakan sebelumnya, Aulia Kesuma sudah merencanakan pembunuhan di Kalibata sejak Jumat (23/8/2019) malam.

Keesokan harinya, Aulia Kesuma pun membawa 2 dari 4 pembunuh bayaran itu untuk mengeksekusi Pupung Sadili dan Dana.

Untuk diketahui, Pupung Sadili dan Dana dibunuh dengan cara diracun menggunakan 30 butir obat tidur jenis vandres.

Setelah diracun, keduanya dibekap di rumahnya di Lebak Bulus pada Sabtu (24/8/2019) malam.

Hari Minggu (25/8/2019) paginya, Aulia Kesuma (35) dan anaknya Kelvin alias KL serta juga dua pembunuh bayaran ini sempat mensetting agar kedua korban terlihat meninggal karena Kebakaran.

Aulia Kesuma dan Kelvin mensetting penempatan obat nyamuk di tiga tempat disertai siraman bensin.

"Mereka memasang korek api di ujung obat nyamuk tersebut. Ketika api obat nyamuk sampai ke ujung dan kena korek api maka akan meledak. Itu di 3 tempat yakni di kamar (Edi), dekat mobil berisi mayat (Garasi) dan di kamar Dana," terang Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi.

Pengungkapan dari polisi ini pun dibenarkan oleh Aulia Kesuma.

"Awalnya saya hanya ingin kebakaran. Saya tahu persis begitu garasi terbakar, pemadam Kebakaran akan langsung datang."," ucap Aulia Kesuma, dilansir TribunnewsBogor.com dari Kompas.TV, Selasa (3/9/201).

Kebakaran tersebut menurut Aulia Kesuma akan menyulitkan polisi untuk sidik jari.

"Jadi saya bukan berarti Dana sama Pak Edi itu gosong. Tapi hanya luka bakar, ya setidaknya menghilangkan sidik jari. Gitu aja sih tujuannya," ucap Aulia Kesuma tenang.

"Ceritanya seperti itu, bukan untuk sengaja dibakar. Tapi kesininya kita panik ya," tegas Aulia Kesuma.

Meski begitu, Aulia Kesuma membantah bahwa skenario obat nyamuk bakar itu bukanlah ide darinya.

"Tapi itu bukan ide saya. Boleh ditanyain sama bukti-bukti yang ada, bahwa itu bukan ide saya untuk menaruh obat nyamuk bakar di kamarnya Dana maupun di kamar Pak Edi, itu bukan ide saya," tegas Aulia Kesuma.

Setelah rencana Kebakaran itu tak terlalu berhasil, Aulia Kesuma lantas membawa jenazah Pupung Sadili dan Dana ke dalam mobil.

Namun Aulia Kesuma mengaku tak ada niat sama sekali ia membawa jenazah suami dan anak tirinya ini ke Cidahu.

"Karena kepanikan-kepanikahn yang terjadi sama saya, itu pun dalam perjalanan yang sesungguhnya kita tu ga tahu arah, bukan kita menuju oh arahny ke Cidahu, enggak," ucapnya.

Tapi memang untuk membakar mobil, Aulia Kesuma tak terlalu berencana.

Malah, Aulia Kesuma dan Kelvin berencana mendorong mobil tersebut ke jurang.

"Jadi memang awalnya saya pengen apinya kecil, nyala, setelah itu, mobilnya didorong ke jurang," bongkar Aulia Kesuma.

Namun ternyata api tersebut sangat besr sehingga membuat mobil yang berisi jenazah Pupung Sadili dan Dana itu meledak.

Karena hal tersebut, Kelvin pun mengalami luka bakar akibat ledakan tersebut.

"Saya tadinya tidak menduga kalau mobil itu akan meledak seperti itu. Sampai Kelvin itu luka bakar," ujar Aulia Kesuma.

Diungkapkan Aulia Kesuma, rencana-renacana trersebut terinspirasi dari sinetron yang kerap ia tonton.

"Kita tuh mungkin karena terlalu banyak nonton film sinetron kali ya," tandas Aulia Kesuma. (TribunnewsBogor / Uyun)

Artikel ini telah tayang di tribunnewsbogor.com dengan judul Ingin Dorong Mobil Pupung & Dana ke Jurang Tapi Keburu Meledak, Aulia Kesuma: Banyak Nonton Sinetron

ARTIKEL POPULER:

Baca: VIDEO: Mengaku Lega Setelah Bunuh Suami dan Anak, AK: Saya Bersyukur Terlepas dari Himpitan Utang

Baca: Psikolog Ungkap Pribadi AK yang Bunuh Suami dan Anaknya, Sejak Muda Selesaikan Masalah secara Instan

Baca: Fakta Baru Tewasnya Anak dan Ayah di Sukabumi, Pembunuh Bayaran Justru Gagalkan Semua Perintah AK

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Purwariyantoro
Sumber: Tribunnews Bogor
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved