LIVE UPDATE
Respons Jubir Iran seusai Donald Trump Ungkap Ancaman Baru, Singgung Analogi Kekekalaham Romawi
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Ketegangan diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas lewat retorika politik dan analogi sejarah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, baru-baru ini melontarkan sindiran tajam melalui platform X seperti dikutip Press TV.
Ia mengungkit kembali lembaran sejarah runtuhnya ilusi kemenangan Kekaisaran Romawi saat mencoba menaklukkan Persia, kini Iran.
Baghaei mengisahkan momen ketika Kaisar Romawi, Marcus Julius Philippus, memimpin kampanye militer ke timur melawan Dinasti Sassanid Persia.
Baca: Trump Sebut Iran Negara Sponsor Teror Nomor 1 di Dunia: Kalian Tak akan Pernah Punya Senjata Nuklir
Bukannya membawa kemenangan, invasi tersebut justru berakhir dengan perdamaian yang didikte langsung oleh persyaratan dari pihak Sassanid.
Pernyataan bernada peringatan ini dikeluarkan Iran setelah kedua negara dikabarkan semakin dekat untuk menyepakati draf nota kesepahaman.
Nota kesepahaman ini diproyeksikan untuk menghentikan agresi militer, mengakhiri blokade laut AS di Selat Hormuz, serta mencairkan aset-aset Iran yang selama ini dibekukan oleh Washington.
Presiden AS Donald Trump sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait analogi sejarah yang dilontarkan pihak Teheran.
Baca: Angkatan Bersenjata Iran Beri Peringatan ke AS-Israel: Sepenuhnya Memantau & Siapkan Skenario Baru
Kendati demikian, dalam sebuah wawancara telepon dengan Axios, Trump tetap mempertahankan posisi kerasnya dengan menebar ancaman baru yang membuat atmosfer gencatan senjata yang telah berjalan hampir dua bulan ini kembali tegang.
Seperti dikutip NBC News, Trump menyatakan bahwa peluang saat ini berada di angka "50/50", antara melahirkan kesepakatan yang baik atau AS akan menghancurkan mereka (Iran) hingga berkeping-keping.
Ia menambahkan bahwa jika kesepakatan tercapai, salah satu poin krusialnya adalah pembukaan kembali Selat Hormuz bagi jalur perdagangan global.
Guna mematangkan draf ini, Trump mengaku telah melakukan panggilan telepon yang positif dengan para pemimpin negara-negara kunci, termasuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, serta Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani yang bertindak sebagai mediator.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Jubir Kemlu Iran Singgung Memori Kekalahan Romawi Usai Trump Tebar Ancaman
Program: Tribunnews Update
Editor Video: Aditya Wisnu Wardana
#viory #JubirIran #DonaldTrump #AnalogiRomawi #RetorikaPolitik #HubunganASIran #InfoInternasional #GeopolitikGlobal #TimurTengahTegang #DiplomasiDunia #SindirAmerika #Mei2026 #BreakingNews
Video Production: Aditya Wisnu Wardana
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Trump Siap Lantik Kevin Warsh Jadi Ketua The Fed Baru Pengganti Jerome Powell
Minggu, 24 Mei 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Iran Diklaim Diam-diam Pulihkan Persenjataan Perang di Momen Gencatan Senjata, AS Sudah Kecolongan?
Minggu, 24 Mei 2026
Viral
Hari Pernikahan Bahagia Hancur! Pengantin di Bekasi Batal Resepsi, Vendor WO Bawa Kabur Uang
Minggu, 24 Mei 2026
TRIBUNNEWS UPDATE
Klaim Donald Trump! Singgung Negosiasi Damai dengan Iran, Selat Hormuz Berpotensi Dibuka Kembali
Minggu, 24 Mei 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.