Local Experience
Mengenal Bulayak, Hidangan Khas Lombok yang Berbeda dari Lontong
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Hari Raya Idulfitri di Pulau Lombok tak lengkap tanpa kehadiran kuliner khasnya. Di Lombok Timur, tepatnya di Desa Aik Dewa, Kecamatan Pringgasela, ada satu hidangan pengganti nasi yang posisinya tak tergantikan di meja makan: Bulayak.
Sekilas, Bulayak memang menyerupai ketupat karena sama-sama berbahan dasar beras. Namun, bagi masyarakat setempat, Bulayak berbeda dari lontong, mulai dari aroma hingga proses pembuatannya yang unik.
Perbedaan paling mencolok terletak pada pembungkusnya. Jika ketupat umumnya menggunakan janur kelapa yang dianyam rumit, Bulayak dibalut dengan daun aren. Proses pembuatannya pun tergolong lebih sederhana namun presisi.
Daun aren digulung melingkar membentuk rongga panjang. Untuk memastikan isian beras tidak tumpah saat direbus, bagian pangkal gulungan dibuat rapat, sementara ujungnya dikunci menggunakan tusukan lidi dan diikat rapi dengan irisan daun aren.
Bagi warga setempat membuat Bulayak bukan sekadar urusan perut, melainkan ritual budaya yang sudah turun-temurun. Ia menyebutkan bahwa momen Idulfitri, Iduladha, hingga Lebaran Topat akan terasa hambar tanpa kehadiran panganan ini.
"Rasanya seperti menjadi orang asing di desa sendiri kalau tidak masak Bulayak. Hampir setiap rumah mulai sibuk memasaknya secara serentak sejak dini hari menjelang hari raya," ungkap Hikmah kepada TribunLombok.com.
Senada dengan Hikmah, Sripatmawati, warga desa lainnya, menjelaskan bahwa penggunaan daun aren memberikan sensasi rasa yang berbeda dibanding ketupat daun kelapa. Ada aroma khas yang meresap ke dalam nasi, membuatnya lebih gurih dan wangi.
Hebatnya lagi, Bulayak dikenal sangat "fleksibel". Ia sangat serasi disandingkan dengan berbagai hidangan berat khas Nusantara.
"Mulai dari gulai, rendang, sate, hingga hidangan lokal seperti pelecing, semuanya cocok ditemani Bulayak.
Perbedaan rasa tipis karena penggunaan jenis daun yang berbeda justru itulah yang dicari masyarakat," pungkasnya.(*)
Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com dengan judul Mengenal Bulayak, Hidangan Lebaran Pengganti Nasi yang Tak Tergantikan di Lombok Timur.
Program : Local Experience
Editor: Untung Sofa Maulana
#localexperience #wisata #kuliner #lomboktimur #bulayak #shortvideo #shorts #hidanganlebaran #hidangankhas
Video Production: Untung SofaMaulana
Sumber: Tribun Lombok
TRIBUNNEWS UPDATE
Mendag Budi Santoso Soroti Penutupan 25 Gerai Ritel di Lombok Tengah, Tegaskan Masalah Perizinan
1 hari lalu
Live Tribunnews Update
Korban Sempat Tantang Pelaku dengan 2 Sajam sebelum Tewas akibat Perkelahian Maut di Mataram
3 hari lalu
Live Tribunnews Update
Detik-detik Duel Maut Tewaskan Pemuda di Mataram, Tersangka Klaim Berawal dari Utang Rp5 Juta
3 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.