Kamis, 4 Juni 2026

Ekonomi

IHSG Ambruk Nyaris 5 Persen Level 5893 Dipicu Aksi Ambil Untung Saham Big Caps

Kamis, 4 Juni 2026 07:27 WIB
Surya

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau semakin terpuruk dan anjlok nyaris 5 persen menjelang penutupan sesi pertama perdagangan pada hari Rabu, 3 Juni 2026.

Hingga pukul 11.30 WIB, indeks tercatat ambruk sebesar 302,116 poin atau melemah 4,8 persen, sehingga parkir ke level 5.893,311. Koreksi tajam yang melanda pasar modal tanah air ini dipicu oleh aksi ambil untung atau profit taking massal.

Aksi ambil untung tersebut menyasar pada saham-saham berkapitalisasi besar (big caps), terutama di sektor perbankan utama (big banks) serta kelompok emiten yang terafiliasi dengan konglomerat Prayogo Pangestu. Padahal, saham-saham tersebut sebelumnya menjadi motor penggerak utama penguatan IHSG setelah pasar merespons positif rilis data Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia yang berada di level ekspansif 50.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi salah satu yang mengalami tekanan cukup besar dengan turun 175 poin atau 3 persen ke posisi Rp5.650 per saham. Tekanan serupa juga dialami oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) yang merosot 110 poin atau 3,62 persen ke level Rp2.930 per saham.

Selain aksi profit taking, sentimen pasar juga kian terbebani oleh tekanan hebat pada nilai tukar rupiah yang kini menyentuh lebih dari Rp17.900 per dolar Amerika Serikat (AS), atau hampir mendekati Rp18.000. Terdepresiasinya mata uang rupiah ini dipicu oleh menyempitnya surplus neraca perdagangan Indonesia pada April 2026 yang tercatat sebesar 90 juta dolar AS.

Kondisi ini memicu kepanikan pasar sehingga arus keluar dana asing atau capital outflow dari pasar saham domestik melonjak drastis hingga mencapai Rp66,2 triliun. Angka tersebut dinilai masih berpotensi bertambah apabila volatilitas nilai tukar terus berlanjut.

Pelemahan rupiah yang mendekati level psikologis baru tersebut langsung direspons investor dengan melakukan pengurangan posisi portofolio saham secara serentak, mengingat stabilitas nilai tukar memiliki hubungan yang sangat erat dengan ekspektasi kinerja emiten berbobot besar di indeks.

(Tribun-Video.com/YouTube Harian Surya)

Editor: Ghozi LuthfiRomadhon
Sumber: Surya

Tags
   #IHSG Ambruk   #IHSG   #Pasar Saham   #Rupiah Melemah

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved