Sabtu, 13 Juni 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Cara Keluarga Dampingi Sharfina, Jemaah Penyandang Autisme Jalani Rangkaian Haji

Selasa, 9 Juni 2026 21:07 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Di tengah jutaan manusia yang memadati Tanah Suci, terselip kisah yang menggetarkan hati dari Sharfina Diah Nuratika atau yang karib disapa Fina.

Penyandang disabilitas autisme asal Tangerang Selatan, Banten itu memang tidak banyak berbicara tentang makna haji yang sedang dijalaninya.

Namun melalui tindakan dan rutinitas yang dipahami, anak kedua dari pasangan Lilis Ardifiyanti dan Andradiet Ixvetrial Jacob Alis itu berhasil mengikuti seluruh rangkaian ibadah bersama keluarganya.

Bagi Fina, Makkah bukan tempat yang benar-benar asing. Jauh sebelum berhaji, ia sudah dua kali diajak keluarganya menjalani ibadah umrah yaitu pada tahun 2008 dan tahun 2023.

Saat ditanya tentang Makkah, Fina mampu menjawab dengan sederhana. Ia tahu, di Kota Suci itu terdapat Ka'bah yang pernah ia lihat saat umrah.

"Saat di rumah, kita tanya, 'Dek, kalau umrah ke mana?' 'Ke Makkah.' 'Lihat apa?' 'Lihat Ka'bah.' 'Adek harus apa?' 'Berjalan'," tutur Lilis saat ditemui tim Media Center Haji (MCH) di Makkah, Arab Saudi, Minggu (8/6/2026).

Baca: Satu Jemaah Haji Asal Trenggalek Meninggal di Tanah Suci, Punya Riwayat Sakit Jatung

Meski demikian, Lilis mengakui putrinya membutuhkan bantuan untuk memahami tahapan-tahapan ibadah yang akan dijalani.

Sebagai penyandang autisme, Fina membutuhkan arahan dan penjelasan yang terstruktur agar lebih mudah memahami suatu aktivitas.

"Jadi kita mesti bantu dia. Harus dikasih petunjuk," kata Lilis.

Di balik keterbatasannya, Fina memiliki kemampuan yang membuat orang tuanya bangga. Ia mampu membaca Al-Quran dan menghafal sejumlah surat pendek.

Kemampuan itu menjadi salah satu bekal yang membantunya menjalani hari-hari selama berada di Tanah Suci.

Menurut Lilis, salah satu kunci agar Fina merasa nyaman adalah memberikan gambaran yang jelas mengenai kegiatan yang akan dijalani.

Anak dengan autisme, kata dia, cenderung merasa lebih aman ketika mengetahui urutan aktivitas yang akan dilakukan.

"Kalau dia tidak tahu nanti mau apa, dia akan terus bertanya. Jadi harus diberikan kepastian," kata Lilis.

Baca: Menuju Madinah, Jemaah Haji RI Diimbau Ingat Nama Hotel dan Sektornya agar Tak Tersesat

"Misalnya mau umrah, saya jelaskan, 'Adek, nanti kita mandi dulu, salat sunah, kemudian niat, lalu ke Masjidil Haram, tawaf tujuh kali ya dek, kemudian sa'i tujuh kali.' Dia akan merekam urutan kegiatan itu sehingga lebih secure," tambahnya.

Kebiasaan tersebut juga diterapkan selama menjalani ibadah haji. Setiap agenda dijelaskan terlebih dahulu agar Fina memiliki gambaran mengenai aktivitas yang akan dilakukan.

Selain mengikuti rangkaian ibadah, keluarga juga menyiapkan berbagai kegiatan untuk mengisi waktu luang Fina selama berada di Makkah.

Lilis membawakan buku Juz Amma beserta tafsirnya, buku gambar, buku tulis, pensil warna, hingga perlengkapan menyulam.

Aktivitas tersebut sengaja disiapkan agar Fina tidak merasa bosan selama menjalani ibadah haji yang berlangsung lebih dari satu bulan.

"Kalau di sini kan tidak setiap hari ada kegiatan. Jadi memang harus diberikan aktivitas," kata Lilis. (*)


Program: Tribunnews Update
Editor Video: Dedhi Ajib Ramadhani
Uploader: bagus gema praditiya sukirman
Reporter: Sri Juliati

Editor: bagus gema praditiya sukirman
Reporter: Sri Juliati
Video Production: Dedhi Ajib Ramadhani
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Autisme   #haji   #Jemaah

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved