Jumat, 5 Juni 2026

Terkini Nasional

Ekonom Ingatkan PHK Imbas Rupiah Tembus Rp18.000, Pejabat Pemerintahan Prabowo Tetap Tenang

Jumat, 5 Juni 2026 14:56 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM – Nilai tukar rupiah menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) dan mencatat rekor terlemah sepanjang sejarah perdagangan.

Tekanan ini memicu peringatan risiko PHK dari ekonom, sementara pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menegaskan kondisi ekonomi saat ini masih kuat dan terkendali.

Berdasarkan data awal Juni 2026, rupiah bergerak di kisaran Rp18.004–Rp18.039 per dolar AS dan masih berada dalam tekanan pada perdagangan Kamis (4/6/2026).

Ekonom: Tekanan Rupiah Bisa Picu PHK

Pengamat pasar keuangan Ibrahim Assuaibi menyebut rupiah masih tertekan oleh faktor global dan domestik, termasuk ketegangan geopolitik dan penguatan dolar AS.

Ia memperkirakan rupiah masih fluktuatif dan cenderung melemah.

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp18.050- Rp18.120,” ujarnya.

Direktur Eksekutif CELIOS, Bhima Yudhistira, menilai pelemahan rupiah berdampak langsung ke dunia usaha dan tenaga kerja.

“Pelemahan rupiah berdampak ke tekanan krisis finansial yang berpengaruh langsung ke jutaan orang,” kata Bhima.

Baca: Rupiah Sentuh Rp18.000, Menkeu Purbaya Tegaskan Kondisi Utang Negara Masih Sesuai Perhitungan

Ia menambahkan, tekanan biaya impor dapat menurunkan produksi dan memicu PHK.

“Kalau yang terjadi sampai mengurangi produksi, PHK massal akan meledak semester II ini,” ujarnya.

Pemerintah: Fundamental Masih Kuat

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memantau stabilitas pasar.

Ia menyebut kondisi ekonomi nasional masih solid.

“Insyaallah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat,” ucapnya.

Menkeu: Apa Anda Lihat Saya Panik?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai fluktuasi rupiah masih dalam kendali kebijakan Bank Indonesia.

“Anda melihat saya panik? Nggak. BI masih menjalankan kebijakan dengan baik,” ujarnya di DPR RI.

Ia menyebut kondisi rupiah masih sesuai skenario APBN yang telah mengantisipasi berbagai risiko global.

Baca: Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Mensesneg Prasetyo Tegaskan Fundamental Ekonomi Masih Kuat

BI Perkuat Intervensi Pasar

Bank Indonesia menyebut pelemahan rupiah dipicu tekanan eksternal, terutama geopolitik dan kenaikan harga minyak dunia.

BI menegaskan akan terus melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas.

“Bank Indonesia akan terus hadir di pasar dan meningkatkan intensitas intervensi untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik,” ujar Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti.

Intervensi dilakukan melalui pasar spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder. BI juga memperkuat transaksi mata uang lokal (LCT) dengan mitra dagang.

DPR Dorong Konsolidasi Kebijakan

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal meminta penguatan koordinasi fiskal dan moneter.

Ia menilai respons stabilisasi belum cukup terlihat di pasar.

“Sama BI juga, kita belum kelihatan,” ujarnya.

Baca: Istana Bantah Isu Prabowo Reshuffle Menkeu hingga Pengunduran Diri Purbaya Usai Rupiah Terperosok

Sementara Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menyebut rupiah berada di bawah nilai wajar.

“Rupiah seharusnya tidak melebihi Rp17.600,” katanya.

Tekanan Global Masih Dominan

Tekanan rupiah juga dipengaruhi ketegangan geopolitik, harga minyak tinggi, dan data ekonomi AS yang masih kuat.

Faktor ini memperkuat dolar dan menekan mata uang negara berkembang.

BI mencatat cadangan devisa tetap kuat di level USD146,2 miliar pada April 2026, menjadi penyangga stabilitas eksternal.

Dengan kombinasi tekanan global dan respons kebijakan domestik, pasar masih akan mencermati arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Rupiah Tembus Rp18.000: Ekonom Ingatkan PHK, Pejabat Pemerintahan Prabowo Tetap Tenang

Editor Video: Reta

# Prabowo Subianto # dolar # rupiah # phk

Editor: Fitriana SekarAyu
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #PHK   #Rupiah   #dolar   #Prabowo Subianto

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved