Tribunnews WIKI

Penyakit Kanker Otak

Jumat, 2 Agustus 2019 13:13 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM – Kanker otak adalah gejala pertumbuhan sel tidak normal (tumor) pada otak yang bersifat ganas.

Kanker otak terdiri atas kanker otak primer (terhitung terjadi sebanyak 75 persen dari seluruh kasus tumor otak) yang penyebabnya datang dari otak,

dan kanker otak sekunder (25 persen dari seluruh kasus kanker otak) yang muncul dari bagian tubuh lain dan menyebar sampai ke otak.

Ada lebih dari 40 jenis tumor otak utama, yang dikelompokkan menjadi dua jenis utama:

1. Jinak, yaitu tumor yang tumbuh lambat dan tidak mungkin menyebar.

Jenis yang umum adalah meningioma, neuroma, tumor hipofisis, dan craniopharyngioma.

2. Ganas, kanker dan dapat menyebar ke bagian lain dari otak atau sumsum tulang belakang.

Jenis yang umum termasuk astrositoma, oligodendroglioma, glioblastoma, dan glioma campuran.

Gejala:

  • Kesulitan berbicara atau mengingat kata-kata
  • Penglihatan terganggu, pendengaran, bau atau rasa
  • Kejang parah atau ringan (gangguan kesadaran sesaat, sensasi atau otot menyentak)
  • Kelumpuhan pada bagian tubuh
  • Kehilangan keseimbangan
  • Lekas marah, mengantuk atau perubahan kepribadian
  • Mual dan muntah.
  • Sakit kepala seringkali merupakan gejala pertama dari tumor otak.
  • Sakit kepala yang dialami bisa ringan, parah, persisten, atau bisa juga sakit kepala yang bisa tiba-tiba dating lalu hilang.
  • Sakit kepala tidak selalu merupakan tumor otak tetapi jika Anda khawatir, pastikan untuk menemui dokter umum Anda.

Penyebab

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko kanker otak adalah:

  • Beberapa tumor otak dan sumsum tulang belakang lebih sering terjadi pada orang dengan kondisi genetik atau turunan tertentu.
  • Orang yang terpapar radiasi dosis tinggi ke kepala.

Diagnosis

Jika dicurigai ada tumor otak, dokter dapat memeriksa bagaimana berbagai bagian otak berfungsi dengan memeriksa refleks, kekuatan otot, kemampuan untuk merasakan tusukan jarum serta kemampuan untuk membedakan antara panas dan dingin.

Sebuah opthalmoscope digunakan untuk melihat saraf optik, yang dapat membengkak jika tekanan pada tengkorak meningkat, misalnya oleh tumor.

Diagnosis tumor otak biasanya dengan MRI dan CT scan.

Tes lain yang kadang-kadang digunakan adalah:

  • Spektroskopi resonansi magnetik
  • PET scan
  • Pemindaian CT emisi foton tunggal

Lumbar puncture (juga dikenal sebagai spinal tap). 

Pengobatan

1. Operasi pengangkatan kanker pada otak

Operasi mengangkat tumor ganas di otak ini dilakukan dengan cara mencoba mengangkat semua sel tumor dengan memotong tumor.

Dokter akan meninggalkan jaringan otak normal.

Pembedahan ini melibatkan pembukaan tengkorak (kraniotomi), yang sering disebut operasi invasif.

Namun tidak semua kanker otak bisa dioperasi, karena dalam beberapa kasus operasi justru bisa menyebabkan kerusakan pada otak dan mengancam nyawa pasien.

2. Kemoterapi

Perawatan ini sering digunakan untuk mengobati kanker otak tingkat tinggi, baik sendiri atau dalam kombinasi dengan perawatan kanker otak lainnya, seperti operasi dan / atau terapi radiasi.

3. Bedah Saraf

Jenis operasi khusus ini dilakukan pada sistem saraf, khususnya otak dan sumsum tulang belakang, biasanya berfokus pada pengangkatan seluruh tumor otak.

4. Terapi radiasi

Perawatan ini digunakan untuk menghancurkan sel-sel tumor otak dan untuk meringankan gejala yang disebabkan oleh tumor.

5. Targeted therapy

Obat terapi yang ditargetkan dirancang untuk menargetkan jalur spesifik atau kelainan pada sel yang terlibat dalam pertumbuhan tumor otak.

(Tribunnewswiki.com/Ami heppy)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki.com dengan judul Kanker Otak

ARTIKEL POPULER:

Baca: Agung Hercules Sempat Koma Tiga Hari Sebelum Meninggal karena Penyakit Kanker Glioblastoma Stadium 4

Baca: Agung Hercules Meninggal karena Kanker Otak, Sederet Artis Sampaikan Duka

Baca: Agung Hercules Tidak Malu Manfaatkan Fasilitas BPJS untuk Membantunya Lawan Kanker Stadium 4

TONTON JUGA:

Editor: Radifan Setiawan
Video Production: Fikri Febriyanto
Sumber: TribunnewsWiki
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved