Minggu, 24 Mei 2026

Tribunnews Update

Polemik DPR Usulan 1.000 Bioskop Desa dari APBN 2027, Masyarakat Pertanyakan Prioritas Anggaran

Jumat, 22 Mei 2026 21:39 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Usulan pembangunan 1.000 bioskop desa melalui APBN 2027 oleh Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi Gerindra, Rahmawati Zainal Paliwang, memicu polemik di media sosial.

Ide DPR dipertanyakan oleh publik terkait prioritas anggaran negara di tengah kebutuhan dasar masyarakat yang masih dinilai mendesak.

Baca: Isu Prabowo Mundur Jadi Bahan Taruhan di Pasar Prediksi Global Polymarket, Biden Alami Kasus Serupa

DPR dinilai kurang tepat karena prioritas APBN seharusnya fokus pada kebutuhan dasar, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur.

Di sisi lain, DPR menilai usulan ini juga membuka perdebatan soal pemerataan akses industri kreatif dan distribusi film nasional yang selama ini dinilai belum merata.

Dilansir dari Tribunnews, gagasan tersebut disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Panja Kreativitas dan Distribusi Film Nasional DPR RI, Rabu (20/5/2026).

Baca: Prabowo Tegas: Hotman, Menurutmu Nadiem Makarim Bersalah atau Tidak di Kasus Chromebook?

Dalam rapat tersebut, Rahmawati awalnya menyoroti ketimpangan distribusi film yang membuat rumah produksi kecil sulit bersaing dengan jaringan besar.

Ia beranggapan kreator daerah di wilayah 3T kerap kesulitan mendapatkan ruang tayang meski memiliki karya berbasis budaya lokal.

“Saya cukup miris mendengar rumah produksi kecil curhat adanya monopoli rumah produksi besar sehingga kreativitas lokal tersendat,” ujarnya.

Sebagai solusi, Rahmawati lantas mengusulkan pembangunan 1.000 layar bioskop desa dari APBN 2027.

Baca: Viral Spanduk Permohonan Maaf soal Prabowo-Gibran di Bundaran UGM, Kampus Hormati Aspirasi

Ia menyebut usulannya bertujuan untuk memperluas akses tontonan dan distribusi film ke daerah.

Selain itu, ia juga mendorong insentif fiskal bagi rumah produksi kecil agar ekosistem perfilman lebih seimbang.

“Kepada Kementerian Keuangan, siapkan insentif fiskal untuk rumah produksi kecil dan daerah, dan alokasikan 1.000 layar bioskop desa dari APBN 2027,” katanya.

Usulan 1.000 bioskop desa ini disebut menjadi simbol tarik-ulur kebijakan anggaran antara penguatan industri kreatif dan pemenuhan kebutuhan dasar.

Baca: Spanduk Permohonan Maaf soal Prabowo-Gibran Terpasang di Bundaran UGM, Kampus Hormati Aspirasi

Reaksi meluas di TikTok setelah unggahan akun @duniapunyacerita membahas usulan tersebut dan memicu sekitar ribuan komentar.

Sebagian besar komentar mempertanyakan urgensi program di tengah kondisi ekonomi masyarakat saat ini.

“Daripada bioskop lebih baik bikin klinik gratis di desa terpencil,” tulis akun @bidan Hilda.

“Ini manfaatnya apa untuk rakyat?” tulis akun @Herlambang. (Tribun-Video.com)

Baca juga berita terkait di sini

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Netizen Ramai Kritik Usulan 1.000 Bioskop Desa dari APBN: Apa Manfaatnya Buat Rakyat?

Editor: Panji Anggoro Putro
Reporter: Linda Pancaningrum
Video Production: valencia frida varendy
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #TRIBUNNEWS UPDATE   #DPR   #bioskop   #anggaran   #APBN

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved