Kamis, 28 Mei 2026

HOT TOPIC

Pemimpin Iran Ancam Trump saat Momen Idul Adha, Teheran Tuduh AS Curang Usai Serang Bandar Abbas

Rabu, 27 Mei 2026 16:22 WIB
Tribun Video

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei memberikan pernyataan saat Idul Adha.

Ia memberi peringatan keras kepada AS yang disebut melanggar gencatan senjata.

Hal itu disampaikan Mojtaba Khamenei dari balik tempat persembunyiannya.

Pihaknya menegaskan bahwa AS tak lagi memiliki tempat aman di kawasan Timur Tengah.

Pasalnya Korps Garda Revolusi Islam Iran akan menargetkan pangkalan-pangkalan militer AS.

Ia menyebut posisi AS di Timur Tengah makin melemah dari hari ke hari.

Oleh sebab itu, Mojtaba Khamenei menegaskan bahwa Timur Tengah bukan menjadi tameng AS

"Amerika Serikat, selain tidak lagi memiliki tempat aman di kawasan untuk agresi dan pendirian pangkalan militer, juga semakin jauh dari posisi yang pernah dimilikinya dahulu setiap hari," kata Mojtaba Khamenei.

Diketahui Kementerian Luar Negeri Iran menuduh AS melanggar gencatan senjata selama 48 jam terakhir.

Melalui pernyataannya pada Selasa (26/5), Iran tidak merinci pelanggaran AS.

Namun AS mengakui bahwa pasukannya melancarkan serangan ke kapal-kapal Iran yang sedang mencoba memasang ranjau.

Sementara itu, media iran melaporkan bahwa terdengar suara ledakan di Bandar Abbas.

Bahkan AS disebut menyerang Pulau Larak hingga 4 warga Iran tewas.

Sementara itu, Iran menuduh Amerika Serikat (AS) melanggar gencatan senjata setelah melancarkan serangan di dekat Selat Hormuz.

Serangan AS menyasar target di Bandar Abbas, Provinsi Hormozgan, Iran

Iran beranggapan serangan AS itu merupakan pelanggaran berat terhadap gencatan senjata yang telah berlangsung hampir tujuh minggu.

Dilansir dari Tribunnews, tudingan Iran terhadap AS ini saat dugaan pelanggaran kesepakatan dilakukan Washington pada Selasa (26/5/2026).

Media Iran melaporkan terdengar suara ledakan di wilayah tersebut pada Selasa pagi sebelum tuduhan resmi disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran.

Sementara itu, AS menyatakan serangan itu bersifat defensif.

Agresi AS itu dianggap untuk menargetkan lokasi rudal dan kapal yang diduga hendak memasang ranjau di Selat Hormuz.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan negosiasi penghentian konflik kemungkinan masih memerlukan waktu beberapa hari lagi.

Kedua pihak sebelumnya mengindikasikan adanya kemajuan menuju kesepakatan awal yang bertujuan mengakhiri pertempuran dan memulihkan pengiriman di Selat Hormuz.

Kesepakatan awal itu disebut memberi waktu 60 hari bagi negosiator untuk membahas isu kompleks.

Isu tersebut termasuk program nuklir Iran dan pelepasan aset yang dibekukan.

Sementara itu, Israel dikabarkan menggempur Lebanon pada Selasa (26/5).

Dengan menggunakan lebih dari 120 serangan udara Israel berhasil menewaskan 31 orang menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.

Di sisi lain, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan Israel memperluas operasi darat terhadap Hizbullah di Lebanon selatan melewati zona keamanan.

Menurut data Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat terdapat ribuan orang tewas dan luka-luka akibat serangan Israel di Lebanon sejak Maret tahun ini. (Tribun-Video.com)

Editor: Tim Kreatif Tribun-video.com
Video Production: Difa Isnaeni Azizah
Sumber: Tribun Video

Tags
   #Iran   #Amerika Serikat   #Mojtaba   #Trump   #Idul Adha

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved