Selasa, 2 Juni 2026

Mancanegara

Jerman Desak Iran Buka Selat Hormuz & Hentikan Program Nuklir seusai Trump Tarik 5 Ribu Tentara AS

Senin, 4 Mei 2026 14:13 WIB
Sumber Lain

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru


TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Amerika Serikat (AS) mengumumkan bakal menarik lebih dari 5.000 pasukan militernya dari Jerman.

Penarikan ribuan tentara AS dari Jerman itu merupakan imbas dari memburuknya relasi kedua negara tersebut.

Setelah kebijakan tersebut Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul kini mendesak Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.

Desakan itu disampaikan Menlu Jerman saat melakukan panggilan telepon dengan Menlu Iran Abbas Araghchi dilansir dari The Times of Israel pada Senin (4/5).

Wadhepul mengatakan bahwa Jerman mendukung solusi diplomatik untuk menyelesaikan ketegangan antara Iran dan AS.

Baca: Janji Trump Segera Akhiri Perang Iran Tak Terbukti Negosiasi Nuklir Alot, Harga Minyak Melonjak

Baca: Jerman Desak Iran Buka Selat Hormuz seusai Trump Tarik 5 Ribu Tentara AS di Jerman

Wadhepul juga meminta agar Iran menghentikan program nuklirnya.

Adapun sebelumnya Kanselir Jerman Friedrich Merz mengatakan bahwa Iran sedang menghina AS di meja perundingan.

Pernyataan itu membuat Trump memutuskan untuk menarik 5.000 pasukannya dari Jerman.

AS juga menaikkan tarif impor mobil Uni Eropa dari yang tadinya 15 persen menjadi 25 persen.

Merz mengatakan bahwa isu penarikan pasukan AS dari Jerman merupakan isu lama.

Sementara Menteri Pertahanan Jerman Boris Pistorius menyebut bahwa penarikan pasukan AS dari Jerman merupakan sesuatu yang sudah bisa diperkirakan.

(Tribun-Video.com/Umi Wakhidah)


Artikel ini telah tayang di Timeodisrael.com dengan Judul German FM, in call with Iranian counterpart, demands Hormuz reopening


# Jerman # Selat Hormuz # Iran # Nuklir # Trump # Tentara  # Amerika Serikat # Presiden Amerika Serikat #  


Editor: Wening Cahya Mahardika
Video Production: Arifah Nur Shufiyatin
Sumber: Sumber Lain

Tags
   #Jerman   #Iran   #Selat Hormuz   #nuklir   #Trump   #Tentara

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved