Senin, 11 Mei 2026

Tribunnews Update

Pemerintah Cek Kesiapan Tenda Jemaah Haji di Arafah, Dilengkapi Kasur Tebal hingga Toilet Difabel

Minggu, 10 Mei 2026 18:31 WIB
Tribun Video

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) meninjau persiapan tenda yang akan digunakan jemaah haji Indonesia saat menjalani wukuf di Arafah.

Peninjauan dilakukan di sejumlah tenda atau maktab yang disiapkan Syarikah Al Bait Guest (Dhuyuf Al-Bait).

Tim Media Center Haji (MCH) turut mengikuti pengecekan yang dipimpin Dirjen Pelayanan Haji Kemenhaj, Laksma TNI (Purn) Ian Heryawan, pada Sabtu (10/5/2026).

Dalam peninjauan tersebut, tim MCH sempat melihat langsung kesiapan di Maktab 62 yang direncanakan akan ditempati jemaah dari sektor 3 Syisyah, Makkah.

Baca: Beri Perhatian Khusus, PPIH Pastikan Jemaah Lansia dan Disabilitas Terlayani sejak Tiba di Jeddah

Memasuki kompleks maktab, lorong-lorong antar tenda telah dilengkapi kamera pengawas (CCTV) yang beroperasi 24 jam guna menjamin keamanan jemaah.

Dari sisi kenyamanan, bagian dasar tenda juga mendapat perhatian serius.

Permukaan tanah gurun di Arafah telah dilapisi struktur lantai tambahan yang cukup tebal sebelum ditutup karpet, sehingga tetap rata dan mampu meredam panas dari bawah.

Di atasnya, disiapkan kasur busa baru yang cukup tebal lengkap dengan karpet empuk untuk menunjang kenyamanan jemaah selama wukuf.

Terdapat belasan tenda dengan ukuran bervariasi, mulai dari 15x25 meter persegi, 15x20 meter persegi, hingga 10x15 meter persegi di Maktab 62.

Baca: Jemaah Haji Wajib Pakai Kain Ihram di Bandara King Abdulaziz Jeddah, Petugas Lakukan Pengecekan

Di dalam tenda, tempat tidur yang telah ditata sesuai kapasitas, dengan setiap jemaah mendapatkan satu kasur, satu sprei, satu bantal, serta dua selimut.

Untuk mengantisipasi suhu panas di Arafah, setiap tenda juga dilengkapi dua hingga tiga unit pendingin ruangan (AC).

Pengecekan kemudian berlanjut ke area sanitasi yang selama ini menjadi titik krusial bagi jemaah haji.

Di setiap maktab tersedia dua kompleks WC, masing-masing dilengkapi belasan bilik toilet dengan kombinasi kloset jongkok dan duduk, serta area wudhu.

Selain itu, tersedia toilet khusus difabel yang dilengkapi jalur akses ramah disabilitas.

Baca: Kisah Haru Vania Ulayya Remaja Asal Bantul Yogyakarta jadi Jemaah Haji Termuda, Gantikan sang Ayah

Terobosan tahun ini terlihat dari pemasangan rangka urinoir di luar bilik toilet bagi jemaah pria.

Fasilitas tambahan ini dihadirkan untuk mengurai kepadatan antrean, khususnya bagi jemaah yang hanya ingin buang air kecil.

Fasilitas pendukung lainnya di dalam maktab meliputi musala, klinik yang dilengkapi dua tempat tidur dan sejumlah kursi roda, kantor operasional, serta ruang layanan pelanggan (customer service).

Pengecekan Berkala

Ditemui usai pengecekan, Ian Heryawan mengatakan, sejumlah fasilitas di Arafah masih dalam tahap penyelesaian. Meski demikian, pihak penyedia layanan menjanjikan seluruh kesiapan akan rampung dalam lima hari ke depan.

"Kami ingin memastikan seluruh jemaah haji Indonesia dapat memasuki tenda di Arafah dan melaksanakan ibadah wukuf dengan tenang dan khidmat," ujar Ian.

Ia menyampaikan sejumlah catatan kepada pihak syarikah, terutama terkait kebersihan lingkungan yang dinilai belum sepenuhnya siap.

Selain itu, masih ada beberapa tenda yang membutuhkan penyempurnaan, seperti pemasangan sekat atau penghalang antar tenda, serta penataan area luar termasuk taman.

"Kami akan cek ulang nanti dalam lima hari ke depan, yaitu hari Kamis," kata Ian.

Ian menegaskan, pengecekan tidak berhenti sampai di sini. Pemerintah akan terus melakukan pengawasan secara berkala hingga menjelang puncak haji.

"Harus dipastikan, setiap saat kita cek and recheck sampai seluruh hak jemaah terpenuhi," tegasnya.

Dalam peninjauan tersebut, Ian juga mengajak para kepala sektor (kasektor) di daerah kerja (daker) Makkah untuk melihat langsung lokasi tenda yang akan ditempati jemaah.

Menurutnya, langkah ini penting agar para petugas haji memahami secara detail penempatan jemaah di lapangan.

"Peran kasektor agar mereka tahu betul tenda mana jemaahnya akan ditempatkan. Nanti mereka didampingi koordinator markaz, pengawas katering, dan pengawas transportasi, serta bekerja sama dengan Kementerian Haji Saudi dan pihak syarikah," ujarnya.

Dengan demikian, jika terdapat kendala di lapangan, petugas dapat segera memberikan bantuan kepada jemaah.

(Tribun-Video.com)

Editor: Bintang Nur Rahman
Video Production: Dharma Aji Yudhaningrat
Sumber: Tribun Video

Tags
   #Pemerintah   #tenda   #jemaah haji   #Arafah

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved