Tribunnews WIKI

Penyakit Kanker Tulang

Jumat, 30 Agustus 2019 18:18 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Kanker tulang merupakan penyakit ganas sistemik yang terjadi pada sel tulang, komponen hematopoietic pada tulang, tulang rawan dan fibrous atau bahan synovial. 

Kanker tulang bisa terjadi pada anak-anak maupun orang dewasa, meski begitu kasus kanker tulang yang menyerang anak-anak lebih sering daripada orang dewasa.

Kanker tulang juga merupakan kondisi yang jarang ditemui dan hanya berkisar sekitar 0,2% dari seluruh kasus kanker yang terjadi.

Kanker tulang lebih sering terjadi akibat kanker dari tempat lain yang telah bermetastasis ke tulang. 

Kanker tulang dapat dibagi menjadi kanker tulang primer dan kanker tulang sekunder.

Kanker tulang sekunder sering terjadi pada pinggul, tulang belakang, tulang paha dan lainnya.

Tumor ganas primer pada tulang jarang dijumpai, kebanyakan kanker tulang merupakan metastase dari tempat atau jaringan lain (misalnya kanker payudara, kanker thyroid, kanker prostate dan lain sebagainya), dapat disebut lagi sebagai kanker tulang metastasis. 

Tumor tulang primer yang berkembang di tulang disebut sarkoma dan bersifat ganas (kanker).

Sarkoma dapat terbentuk di mana saja di dalam tubuh, termasuk tulang, otot, jaringan berserat, pembuluh darah, jaringan lemak dan jaringan lainnya.

Karena metastasis tulang dan kanker tulang situs primer mungkin memiliki tanda dan gejala yang serupa, biopsi sering diperlukan untuk menentukan penyebabnya.

Metastasis tulang baru biasanya didiagnosis melalui tes scan tulang.

Tipe Kanker Tulang

Berikut ini beberapa jenis kanker tulang:

Osteosarcoma merupakan tipe paling umum yang kebanyakan menyerang anak-anak dan remaja di bawah 20 tahun.

Sarkoma Ewing merupakan kanker tulang yang umum menyerang orang berusia antara 10 hingga 20 tahun.

 Chondrosarcoma, jenis kanker tulang ini cenderung terjadi pada orang dewasa berusia di atas 40 tahun. 

Penyebab Kanker Tulang

Kanker terjadi ketika sel-sel pada bagian tubuh tertentu membelah dan berkembang biak terlalu cepat.

Hal tersebut kemudian mengakibatkan benjolan jaringan yang disebut tumor.

Tipe kanker tulang premier memang tidak memiliki penyebab yang jelas, namun para peneliti telah mengidentifikasi beberapa factor yang memungkinkan tumor berkembang menjadi kanker.

1. Pengobatan kanker sebelumnya dengan radiasi, kemoterapi, atau transplantasi sel induk.

Paparan radiasi dosis tinggi sebelumnya selama radioterapi dapat menyebabkan perubahan kanker dalam sel tulang seseorang ke tahap selanjutnya, meskipun risiko ini dianggap kecil.

2. Kondisi tulang lainnya, seperti penyakit tulang Paget

Beberapa kondisi non-kanker (jinak) yang mempengaruhi tulang dapat meningkatkan peluang seseorang terkena kanker tulang, meskipun risikonya masih kecil.

Secara khusus, suatu kondisi yang disebut penyakit tulang Paget dapat meningkatkan risiko kanker tulang pada orang di atas 50-60 tahun.

3. Kondisi genetik yang jarang, seperti sindrom Li-Fraumeni

4. Riwayat beberapa kondisi lain, sperti Retinoblastoma dan Hernia Umbilikalis

Orang-orang yang memiliki jenis kanker mata langka yang disebut retinoblastoma memiliki kemungkinan untuk terserang kanker tulang.

Penelitian juga menemukan bahwa bayi yang lahir dengan hernia umbilical 3 kali lebih mungkin untuk terkena jenis kanker tulang yang disebut Sarkoma Ewing, walaupun risikonya masih sangat kecil. 

Gejala Kanker Tulang

Seseorang yang mengalami kanker tulang akan mengalami beberapa gejala awal kanker tulang, sebagai berikut:

1. Dapat terjadi deformasi patologis tulang.

2. Muncul rasa sakit pada punggung secara terus-menerus yang tidak bisa dijelaskan.

3. Tanpa sebab yang jelas, pada tubuh muncul patah tulang di satu atau banyak tempat.

4. Karena tumor menekan pembuluh darah yang ada di syaraf, mengakibatkan anggota tubuh distal mati rasa.

5. Permukaan tulang muncul satu benjolan yang keras, ada gejala rasa sakit atau tidak sakit.

6. Muncul gejala meradang, berat badan turun, lelah, kemampuan untuk beraktivitas menurun dan lainnya

7. Tulang dan persendian muncul rasa sakit atau bengkak, rasa sakit adalah nyeri tumpul yang terus menerus atau sakit saat kompresi. 

Diagnosa kanker tulang

Untuk membantu mendiagnosis apakah seseorang terkena kanker tulang atau tidak, dokter akan menanyakan tentang riwayat medis pasien dan keluarga pasien.

Setelahnya, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan fisik dan tes laboratorium untuk bisa mendiagnosis pasien.

Beberapa tes yang dilakukan akan dijalankan oleh dokter terhadap pasien adalah:

1. Sinar-X, yang bertujuan untuk menunjukkan lokasi, ukuran, dan bentuk tumor tulang.

Jika rontgen menunjukkan bahwa ada area yang tidak normal yang kemungkinan adalah kanker, dokter akan merekomendasikan tes lainnya.

Bahkan jika rontgen menunjukkan bahwa area yang abnormal jinak, dokter mungkin ingin melakukan tes lebih lanjut, terutama jika pasien mengalami nyeri yang tidak biasa.

2. Scan tulang, yang merupakan tes di mana sejumlah kecil bahan radioaktif disuntikkan ke pembuluh darah dan berjalan melalui aliran darah, kemudian terkumpul di tulang dan dideteksi oleh pemindai.

3. Computed Tomography (CT atau CAT) scan yang menggabungkan serangkaian pemindaian Rontgen yang diambil dari berbagai sudut yang berbeda.

Kemudian komputer akan memroses hingga menghasilkan gambar tulang dan jaringan lunak di dalam tubuh.

4. Prosedur Magnetic Resonance Imaging (MRI), yang merupakan pemeriksaan yang memanfaat medan magnet dan energy gelombang radio untk menampilkan gambar struktur dan organ dalam tubuh.

5. Pemindaian Positron Emission Tomography (PET), di mana sejumlah kecil glukosa radioaktif disuntikkan ke dalam pembuluh darah.

Kemudian pemindai digunakan untuk membuat gambar terperinci dan terkomputerisasi dari area-area di dalam tubuh tempat glukosa digunakan.

Karena sel-sel kanker sering menggunakan lebih banyak glukosa daripada sel-sel normal, gambar-gambar dapat digunakan untuk menemukan sel-sel kanker dalam tubuh.

6. Angiogram, yang merupakan x-ray pembuluh darah.

7. Biopsi merupakan pengambilan jaringan dari tumor tulang untuk menentukan apakah ada kanker atau tidak.

8. Tes darah untuk menentukan kadar dua enzim, yaitu alkaline phosphatase dan lactate dehydrogenase. 

Perawatan

Perawatan untuk penderita kanker tulang meliputi:

  • Onkologi ortopedi
  • Operasi
  • Kemoterapi dapat direkomendasikan untuk mengobati kanker tulang seperti Ewing sarcoma dan osteosarcoma.
  • Terapi Radiasi
  • Terapi yang ditargetkan, dengan terapi ini obat melekat pada protein, reseptor, atau mutasi gen yang hanya ditemukan pada jenis sel kanker tertentu.

(TRIBUNNEWSWIKI/Ami Heppy)

Artikel ini telah tayang di tribunnewswiki.com dengan judul : Kanker Tulang

ARTIKEL POPULER:

Baca: Penyakit Steven-Johnson Syndrome

Baca: Penyakit Kanker Otak

Baca: Parkinson, Penyakit Saraf yang Dapat Memengaruhi Bagian Otak dan Penderita Kesulitan Mengatur Gerak

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki
Tags
   #Kanker Tulang
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved