Tribunnews WIKI

Kecamatan Tabang, Kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara yang Mempunyai 19 Desa

Jumat, 30 Agustus 2019 17:48 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Kecamatan Tabang adalah salah satu salah satu kecamatan yang di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Kecamatan Tabang terletak antara 115º26’–116º18’ Bujur Timur dan 0º18’–1º28’ Lintang Utara dengan luas wilayah mencapai 7.764,51 km2 dan ketinggian sekitar 32 meter dari permukaan laut.

Secara administratif, Kecamatan Tabang berbatasan dengan:

Utara: Kabupaten Malinau

Timur: Kabupaten Kutai Timur

Selatan: Kecamatan Kembang Janggut

Barat: Kabupaten Kutai Barat

Wilayah Kecamatan Tabang terdiri dari 19 desa, diantaranya Desa Gunung Sari, Desa Long Lalang, Desa Muara Ritan, Desa Ritan Baru, Desa Buluk Sen, Desa Umaq Dian, Desa Muara Pedohon, Desa Umaq Tukung, Desa Kampung Baru, Desa Bila Talang, Desa Umaq Bekuai, Desa Sidomulyo, Desa Muara Tiq, Desa Tabang Lama, Desa Muara Salung, Desa Muara Kebaq, Desa Muara Belinau, Desa Muara Tuboq, dan Desa Tukung Ritan.

Ibukota kecamatan Tabang terletak di Desa Sidomulyo.

Desa yang paling jauh adalah Desa Gunung Sari dan Desa Tukung Ritan yang letaknya 98 kilometer dari ibukota kecamatan.

Sedangkan desa yang paling dekat adalah Desa Umaq Bekuai yang letaknya 1 kilometer dari ibukota kecamatan.

Semua desa di Kecamatan Tabang dapat ditempuh melalui jalan darat dengan menggunakan kendaran roda dua dan roda empat.

Selain melalui jalur darat, juga dapat ditempuh melalui jalan sungai dengan menggunakan perahu, perahu motor, dan sejenisnya.

Terdapat satu sungai besar, yaitu Sungai Belayan di Kecamatan Tabang dengan lebar sekitar 100 meter dan kedalaman hingga 10 meter.

Selain itu, Kecamatan Tabang memiliki daerah dataran yang berkelok dan terdapat banyak gunung diantaranya: Gunung Mendam, Gunung Babi, Gunung Botak, Gunung Peninjauan, Gunung Kelopok, Gunung Salip/Peak, Gunung Ngenyek dan masih banyak lagi gunung-gunung kecil lainnya.

Gunung Babi merupakan Gunung tertinggi di Kecamatan Tabang dengan ketinggian mencapai 1.800 meter

Kecamatan Tabang beriklim tropis basah dengan rata-rata curah hujan per bulannya 375 mm.

Sedangkan rata-rata hari hujan berkisar 13 hari per bulan di tahun 2017.

Pemerintahan

Kecamatan Tabang memiliki 19 desa dengan 49 rukun tetangga (RT) sebagai satuan pemerintahan terkecil.

Desa yang memiliki RT paling banyak, adalah Desa Sidomulyo dan Desa Tukung Ritan dengan jumlah RT masing-masing 6 RT.

Pusat pemerintahan Kecamatan Tabang terletak di Desa Sidomulyo.

Di desa ini terdapat berbagai dinas/instansi setingkat kecamatan seperti: Kantor Camat, Koramil, Polsek, cabang dinas pertanian, cabang dinas perkebunan, cabang pendidikan, puskesmas, KUA, dan PLN.

Tercatat pada tahun 2017, pegawai di seluruh dinas/instansi di Kecamatan Tabang berjumlah 153 orang dengan rincian 63 orang pegawai negeri sipil (PNS) dan 63 orang bukan PNS.

Sedangkan pegawai di tingkat desa berjumlah 427 orang dengan rincian 221 orang PNS dan 206 orang bukan PNS.

Di seluruh desa di Kecamatan Tabang juga dilengkapi dengan anggota perlindungan masyarakat (linmas) sebanyak 125 orang.

Penduduk

Penduduk Kecamatan Tabang pada tahun 2014 tercatat sebanyak 11.110 orang yang terdiri dari 5.742 laki-laki (51,68 %) dan 5.368 perempuan (48,31 %) yang tersebar di 19 desa.

Persebaran penduduk antardesa di Kecamatan Tabang tidak merata.

Penduduk terbanyak terletak di Desa Tukung Ritan dengan jumlah penduduk mencapai 1.741 orang (15,67 %), kemudian di Desa Sidomulyo dengan jumlah penduduk sebanyak 1.509 orang (13,58 %).

Sedangkan yang paling sedikit penduduknya adalah Desa Muara Salung dengan jumlah penduduk sebanyak 145 orang (1,3 %).

Secara keseluruhan, rata-rata kepadatan penduduk di Kecamatan Tabang sekitar 1 orang per kilometer persegi.

Desa yang paling padat penduduknya adalah Desa Ritan Baru dengan kepadatan sekitar 14 orang per kilometer persegi atau 1 rumah tangga per kilometer persegi.

Desa yang paling jarang penduduknya, yaitu Desa Muara Salung.

Di Kecamatan Tabang penduduk laki-laki lebih banyak dibandingkan penduduk perempuan, hal ini juga terjadi di Kecamatan Tabang.

Rasio jenis kelamin secara keseluruhan adalah 107, yang berarti bahwa dalam setiap 100 penduduk perempuan, terdapat 107 penduduk laki-laki.

Sosial (Pendidikan, Kesehatan, Kriminalitas, Agama)

Di Kecamatan Tabang pada tahun 2017 di terdapat 15 taman kanak-kanak (TK), 14 sekolah dasar (SD) negeri, 2 sekolah menengah pertama (SMP) negeri, 1 sekolah menengah atas (SMA) negeri, dan 1 SMA swasta.

Di beberapa desa di Kecamatan Tabang belum mempunyai sekolah sama sekali.

Desa-desa yang tidak mempunyai sekolah antara lain: Desa Muara Salung, Desa Muara Kebaq, Desa Muara Belinau, dan Desa Muara Tuboq.

Kesehatan

Pada tahun 2017, sarana kesehatan di Kecamatan Tabang adalah 2 unit puskesmas yang terletak di Desa Sidomulyo dan Desa Tukung Ritan.

Selain itu, terdapat juga 6 unit puskesmas pembantu yang terletak di Desa Gunung Sari, Desa Long Lalang, Desa Muara Ritan, Desa Buluk Sen, Desa Muara Pedohon, dan Desa Muara Tiq.

Namun demikian, puskesmas pembantu yang ada saat ini masih jarang aktif dikarenakan kurangnya tenaga kesehatan.

Kriminalitas

Petugas keamanan yang ada di Kecamatan Tabang, yaitu 14 polisi dan 13 anggota Koramil atau TNI.

Sedangkan untuk keamanan lingkungan, terdapat 125 anggota linmas yang tersebar di masing-masing desa.

Pada tahun 2017, dilaporkan bahwa aparat berhasil menyelesaikan 9 kasus kejahatan dari 9 kasus yang dilaporkan.

Agama

Pada tahun 2017 di Kecamatan Tabang terdapat bangunan ibada antara lain 4

masjid, 5 langgar, 8 gereja Katholik, dan 22 gereja Protestan.

Sosial Lainnya

Pada tahun 2017, jumlah penyandang cacat di Kecamatan Tabang adalah 1 tuna netra, 2 penyandang cacat tubuh, dan 8 penyandang cacat mental.

Pertanian

Pada dasarnya, petani di Kecamatan Tabang merupakan petani tradisional, dimana mereka mengusahakan lahannya secara berpindah-pindah.

Pada tahun 2014, total produksi padi sawah yang dihasilkan mencapai 417 ton dengan luas panen 85 hektar.

Desa yang mengusahakan padi sawah, antara lain: Desa Gunung Sari, Desa Ritan Baru, Desa Umaq Dian, dan Desa Sidomulyo.

Selanjutnya adalah padi ladang yang terdapat di semua desa di Kecamatan Tabang.

Tanaman yang ditanam selain padi, masyarakat juga menanam aneka tanaman palawija, seperti: ubi kayu (67 hektar), ubi jalar (32 hektar), kacang tanah (39 hektar), dan kacang hijau (21 hektar).

Di antara tanaman palawija tersebut, yang paling banyak produksinya adalah ubi kayu

Tanaman yang paling banyak produksinya adalah kacang panjang, yaitu sebesar 3.942,7 ton, sedangkan yang paling sedikit adalah daun bawang dengan produksi sebesar 5 ton.

Untuk jenis tanaman buah-buahan, yang paling banyak produksinya adalah rambutan (197,24 ton), dan paling sedikit yaitu buah manggis dengan jumlah produksi 8,18 ton.

Perkebunan & Peternakan

Perkebunan terbagi menjadi dua kelompok, yaitu perkebunan rakyat dan perkebunan besar.

Untuk perkebunan rakyat, jenis tanaman yang diusahakan, antara lain: kelapa sawit, karet, kakao, dan kopi.

Tanaman perkebunan yang paling banyak produksinya selama tahun 2013 adalah kelapa sawit dengan total produksi 104 ton di lahan seluas 459 hektar dengan jumlah petani sebanyak 230 orang.

Selain kelapa sawit, tanamn karet juga menghasilkan produksi yang cukup besar, yaitu 72 ton di lahan seluas 200 hektar.

Sedangkan untuk perkebunan besar, di Kecamatan Tabang hanya mengusahakan kelapa sawit di area seluas 19.807 hektar.

Peternakan

Ternak yang diusahakan di Kecamatan Tabang meliputi sapi potong, kerbau, kambing, dan babi.

Pada tahun 2014, populasi ternak di Kecamatan Tabang, yaitu 372 ekor sapi potong, 3 ekor kerbau, 56 ekor kambing, dan 1.074 ekor babi.

Perikanan

Di beberapa desa di KecamatanTabang terdapat 250 rumah tangga yang bermata pencaharian sebagai nelayan.

Desa tersebut, antara lain: Desa gunung Sari, Desa Muara Ritan, Desa ritan baru, Desa Bila Talang, Desa Sidomulyo, dan Desa Tukung Ritan.

Selain itu, di Kecamatan Tabang terdapat pula pembudidayaan ikan dengan wadah berupa kolam dan keramba.

Energi

Belum semua desa di Kecamatan Tabang dialiri oleh listrik PLN pada tahun 2014.

Dari 19 desa yang ada, hanya 9 desa yang sudah dialiri listrik PLN, sedangkan 10 desa lainnya masih menggunakan penerangan listrik non-PLN atau dari lampu bukan listrik.

Sedangkan untuk air minum dari pemerintah (PDAM) belum tersedia di Kecamatan Tabang.

Oleh karena itu, penduduk setempat masih mengandalkan air sungai dan air sumur untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Akomodasi

Di Kecamatan Tabang pada tahun 2014 terdapat 2 penginapan yang terletak di ibukota kecamatan yaitu Desa Sidomulyo dengan fasilitas berupa 34 kamar tidur dan 68 tempat tidur.

Selanjutnya satu penginapan terletak di Desa Gunung Sari dengan fasilitas berupa 12 kamar tidur dan 12 tempat tidur, serta 1 penginapan yang terletak di Desa Muara Ritan dengan fasilitas berupa 6 kamar tidur dan 8 tempat tidur.

Harga-harga

Pada tahun 2014, harga-harga di Kecamatan Tabang mengalami kenaikan.

Ikan asin gabus merupakan komoditi yang mengalami kenaikan sebesar 5 0 %, yaitu dari harga Rp. 40.000/kg naik menjadi Rp. 60.000/kg.

Begitu juga halnya dengan harga beras, pada tahun 2013 harga beras medium dan beras bengawan adalah Rp. 10.000,- kemudian meningkat sebesar 20% pada tahun 2014.

Sumber:

Badan Pusat Statistik Kabupaten Kutai Kartanegara, Kecamatan Tabang Dalam Angka 2018.

(TRIBUNNEWSWIKI.COM/Dinar Fitra Maghiszha)

Artikel ini telah tayang di Tribunpapua.com dengan judul: Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur

ARTIKEL POPULER:

Baca: Kota Samarinda, Kota dengan Sepuluh Kecamatan di Provinsi Kalimantan Timur

Baca: Loa Janan, Kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara

Baca: Kotagede, Sebuah Kecamatan di Kota Yogayakarta, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

TONTON JUGA:

Editor: Aprilia Saraswati
Video Production: Panji Anggoro Putro
Sumber: TribunnewsWiki
Tags
   #Tabang   #Kutai Kartanegara
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved