Berita Terkini
Kisah Jimmy Mawali Berhari-hari Sembunyi di Hutan Papua seusai Diserang KKB, Mengaku Tetap Tenang
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM - Kabar yang sempat menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat akhirnya terjawab.
Jimmy Mawali, warga Desa Utaurano, Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, yang sebelumnya dikabarkan menjadi salah satu korban dalam peristiwa penyerangan yang diduga melibatkan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, dipastikan dalam kondisi selamat.
Kepastian tersebut diperoleh setelah Jimmy Mawali terkonfirmasi berada di Polres Yahukimo, Papua, pada Senin (25/05/2026).
Informasi ini sekaligus menjawab berbagai kabar yang sempat beredar luas dan memicu kecemasan, khususnya keluarga dan masyarakat Sangihe.
Sebelumnya, nama Jimmy Mawali sempat disebut dalam informasi yang berkembang terkait insiden penyerangan yang terjadi di wilayah Papua.
Dalam wawancara dengan Tribun Manado, Jimmy menceritakan kronologi saat dirinya berusaha menyelamatkan diri dari peristiwa penyerangan yang terjadi pada 19 Mei 2026 sekitar pukul 09.00 waktu setempat.
Saat insiden terjadi, Jimmy bersama rekan-rekannya berupaya melarikan diri ke hutan untuk menyelamatkan diri dari situasi berbahaya tersebut.
Dalam kepanikan, ia terpisah dari sebagian rekannya dan hanya bersama satu orang lainnya bertahan di tengah hutan.
Baca: Sosok Ronald Hiluka Pentolan KKB Batalyon Yamue, Klaim Bertanggung Jawab Tewaskan 10 Pendulang Emas
“Waktu kejadian, semua orang berusaha menyelamatkan diri. Saya sempat terpisah dari teman-teman lain. Kami hanya fokus bertahan dan jangan panik,” ujar Jimmy.
Ia mengaku bertahan di hutan selama beberapa hari, mulai dari Senin hingga Kamis, sebelum akhirnya berhasil keluar dan menemukan lokasi yang memiliki jaringan komunikasi.
Selama berada di hutan, Jimmy dan rekannya harus bertahan hidup dengan memanfaatkan bahan makanan dari alam.
Mereka mengandalkan air dan dedaunan yang bisa dikonsumsi untuk bertahan hidup karena tidak memiliki persediaan makanan.
“Tidak ada makanan. Kami hanya mengandalkan air dan apa yang bisa dimakan dari alam,” tuturnya.
Meski rasa takut terus menghantui, terutama saat malam hari di tengah hutan, Jimmy mengatakan dirinya berusaha tetap tenang dan tidak panik.
“Takut pasti ada, tapi kalau dalam kondisi begitu kita harus tetap tenang,” katanya.
Jimmy juga mengaku tidak mengetahui pasti berapa jumlah pelaku penyerangan.
Saat tembakan mulai terdengar, ia bersama yang lain langsung berlari menyelamatkan diri tanpa sempat melihat situasi secara jelas.
Beberapa rekannya baru kembali ditemukan secara bertahap.
Sebagian bertemu kembali di hutan pada Kamis, sementara lainnya ditemukan saat proses turun dari lokasi pada Minggu.
Jimmy mengatakan, hingga kini dirinya masih berada di Papua untuk memberikan keterangan kepada pihak kepolisian terkait insiden tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa sejumlah warga asal Sangihe lainnya turut selamat dari peristiwa itu.
Kabar selamatnya Jimmy Mawali pun disambut lega oleh keluarga dan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Di tengah derasnya informasi yang sempat belum terverifikasi, kepastian ini menjadi kabar baik yang menenangkan banyak pihak.
Hingga kini, proses pendalaman terkait kronologi lengkap peristiwa tersebut masih terus berlangsung.
(Tribun-Video.com/TribunManado.co.id)
Video Production: Untung
Sumber: Tribun Manado
Terkini Daerah
Seruan Damai Tokoh Pemuda Puncak Jaya, Ajak Warga Belajar dari Konflik Wamena
Selasa, 26 Mei 2026
LIVE UPDATE
Mama-mama Papua Geruduk Polresta Sorong Kota, Tuntut Pembebasan Pemuda Ditahan Buntut Palang Jalan
Senin, 25 Mei 2026
Tribunnews Update
Sutradara Pesta Babi Buka Suara Tanggapi Polemik Protes Mama Sinta, Minta Publik Tak Asal Menghakimi
Senin, 25 Mei 2026
Terkini Nasional
Sosok Ronald Hiluka Pentolan KKB Batalyon Yamue, Klaim Bertanggung Jawab Tewaskan 10 Pendulang Emas
Minggu, 24 Mei 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.