Saksi Kata
Modus Motor Mogok! Begal Sadis Habisi Pemuda 20 Tahun di Tengah Kebun Sawit
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIIBUN-VIDEO.COM - Kasus kakak adik yang menjadi korban begal di Desa Pangkalan Panduk, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Riau pada Jumat (29/5/2026) malam lalu menjadi sorotan di tengah masyarakat.
Pasalnya, aksi begal yang sangat sadis menyerang kedua korban bernama Zulfan Hulu (20) dan adiknya Zelvin Hulu (19).
Menyebabkan Zulfan Hulu meninggal dunia dengan luka parah di kepala bagian belakang yang diduga karena dibacok oleh terduga pelaku.
Korban bersimbah darah saat ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Saat dibawa ke Puskesmas untuk mendapatkan pertolongan media, Zulfan telah menghembuskan nafas terakhirnya.
"Korban Zulfan telah dikebumikan pada Minggu kemarin di Desa Kemang. Lukanya cukup parah di kepala belakang akibat benda tajam. Sepeda motornya juga hilang," ungkap pengacara keluarga korban Eprisman Arianjaya Nduru SH kepada tribunpekanbaru.com, Senin (1/6/2026).
Berdasarkan cerita dari korban Zelvin yang selamat dari Pencurian dengan Kekerasan (Curas) itu, kejadian berlangsung cukup cepat.
Zulfan dan Zelvin diketahui berkerja di kebun kelapa sawit milik warga di Desa Pangkalan Panduk, Kerumutan.
Mereka juga tinggal di rumah pondok yang ada di tengah kebun pribadi itu dan baru satu bulan bekerja di areal itu.
Sekitar pukul 16.00 wib pada hari naas itu, Zulfan dan Zelvin membeli air isi ulang dengan galon menggunakan sepeda motor jenis Honda Revo.
Saat hendak kembali ke rumah pondok di tengah jalan tiba-tiba saja ada dua orang laki-laki keluar dari semak-semak.
"Satu orang ciri-cirinya gigi bagian depan ompong dua dan badannya pendek. Sedangkan satu lagi berambut keriting dan badannya tinggi," tutur Eprisman Nduru.
Kedua pria tak dikenal itu mencegat kedua korban dengan cara baik-baik.
Mereka meminta tolong untuk menarik sepeda motor karena rusak. Kedua kakak adik itu melihat di sekitar tak ada orang lain, korban merasa iba dan bersedia menolong terduga pelaku.
Selanjutnya, korban di arahkan ke tempat sepeda motor pelaku. Mereka berjalan beriringan dimana Zulfan dan Zelvin tetap naik sepeda motor sedangkan kedua pria itu berjalan kaki mengikuti dari belakang.
Setelah berjalan sejauh 30 meter, tiba-tiba pelaku yang giginya ompong mengambil kayu balok untuk menyerang mereka.
"Melihat mereka mau diserang, korban berpencar. Zelvin lari ke arah belakang dan dikejar oleh pelaku yang gigi depannya ompong. Sedangkan abangnya dikejar pelaku yang satunya lagi," tambah Eprisman Nduru.
Korban Zelvin dipukul pakai kayu balok yang mengenai punggung dekat bahu belakang.
Sadarnya nyawanya terancam, korban Zelvin pura-pura pingsan untuk mengelabui pelaku begal itu.
Ternyata ia berhasil dan pelaku mengikat tangan korban menggunakan lakban.
Setelah itu, korban Zelvin tidak mengetahui apa yang terjadi selanjutnya sampai sepeda motor mereka terdengar dibawa kabur.
Usai menunggu beberapa lama dan kondisi dinilai telah aman, Zelvin membuka matanya dan menggigit lakban yang mengikat tangannya.
Ia bergegas mencari keberadaan kakaknya Zulfan. Setelah dicari, korban Zulfan ditemukan di dekat semak-semak depan kondisi terluka parah. Darah segar mengucur dari kepala bagian belakangnya.
Zelvin melepas lakba yang terikat di tangan kakaknya dan mengajak untuk pulang. Namun sang kakak mengaku tidak tahan untuk berdiri dan berjalan lagi. Kondisinya seperti setengah sadar akibat luka yang dideritanya.
"Zelvin kemudian pulang ke rumah, melaporkan kepada keluarganya dan warga lain. Kemudian datang ke TKP lagi, hari sudah mau gelap. Mereka pakai senter menemui korban," katanya.
Saat korban Zulfan ditemukan, kondisinya hampir tidak sadarkan diri dengan darah yang banyak keluar dari kepala belakang. Namun masih bernafas dan ada tanda-tanda kehidupan.
Ia kemudian dibawa ke Puskesmas Bunut untuk mendapatkan pertolongan medis. Setibanya di Puskesmas, tim medis yang memeriksa menyatakan korban telah meninggal dunia.
Terdapat luka menganga akibat benda tajam di kepala belakang. Pihak keluarga membawa korban kembali ke rumah untuk disemayamkan. Keeseokan harinya, Sabtu (30/5/2026), jenazah korban dibawa ke rumah keluarganya di Pangkalan Kerinci.
Korban dikebumikan pada Minggu (31/5/2026) lalu.
"Keluarga langsung membuat laporan ke Polsek Kerumutan atas kejadian tersebut," ujarnya.(*)
Artikel ini telah tayang di TribunPekanbaru.com dengan judul Zelvin Pura-pura Pingsan, Kronologis Kakak Adik di Pelalawan Dibegal Versi Keluarga, Kakaknya Tewas
Program: Saklsi Kata
Sumber: Tribun Pekanbaru
Editor: Untung Sofa Maulana
#saksikata #begal #begalsadis #pelalawanriau #kriminal #kejahatan #tewas #korbanbegal #riau
Video Production: Untung SofaMaulana
Sumber: Tribun Pekanbaru
tribunnews update
Lonjakan Karier Kadis PUPR-PKPP Arief Setiawan sebelum Terjerat Kasus Korupsi Gubernur Nonaktif Riau
4 hari lalu
tribunnews update
Kronologi Korupsi Gubernur Nonaktif Abdul Wahid CS, OTT KPK Ungkap 3 Aliran Dana Janggal di 2025
4 hari lalu
Tribunnews Update
Sosok Dani M Nursalam, Tenaga Ahli Pemprov Riau Terseret Kasus Korupsi Gubernur Nonaktif Abdul Wahid
4 hari lalu
Tribunnews Update
JPU Hadirkan Abdul Wahid sebagai Saksi Mahkota dalam Sidang Lanjutan Dugaan Korupsi di PN Pekanbaru
4 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.