Kamis, 11 Juni 2026

Saksi Kata

"Kami Hanya Bisa Berdoa" Kisah Pilu Keluarga Nelayan yang Hilang di Laut Flores

Kamis, 11 Juni 2026 18:32 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Pencarian Yohanes Wangge alias Yani (44), nelayan asal Desa Paga, Kabupaten Sikka, yang hilang sejak Selasa (28/4/2026) dini hari terus berlanjut.

Isak tangis dan doa menyelimuti kediaman Yohanes Wangge. Pihak keluarga mengungkapkan bahwa Yani nekat melaut meski kondisi fisiknya sedang tidak bugar.

Ibu mertua korban, Bernadeta Mbago, mengatakan bahwa sebelum kejadian, pihak keluarga sebenarnya sudah melarang Yani untuk pergi melaut.

Hal ini dikarenakan kondisi kesehatan Yani yang belum pulih total. Menantunya itu sebenarnya sedang dalam masa pemulihan setelah menderita sakit selama satu bulan terakhir.

"Kita sudah melarang dia untuk jangan pergi melaut kali. Saya sudah sampaikan langsung di rumah terus-terus selama dia sakit. Saya yang rawat Yani saat sakit. Saya sempat beritahu dia nanti sehat dulu, baik-baik dulu baru pergi melaut," ujar Bernadeta saat ditemui di kediamannya, Jumat (1/5/2026).

Bernadeta menceritakan, Yani mengalami gangguan kesehatan pada tangannya.

"Dia sakit tangan kaku. Tangan kirinya agak kaku, tapi dia berusaha (untuk melaut)," tambahnya.

Kendala BBM dan Pencarian hingga Larantuka

Keluarga telah mengerahkan segala upaya, termasuk mengirim anak kedua korban untuk ikut menyisir perairan hingga ke wilayah Flores Timur. Namun, kendala logistik menjadi hambatan utama.

"Ini ada anak-anak yang sampai di Pantai Owa (Larantuka). Mereka kehabisan BBM, akhirnya mereka turun ke pantai lapor di desa sekitar itu. Akhirnya saya transferkan uang Rp 750.000 untuk beli BBM. Kejadian kemarin hari Kamis, mereka sampai tidur di Larantuka," ungkap Bernadeta.

Keluarga kini hanya bisa pasrah sembari berharap bantuan armada yang lebih besar dari pemerintah.

"Harapan kami supaya dia kembali, hadir di tengah-tengah istri anaknya. Ini tulang punggung keluarga ini," pungkasnya.

Kronologi Hilang dan Pencarian Mandiri

Yani dilaporkan berangkat melaut sendirian pada Selasa dini hari sekitar pukul 02.00 WITA. Kekhawatiran muncul ketika hingga pukul 14.00 WITA, Yani tak kunjung kembali ke daratan, sementara rekan-rekan nelayan lainnya sudah merapat ke pantai.

Keluarga sempat mencoba menghubungi ponsel Yani pada Selasa petang. Meski nada sambung terdengar aktif, panggilan tersebut tidak kunjung diangkat hingga akhirnya ponsel korban mati total pada hari Rabu.

Bernadeta menambahkan, keluarga telah mengupayakan pencarian mandiri menggunakan beberapa unit kapal (body) hingga ke wilayah perairan Ende, Ndori, hingga Larantuka.

"Anak keduanya juga ikut mencari bapaknya. Mereka sempat sampai di Pantai Owa (Flores Timur) tapi kehabisan BBM. Saya terpaksa transfer uang ke kepala desa di sana untuk bantu mereka beli solar supaya bisa lanjut cari," tuturnya.

Keluarga berharap pemerintah dan instansi terkait dapat memberikan bantuan armada kapal yang lebih besar serta dukungan logistik BBM agar area pencarian bisa diperluas.


Artikel ini telah tayang di Tribunflores.com dengan judul Nelayan Paga Sikka Hilang saat Melaut, Bernadeta: Kami Sudah Larang karena Yani Masih Sakit .(*)

Program: Saksi Kata
Sumber: Tribun Flores
Editor: Untung Sofa Maulana

#saksikata #nelayan #nelayanhilang #paga #sikka #flores #hilang

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Untung SofaMaulana
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Saksi Kata   #nelayan hilang   #nelayan   #Sikka   #Flores   #hilang   #laut Flores

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved