Tribunnews WIKI

Asteroid, Batu yang Berputar Mengelilingi Matahari

Selasa, 3 September 2019 07:20 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Asteroid adalah batu yang berputar mengelilingi matahari yang terlalu kecil untuk disebut planet, juga dikenal sebagai planetoid atau planet kecil.

Tercatat telah ditemukan jutaan asteroid dengan massa yang kurang dari masa Bulan.

Ukuran asteroid berkisar dari Vesta, yang terbesar dengan diameter sekitar 530 kilometer hingga benda-benda yang lebarnya kurang dari 10 meter.

Meskipun memiliki ukuran yang relatif kecil, asteroid bisa menjadi berbahaya.

Beberapa di antaranya sudah pernah jatuh ke Bumi, dan masih banyak lagi yang akan menghantam Bumi di masa mendatang.

Hal itulah yang menyebabkan para ahli sangat giat mempelajari asteroid seperti jumlahnya, orbit, dan karakter fisik.

Sehingga apa bila ada asteroid yang akan mengancam bahaya, kita dapat mengetahuinya.

Jumlah asteroid yang diketahui pada tahun 2019 adalah sekitar 796.774.

Sebagian asteroid ini dapat ditemukan mengorbit matahari antara Mars dan Jupiter di sabuk asteroid utama.

Sebagian besar asteroid berbentuk tidak teratur, meskipun beberapa hampir bulat, dan mereka sering berhimpitan.

Ketika asteroid berputar mengelilingi matahari dalam orbit elips, asteroid juga berrotasi, kadang-kadang tidak menentu.

Lebih dari 150 asteroid diketahui memiliki bulan pendamping kecil (beberapa memiliki dua bulan).

Ada juga asteroid biner (ganda), di mana dua benda berbatu yang berukuran hampir sama mengorbit satu sama lain, serta sistem asteroid rangkap tiga.

Sejarah

Pada tanggal 1 Januari 1801, Giuseppe Piazzi menemukan sebuah benda yang awalnya dia pikir adalah komet baru.

Tetapi setelah orbitnya diperhatikan dengan lebih baik, jelas bahwa itu bukan sebuah komet tetapi lebih seperti sebuah planet kecil.

Piazzi menamakannya Ceres, terinspirasi dari Dewi gandum dari Sicily.

Tiga batuan kecil lainnya ditemukan dalam beberapa tahun ke depan (Pallas, Vesta, dan Juno).

Pada akhir abad ke-19 telah ditemukan hampir lebih dari seratus asteroid.

Beberapa ratus ribu asteroid lainnya kemudian ditemukan dan diberi nama sementara.

Ribuan lainnya ditemukan setiap tahun.

Tidak diragukan lagi, ada ratusan ribu lebih yang terlalu kecil untuk dilihat dari Bumi.

Klasifikasi

Asteroid terletak di dalam tiga wilayah tata surya.

Sebagian besar asteroid terletak di cincin besar di antara orbit Mars dan Jupiter.

Sabuk asteroid utama ini menampung lebih dari 200 asteroid yang berdiameter lebih dari 60 mil (100 km).

Para ilmuwan memperkirakan sabuk asteroid juga mengandung antara 1,1 juta dan 1,9 juta asteroid yang berdiameter lebih dari 1 km (3.281 kaki) dan jutaan yang lebih kecil.

Tidak semua yang ada di sabuk utama adalah asteroid.

Ceres, yang dulunya dianggap sebagai asteroid, sekarang dianggap sebagai planet kerdil.

Dalam dekade terakhir, para ilmuwan juga mengidentifikasi kelas objek yang dikenal sebagai asteroid sabuk utama, yaitu adalah objek berbatu kecil dengan ekor.

Beberapa ekor terbentuk ketika benda menabrak asteroid, atau dengan menghancurkan asteroid, sementara yang lainnya adalah komet.

Banyak asteroid berada di luar sabuk utama.

Asteroid Trojan mengorbit planet yang lebih besar di dua tempat khusus, yang dikenal sebagai titik Lagrange, tempat dimana tarikan gravitasi matahari dan planet ini seimbang.

Trojans Jupiter adalah yang paling banyak, memiliki populasi yang hampir setinggi sabuk asteroid utama.

Neptunus, Mars dan Bumi juga memiliki asteroid Trojan.

Asteroid Near-Earth (NEA) mengorbit lebih dekat ke Bumi daripada matahari.

Amor asteroid memiliki orbit yang mendekati tetapi tidak tidak melewati jalur Bumi, menurut NASA.

Asteroid Apollo memiliki orbit yang melintasi Bumi tetapi lebih sering berada di luar jalur planet.

Asteroid aten juga melintasi orbit Bumi tetapi lebih sering berada di dalam orbit Bumi.

Asteroid Atira adalah asteroid yang dekat dengan Bumi yang orbitnya berada di dalam orbit Bumi.

Menurut Badan Antariksa Eropa, sekitar 10.000 asteroid yang diketahui adalah NEA.

Komposisi

Komposisi asteroid utamanya ditentukan oleh seberapa dekat asteroid itu dengan Matahari.

Asteroid yang paling dekat dengan Matahari sebagian besar terbuat dari karbon, dengan jumlah nitrogen, hidrogen, dan oksigen yang lebih sedikit, sedangkan yang lebih jauh terbuat dari batuan silikat.

Silikat sangat umum ditemukan di Bumi dan di Tata Surya.

Silikat terdiri atas oksigen dan silikon, elemen nomor satu dan nomor dua yang paling melimpah di kerak bumi.

Asteroid logam terdiri atas 80% besi dan 20% campuran nikel, iridium, paladium, platinum, emas, magnesium dan logam mulia lainnya seperti osmium, ruthenium, dan rhodium.

Ada beberapa yang terdiri dari setengah silikat dan setengah logam.

Kelompok logam platinum adalah unsur yang paling langka dan berguna di Bumi.

Menurut Planetary Resources, logam-logam itu muncul dalam konsentrasi tinggi pada asteroid.

Asteroid yang kaya platinum berdiameter 500 meter dapat mengandung lebih banyak logam platinum daripada yang pernah ditambang di Bumi sepanjang sejarah manusia.

Selain logam, unsur-unsur untuk pembuat air ditemukan dalam asteroid dan ada indikasi bahwa asteroid mengandung air atau es di dalamnya, beberapa bahkan memiliki parit di permukannya.

Seiring perubahan waktu, asteroid juga mengalami perubahan.

Diperkirakan bahwa reaksi kimia selama ribuan tahun atau dampak yang lebih baru yang mungkin asteroid alami juga dapat mempengaruhi komposisi asteroid.

Beberapa asteroid mengalami suhu tinggi setelah mereka terbentuk dan sebagian meleleh, menenggelamkan besi ke pusat asteroid dan menyebabkan lava basaltik (vulkanik) naik ke permukaan.

Hanya satu asteroid semacam itu yang diketahui memiliki jenis permukaan ini, yaitu Vesta.

Tipe Asteroid

Ada tiga tipe dasar asteroid:

1. Asteroid tipe C (chondrite) adalah yang paling umum dengan presentase sebesar 75 persen.

Penampilan Asteroid tipe C sangat gelap dan mungkin terdiri dari tanah liat dan batu silikat.

Asteroid tipe C adalah salah satu benda paling kuno di tata surya.

Komposisi mereka dianggap mirip dengan matahari, tetapi tanpa hidrogen, helium, dan volatil lainnya.

Orbit Asteroid tipe-C adalah di daerah luar sabuk asteroid.

2. S-type (stony) terbuat dari bahan silikat dan nikel-besi, dan presentase sebesar 17 persen.

S-type lebih terang dari tipe C dan mereka mendominasi sabuk asteroid bagian dalam.

3. Tipe-M (logam) terbuat dari nikel dan besi dan memiliki presentase sebesar 8 persen.

Tipe-M lebih cerah dari tipe C dan mereka dapat ditemukan di daerah tengah sabuk asteroid.

(TribunnewsWiki/Indah)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan judul: Asteroid

ARTIKEL POPULER:

Baca: Gerhana Matahari Total di Chili, Masyarakat Indonesia Bisa Cek di Youtube NASA, Begini Penampakannya

Baca: Gerhana Matahari, Fenomena Alam yang Terjadi Berpuluh-puluh Tahun Sekali

Baca: 5 Negara yang Mengalami Midnight Sun, Fenomena Matahari yang Tak Tenggelam hingga Malam

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki
Tags
   #Asteroid   #Tribunnews WIKI
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved