TRIBUNNEWS UPDATE

Fakta Baru Tewasnya Anak dan Ayah di Sukabumi, Pembunuh Bayaran Justru Gagalkan Semua Perintah AK

Selasa, 3 September 2019 11:32 WIB
Tribun Video

TRIBUN-VIDEO.COM - Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto mengatakan, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan anaknya, M Adi Pradana alias Dana (23) dibunuh dengan cara diracun menggunakan obat tidur jenis Vandres.

Setelah korban tewas, pelaku AK diketahui meminta pembunuh bayaran yang ia sewa, yakni S dan A untuk memasang obat nyamuk agar seolah korban tewas lantaran terbakar.

Dikutip dari Kompas.com, bukannya melakukan perintah sesuai yang diminta oleh AK, satu dari obat nyamuk yang dipasang pelaku, sengaja diludahi agar tak membakar korban.

Saat skenario tersebut, korban Pupung dan Dana diketahui diikat di garasi dan tubuhnya dililit dengan menggunakan sumbu kompor.

Namun, saat pembunuh bayaran diminta AK membakar obat nyamuk tersebut, pelaku dengan sengaja mematikan dua sumber api di kamar dan juga garasi Edi.

Lantaran rencananya gagal, pelaku KV kemudian yang akhirnya membawa jasad Pupung dan Dana untuk dibakar sendiri tanpa bantuan pembunuh bayaran.

(Tribun-video.com/Nila)

ARTIKEL POPULER:

Baca: Video Pembunuhan Anak dan Ayah, Polisi Luruskan Hubungan Pelaku AK & KV yang Sempat Simpang Siur

Baca: Kasus Pembakaran Ayah dan Anak Tiri, Terungkap Fakta Baru soal Pelaku KV yang Disebut Anak AK

Baca: Aulia Kesuma Panggil Buruh Tani untuk Bersih-bersih, Ternyata Diminta Bunuh Suami & Anak Tirinya

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Reporter: Nila
Video Production: Ignatius Agustha Kurniawan
Sumber: Tribun Video
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved