Ekonomi
IHSG Ditutup Melemah Tipis ke Level 6127 Saham BBCA Anjlok hingga 4 Persen
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup berbalik ke zona merah dengan mengalami pelemahan tipis pada perdagangan sesi kedua. Indeks terkoreksi sebesar 0,05 persen dan parkir di level 6.127,38 setelah sempat bergerak volatile sepanjang hari.
Pada pembukaan perdagangan pagi, IHSG sempat melemah ke level 6.112,77 dengan titik terendah intraday berada di level 6.111,97. Meski sempat bangkit ke zona hijau dan menyentuh level tertinggi intraday di 6.230,50, penguatan indeks menjadi terbatas memasuki sesi kedua. Tekanan jual yang signifikan di menit-menit terakhir menjelang penutupan perdagangan membuat indeks gagal bertahan di zona hijau, dipicu oleh anjloknya saham-saham berkapitalisasi besar (*blue chip*) seperti BBCA yang merosot di atas 4 persen.
Di tengah pelemahan indeks, beberapa sektor terpantau masih melaju kencang. Sektor infrastruktur memimpin penguatan dengan kenaikan 3,31 persen yang ditopang oleh saham BREN yang bertahan di *auto reject* atas (ARA). Sektor barang baku juga melonjak 3,12 persen berkat kontribusi saham AMAN yang melejit di atas 10 persen. Sebaliknya, sektor keuangan menjadi pemberat utama indeks akibat koreksi saham BBCA.
Berdasarkan aktivitas pasar, saham-saham yang masuk dalam jajaran *top gainers* didominasi oleh emiten konglomerasi dengan nilai transaksi jumbo di atas Rp1 triliun, seperti AMAN (Rp3,21 triliun), BREN, BRPT, dan dces. Sementara itu, saham pemberat indeks (*top laggards*) selain BBCA dengan transaksi di atas Rp5 triliun, meliputi TPIA (Rp4 triliun), BBRI (Rp3 triliun), dan TLKM (Rp2,5 triliun).
Untuk menghadapi volatilitas pasar global menjelang perdagangan di bulan Juni, analis merekomendasikan sejumlah saham pilihan beserta strateginya:
- BBRI: Direkomendasikan untuk *short-term trading* karena tren masih *bearish*. Ditutup melemah 3,91 persen di level 2.950, batasi risiko jika menembus di bawah 2.900 dengan target *buyback* di area 2.750.
- BMRI: Ditutup melemah 1,21 persen di level 4.080. Direkomendasikan *speculative buy* dengan mencicil beli secara bertahap memanfaatkan area *support* 4.000 hingga 4.130. Jika level 4.000 ditembus, *support* selanjutnya berada di 3.770.
- BRPT: Ditutup menguat signifikan ke level tertinggi intraday di 1.940. Disarankan untuk tetap konservatif membeli di area *support* 1.860 dengan target harga (*target price*) di level resistance 2.200.
- ISAT: Ditutup stagnan di level 2.160 dengan pola *candle hammer* dan peningkatan volume. Rekomendasi diubah menjadi *buy* dengan area *resistance* terdekat di 2.170 hingga 2.240.
Para pelaku investasi diharapkan untuk tetap cermat dalam menerapkan manajemen risiko yang ketat dan memantau pergerakan pasar secara berkala.
(Tribun-Video.com/YouTube IDX Channel)
Sumber: Sumber Lain
Ekonomi
IHSG Berpotensi Melemah 11 Mei 2026 Akibat Sentimen Royalti Tambang dan Geopolitik
Senin, 11 Mei 2026
Berita Terkini
IHSG Menguat 2,35 Persen Sepanjang Pekan di Level 7.634 Ditopang Saham Grup Barito
Senin, 20 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.