Polres Banyumas Gelar Pra-Rekonstruksi Pembunuhan Sadis Satu Keluarga

Kamis, 29 Agustus 2019 14:47 WIB
Tribun Jateng

TRIBUN-VIDEO.COM - Satuan Reserse Kriminal Polres Banyumas menggelar proses pra-rekonstruksi kasus pembunuhan sadis satu keluarga di Banyumas, pada Rabu (28/8/2019).

"Ada sebanyak 18 adegan yang diperagakan oleh para tersangka pembunuhan keji satu keluarga tersebut," ujar Kanit Reskrim III Polres Banyumas, Ipda Rizki Adhiansyah Wicaksono kepada Tribunjateng.com, Rabu (28/8/2019).

Tujuan diadakannya pra-rekonstruksi adalah untuk meyakinkan para penyidik kepolisian terkait dengan pasal yang disangkakan kepada para tersangka.

Terutama adalah peran masing-masing dari keempat tersangka.

"Kami ingin memastikan siapa pelaku utamanya, siapa yang membantu, dan siapa yang menghilangkan barang buktinya," imbuhnya.

Terkait dengan jumlah tersangka, pihak kepolisian masih menentapkan empat orang tersebut, yaitu (Saminah, Irvan, Putra, dan Sania).

Sementara memang baru empat tersangka, pihak kepolisian masih mengembangkan kasus tersebut.

Seperti yang diketahui jika tersangka pembunuhan utama adalah Irvan, Putra, dan Saminah.

"Tersangka Sania akan dikenakan pasal 480 karena dia hanya menjual motor dan laptop dari para korban," tambahnya.

Rizki menyampaikan bahwa korban pertama yang dibunuh adalah Sugiyono, kemudian datang korban Supratno dengan mengendarakan sepeda motor.

Mereka dibunuh atau dihabisi di ruang tengah.

Kemudian datang korban Heri, dan terakhir adalah Pipin.

Dengan pola yang sama, para tersangka menggunakan alat yang sama berupa linggis, dan tabung gas.

Kemudian tersangka menumpuk mayat-mayat itu di kamar tengah.

Mereka melakukan hal tersebut dalam sehari kurang lebih dari pukul 14.00 WIB hingga menjelang maghrib.

Untuk penguburannya sendiri dilakukan pada keesokan harinya.

Selain itu para tersangka memang sudah berniat menghilangkan barang bukti, oleh karena itu mereka mengkondisikan lubang-lubang kuburan terlebih dahulu.

Tersangka berusaha untuk menghilangkan bercak-bercak darah pada rumah Misem.

Barulah keesokan harinya mereka kuburkan, yaitu pada malam hari.

Mayat-mayat tersebut dapat masuk ke dalam lubang ukuran 1.5 meter x 1.2 meter dengan kedalaman 40 cm, karena memang posisi dari para korban tertekuk-tekuk.

"Korban semua sudah dalam keadaan mati lemas, karena sudah lebih dari 12 jam," tambahnya.

Pemicu utama berdasarkan pemeriksaan kepolisian adalah masalah warisan.

Hal inilah yang sering memicu pertengkaran antara keluarga Saminah dan para korban.

"Menurut keterangan dari para tersangka para korban ini sering memaki dan sering menghina dan tindakan yang menyakiti hati Saminah dan para anak-anak Saminah (Irvan dan Putra)," tandasnya.

Sejak kecil Irvan dan Putra sudah sering melihat Saminah bertengkar dengan saudara lainnya.

Hal itulah yang menjadi pemicu dendam dari para tersangka sejak kecil.

Pada saat yang tepat saat mereka sudah dewasa mereka membalas dendam kepada saudara-saudaranya tersebut.(Tribunjateng/jti)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Prarekonstruksi Pembunuhan Sadis Satu Keluarga di Banyumas, Satu per Satu Dihabisi di Ruang Tengah

Editor: Novri Eka Putra
Video Production: Novri Eka Putra
Sumber: Tribun Jateng
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved