Minggu, 10 Mei 2026

LIVE UPDATE

IDF Bombardir Pinggiran Selatan Beirut, Komandan Senior Hizbullah Tewas dalam Serangan Udara

Kamis, 7 Mei 2026 16:20 WIB
Tribunnews.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru


TRIBUN-VIDEO.COM - Situasi di Lebanon kembali memanas seusai Israel melancarkan serangan udara ke pinggiran selatan Beirut pada Rabu (6/5/2026).

Serangan tersebut menewaskan Malek Ballout, komandan operasi Pasukan Radwan, unit elite Hizbullah yang memiliki peran penting dalam operasi militer kelompok tersebut.

Kabar tewasnya Ballout juga dikonfirmasi melalui laporan Kantor Berita Nasional Lebanon yang menyebut pesawat tempur Israel menyerang wilayah Ghobeiri, salah satu basis kuat Hizbullah di Beirut selatan.

Serangan tersebut diduga menghantam apartemen yang sedang digunakan untuk pertemuan sejumlah petinggi Pasukan Radwan.

Selain Ballout, sedikitnya 11 orang lainnya dilaporkan tewas dalam serangan di wilayah selatan dan timur Lebanon.

Menurut laporan jurnalis AFP di lokasi, terlihat asap tebal membumbung dari area yang menjadi sasaran serangan udara.

Bangunan di sekitar lokasi juga dilaporkan hancur dan dipenuhi puing-puing akibat ledakan.

Baca: Trump Klaim Iran Setuju Tak Miliki Senjata Nuklir, Negosiasi Teheran dengan AS Terus Berjalan

Serangan ini terjadi di tengah masih berlakunya gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah.

Diketahui Beirut dan kawasan pinggiran selatannya sebelumnya relatif tidak tersentuh serangan Israel sejak 8 April lalu.

Pada saat itu, serangan besar-besaran Israel di berbagai wilayah Lebanon menewaskan lebih dari 350 orang.

Israel kini kembali melancarkan operasi udara dengan alasan untuk menargetkan struktur komando Hizbullah yang dinilai masih aktif.

Pemerintah Israel menyebut serangan tersebut dilakukan guna mencegah ancaman yang dianggap sedang berlangsung terhadap keamanan negaranya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan operasi itu secara khusus menyasar komandan Pasukan Radwan Hizbullah.

Menurut Netanyahu, unit elite Hizbullah tersebut masih memiliki aktivitas yang dianggap membahayakan keamanan Israel.

Baca: Media Iran Sebut Pernyataan Trump Mundur dari Selat Hormuz sebagai Cara Hindari Pengakuan Kekalahan

Israel menilai keberadaan Pasukan Radwan di Lebanon selatan dan Beirut selatan menjadi ancaman langsung yang harus dicegah.

Serangan udara itu pun memicu kecaman dari berbagai pihak karena dilakukan saat gencatan senjata masih berlaku secara resmi.

Meski demikian, Israel menegaskan kondisi di lapangan masih sangat dinamis dan berpotensi memicu eskalasi baru.

Pemerintah Israel juga menyebut langkah militer tersebut sebagai bagian dari upaya menekan kemampuan operasional Hizbullah.

Pasukan Radwan sendiri dikenal sebagai salah satu kekuatan inti dalam struktur militer Hizbullah.

Kelompok itu selama ini disebut memiliki peran penting dalam berbagai operasi militer Hizbullah di kawasan perbatasan Lebanon-Israel.

Hingga kini, situasi di Beirut selatan dilaporkan masih tegang pasca-serangan udara tersebut.

Serangan terbaru ini juga memunculkan kekhawatiran akan kembali meluasnya konflik di wilayah Lebanon dan Timur Tengah. (*)

 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Komandan Senior Hizbullah Tewas Dibombardir IDF, Gencatan Senjata Hizbullah–Israel Terancam Runtuh

 

Program: Live Update
Host: Isti Ira Kartika Sari
Editor Video: Aditya Wisnu Wardana, Reka Alfa Dwi Putri


#viory #Israel #Lebanon #Hizbullah #Beirut #IDF #TimurTengah #Perang #Geopolitik #KonflikMaritim #InfoInternasional #Mei2026 #BreakingNews

Editor: Aditya Wisnu Wardana
Reporter: Isti Ira Kartika Sari
Videografer: Reka Alfa Dwi Putri
Video Production: Aditya Wisnu Wardana
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved