Rabu, 3 Juni 2026

Terkini Nasional

Mensesneg Prasetyo Hadi Beberkan 3 Alasan Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Kepala BGN

Rabu, 3 Juni 2026 08:28 WIB
Tribunnews Bogor

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.

TRIBUN-VIDEO.COM – Misteri di balik keputusan tegas Presiden Prabowo Subianto yang mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya mulai terkuak ke publik.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, secara blak-blakan membeberkan ada tiga alasan utama yang mendasari langkah perombakan di tubuh lembaga jaminan gizi tersebut, di mana salah satunya menyoroti masalah kualitas makanan.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Prasetyo Hadi saat memberikan keterangan resmi di Ruang Sidang Kabinet, Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (2/6/2026) malam.

Alasan pertama yang menjadi catatan serius pemerintah adalah terkait dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan standar operasional prosedur (SOP).

Dadan selaku pimpinan tertinggi dinilai bermasalah dalam mengawal kepatuhan terhadap aturan baku operasional di lapangan untuk menyukseskan program flagship Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Presiden Prabowo.

Baca: Dicopot Prabowo dari Jabatan Kepala BGN, Dadan Hindayana: Beliau Paham Betul yang Terbaik

“Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP,” ungkap Mensesneg Prasetyo Hadi menjelaskan dasar evaluasi tim kepresidenan.

Lebih lanjut, poin kedua yang menjadi sorotan tajam adalah menyangkut masalah kedisiplinan di dalam menerapkan sistem tata kelola kelembagaan yang baik.

Sementara untuk alasan ketiga sekaligus yang paling krusial bagi konsumsi publik adalah menyangkut kegagalan dalam menjaga kualitas pangan yang disajikan.

“Termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional,” imbuh Prasetyo.

Segala bentuk temuan serta indikasi pelanggaran di internal BGN ini rupanya tidak terjadi dalam waktu singkat, melainkan telah dipantau secara berkala oleh Presiden Prabowo Subianto selama 18 bulan belakangan.

Prasetyo menegaskan bahwa hasil monitoring dan evaluasi ketat selama satu setengah tahun itulah yang melahirkan banyak catatan merah, hingga memaksa kepala negara mengambil keputusan besar untuk mengganti Dadan beserta jajarannya malam ini.

Pemerintah berharap dengan adanya penyegaran struktur kepemimpinan yang baru di tubuh BGN, segala bentuk kekurangan serta catatan evaluasi negatif pada masa kepemimpinan sebelumnya bisa segera diperbaiki secara cepat dan menyeluruh.

(Tribun-Video.com/TribunnewsBogor.com)

Editor: Ghozi LuthfiRomadhon
Video Production: Lulu Adzizah F
Sumber: Tribunnews Bogor

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved