Senin, 15 Juni 2026

Tribunnews Update

Trump Geram kepada Netanyahu, Tuding Serangan Israel di Beirut Hambat Perdamaian dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 07:13 WIB
Tribun Video

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump meluapkan kekesalannya kepada Israel.

Buntut serangan udara Israel ke Beirut, Lebanon, dinilai menghambat proses penandatanganan kesepakatan damai Timur Tengah.

Di mana sebelumnya serangan itu disebut tinggal menunggu hitungan jam.

Trump pada Minggu (14/6/2026) menegaskan perjanjian untuk mengakhiri konflik di kawasan tersebut sebenarnya sudah sangat dekat untuk disepakati.

Baca: Trump Cabut Blokade Selat Hormuz seusai AS-Iran Damai, Kapal Diizinkan Melintas Tanpa Biaya Tol

Namun, ia menilai operasi militer Israel di Beirut justru memicu ancaman balasan dari Iran dan memperlambat proses yang sedang berlangsung.

Trump mengatakan serangan Israel telah membahayakan proses penandatanganan kesepakatan yang selama ini dinegosiasikan.

"Seharusnya sekarang. Sekarang dijadwalkan untuk beberapa jam dari sekarang," ujar Trump saat berbicara kepada Axios, Minggu (14/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Trump juga melontarkan kritik keras kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Ia mempertanyakan keputusan Israel melancarkan serangan ketika proses diplomasi sedang memasuki tahap akhir.

Baca: Israel Ketar-Ketir setelah Gempur Beirut! Militer Siaga Hadapi Potensi Serangan Balasan Secepatnya

"Mengapa Bibi harus melakukan serangan f**king?" kata Trump.

Presiden AS itu mengaku telah menyampaikan langsung ketidaksenangannya kepada Netanyahu.

"Aku sangat kesal. Aku memberitahunya. Dia tidak memiliki penilaian sialan," ujarnya.

Trump sebelumnya meyakini kesepakatan dengan Iran dapat segera tercapai dan membawa perdamaian yang lebih luas di Timur Tengah, termasuk di Lebanon.

Namun, serangan Israel di pinggiran selatan Beirut yang dikenal sebagai basis Hizbullah memicu respons keras dari Teheran.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menilai serangan tersebut menunjukkan keraguan terhadap komitmen Washington dalam mewujudkan kesepakatan.

"Serangan itu menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki keinginan untuk melaksanakan komitmennya atau tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya," ujar Ghalibaf melalui akun X, Minggu (14/6/2026).

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Al Arabiya dengan judul Trump insists Middle East peace deal ‘hours’ away, blames Israel for delay 

Editor: Bintang Nur Rahman
Reporter: Thalia AshrizarDhanessa
Video Production: Mellinia Pranandari Putri Kristianto
Sumber: Tribun Video

Tags
   #Trump   #Netanyahu   #serangan   #Israel   #perdamaian   #Iran

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved