Nasional
FSGIi Desak Juri LCC 4 Pilar MPR Minta Maaf! Disebut Agar Publik Menjadi Reda Kemarahannya
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Ketua Dewan Pakar Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listyarti menilai seharusnya dewan juri Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar 2026 MRP RI di Kalimantan Barat (Kalbar), meminta maaf langsung soal polemik salahkan jawaban siswa.
Adapun, juri yang dimaksud adalah Kepala Biro Pengkajian Konstitusi Sekretariat Jenderal MPR RI, Dyastasita Widya Budi dan Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR, Indri Wahyuni.
Hingga saat ini, diketahui baru dari pihak MPR RI yang menyampaikan permohonan maaf, sementara juri yang bersangkutan belum.
Oleh karena itu, sejumlah pihak pun mendesak agar juri LCC 4 Pilar meminta maaf langsung.
"Ketika kemudian itu salah, memang harusnya minta maaf langsung. Jadi menurut saya, itu akan satu, publik menjadi reda kemarahannya," ujar Retno," ungkapnya, Sabtu (16/5/2026).
"Kedua, itu pasti akan dijempolin oleh banyak pihak karena keberanian untuk meminta maaf. Karena minta maaf itu bukan sesuatu yang tercela, bukan, justru perbuatan baik, datang aja ke sekolahnya," tambahnya.
Sehingga, menurut Retno, permintaan maaf itu tidak cukup hanya diwakilkan oleh konstitusi saja, dalam hal ini adalah MPR RI.
Baca: Tak Percuma! Ini Dia Syarat Iran Izinkan 30 Kapal Lewat Hormuz yang Dikawal IRGC
Baca: Mengerikan! Hizbullah Habisi Brigade Golani Israel, Dihujani Mortir, Tentara Elit Tewas di Lebanon
Jika tidak minta maaf langsung, kata Retno, seseorang tidak akan pernah belajar bertanggung jawab, tidak pernah punya efek jera, dan tidak pernah belajar dari kesalahan.
Acara LCC itu sebelumnya menjadi kontroversi setelah video perdebatan peserta dan dewan juri ramai di media sosial, yakni saat Grup C dari SMAN 1 Pontianak memprotes keputusan juri yang menganggap jawaban mereka salah dalam sesi rebutan pertanyaan saat perlombaan berlangsung.
Siswi bernama Josepha Alexandra yang mengajukan keberatan kepada dewan juri atas hal tersebut. Kala itu, Josepha menjawab pertanyaan soal mekanisme pemilihan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), tetapi dianggap salah sehingga nilainya dikurangi lima poin.
Sementara itu, saat Grup B dari SMAN 1 Sambas menjawab dengan jawaban yang sama persis, mereka dinyatakan benar dan mendapatkan tambahan 10 poin.
Meski Grup C telah melayangkan proses terhadap hal ini, dewan juri tidak mendengarkannya dan menjelaskan bahwa keputusan mutlak berada di tangan mereka. Begitu pun dengan pembawa acaranya yang menegaskan keputusan tetap berada di tangan dewan juri.
Lomba pun tetap dilanjutkan dan SMAN 1 Sambas keluar sebagai juara pertama untuk mewakili Kalimantan Barat ke tingkat nasional.
(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul FSGI Minta Juri Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar MPR Minta Maaf Langsung: Biar Kemarahan Publik Reda
Video Production: Elvera Kumalasari
Sumber: Tribunnews.com
Tribunnews Update
Minta Nama Baik Dibersihkan, Instagram SMAN 1 Sambas Banjir Komentar Warganet soal LCC MPR RI
18 jam lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.