Rabu, 20 Mei 2026

Terkini Nasional

Realita Pahit! Ucapan Prabowo soal Dolar Dibantah Warga Desa karena Harga Onderdil & Kedelai Meroket

Rabu, 20 Mei 2026 18:07 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM  - Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) melemah dan mulai berdampak hingga ke pelaku usaha di desa-desa.

Mengutip laman Bank Mandiri, per hari ini, Rabu (20/5/2026), nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS mencapai Rp17.750.

Dampak naiknya rumah juga sudah terjadi sejak beberapa waktu lalu dan kini mulai berdampak ke masyarakat.

Seorang pelaku usaha bengkel Cahaya Motor Blora, Andika Putra Wijaya mengatakan, anjloknya Rupiah ini berdampak pada kenaikan harga oli, ban, hingga onderdil sepeda motor.

Bahkan ia mengatakan, kenaikan tersebut sudah terjadi sejak tiga bulan terakhir.

Kepada TribunJateng.com, ia menuturkan kenaikan tersebut karena barang dagangannya adalah barang impor.

"Semua barang besi-besi, barang cairan dari minyak semua naik. Bahan oli, logam-logam naik semua karena minyak bumi naik," ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Kenaikannya beragam, mulai dari 10 hingga 30 persen.

Baca: Prabowo Targetkan Nilai Tukar Rupiah Kisaran Rp16.800 Rp17.500 per Dolar AS

Produk oli dan onderdil motor, lanjut Andika, menjadi barang dengan lonjakan tertinggi.

"Kenaikan sampai 20 persen, 25 persen bahkan ada yang 30 persen. Kalau ban itu naiknya 10 persen," katanya.

Ia menuturkan, bengkelnya menjual oli, ban motor, dan onderdil motor.

Hampir semua produk yang dijualnya tersebut mengalami kenaikan harga.

"Kalau ban mungkin sekitar 10 persen, tapi rata-rata barang lain naik 20 sampai 30 persen," terangnya.

Atas kenaikan harga tersebut berdampak pada turunnya daya beli masyarakat.

Dalam beberapa waktu terakhir, pelanggan yang datang ke tokonya turun drastis.

Baca: Jawab Kritikan soal Rupiah yang Terus Melemah, Gubernur BI Optimis Bakal Menguat pada Juli Agustus

"Jauh lebih sepi. Penurunan konsumen bisa 30 sampai 40 persen setiap harinya," jelasnya.

Ia menilai, daya beli masyarakat melemah karena harga barang yang makin mahal.

Andhika berharap, situasi ini bisa segera berakhir dan harga-harga kembali normal.

"Daya beli lagi lemah. Kita sebagai masyarakat biasa ya cuma berharap harga bisa kembali normal," jelasnya.

Pengusaha Tempe Terdampak Kenaikan Harga Kedelai Impor

Efek dari melemahnya Rupiah terhadap Dollar AS juga berdampak terhadap usaha pembuatan tempe di Desa Pliken, Kembaran, Banyumas, Jateng.

Baca: Kritik Keras Pemerintahan Prabowo, Anies: Rupiah Jatuh ke Titik Terendah Sepanjang Sejarah

Tempe sendiri dibuat dari bahan baku kedelai yang harus impor dari Amerika.

Isti, salah satu perajin tempe pun mengatakan bahwa usahanya bergantung terhadap nilai tukar dollar AS.

"Pak Prabowo apa tahu harga kedelai mahal?" kata Isti saat ditemui, Rabu (20/5/2026).

Ia menuturkan, harga kedelai terus mengalami kenaikan dalam beberapa minggu ini.

Semula, harga kedelai Rp10 ribu per kilogram, kini menjadi Rp10.600 per kilogram.

"Yang terasa banget kenaikannya mulai beberapa minggu terakhir ini," kata Isti, dikutip dari Kompas.com.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Orang Desa Tak Pakai Dollar: Harga Oli dan Onderdil di Blora Naik, Untung Pengusaha Tempe Menipis

# Prabowo Subianto # rupiah # dolar 

Editor: Fitriana SekarAyu
Video Production: Ilham Bintang Anugerah
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #dolar   #Rupiah   #Prabowo Subianto

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved