Rabu, 3 Juni 2026

Local Experience

Mengintip Gereja Merah, Saksi Bisu Zaman Kolonial di Kota Probolinggo

Minggu, 3 Mei 2026 12:25 WIB
Tribun Jatim.com

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru

TRIBUN-VIDEO.COM - Kota Probolinggo tidak hanya dikenal dengan pesona alamnya, tetapi juga menyimpan jejak sejarah yang menarik untuk ditelusuri.

Salah satunya adalah Gereja Merah, bangunan bersejarah yang hingga kini masih berdiri kokoh dan menjadi ikon wisata religi di daerah tersebut.

Gereja yang berada di Jalan Suroyo ini memiliki ciri khas mencolok dari warna merah pada bagian eksteriornya.

Selain keunikan arsitekturnya, bangunan ini juga menyimpan kisah panjang sejak masa kolonial Belanda.

Dilansir dari probolinggokota.go.id, Gereja Merah merupakan peninggalan masa kolonial Belanda yang dibangun pada tahun 1862.

Hal ini dibuktikan dengan tulisan “Gebound Anno 1862” yang tertera di anak tangga pintu masuk gereja.

Gereja ini didirikan oleh Pendeta Pati Rajawane pada masa pemerintahan Bupati Meijer, yang merupakan bupati pertama di Probolinggo pada era kolonial.

Bangunan ini dibuat menggunakan konstruksi baja dengan sistem knock down, yakni dirakit dari bagian-bagian yang sebelumnya dibuat di Belanda, kemudian dikirim melalui pelabuhan dan disusun kembali di lokasi.

Material bangunan yang digunakan seluruhnya berbahan baja, sehingga menjadikan struktur gereja ini cukup kuat dan mampu bertahan hingga ratusan tahun.

Sejak awal berdiri, Gereja Merah sudah difungsikan sebagai tempat ibadah umat Kristen dan hingga kini masih digunakan untuk kegiatan keagamaan setiap hari Minggu.

Gereja ini dikenal dengan sebutan Gereja Merah karena tampilan luarnya didominasi warna merah mencolok. Namun, warna tersebut ternyata memiliki makna filosofis yang mendalam.

Dilansir dari travel.kompas.com, warna merah pada bangunan gereja melambangkan darah Yesus Kristus yang diyakini sebagai penebus dosa umat manusia.

Sebagaimana dikutip dari Surya.co.id, pada awalnya bangunan gereja tidak berwarna merah, melainkan putih.

Perubahan warna dilakukan sebagai upaya melindungi bangunan dari korosi akibat kondisi lingkungan yang lembap karena dekat dengan wilayah pantai.

Selain itu, gaya arsitektur gereja ini mengusung konsep gothic dengan bentuk yang unik.

Bahkan, bangunan serupa hanya ada dua di dunia, yakni di Probolinggo dan satu lagi di Den Haag, Belanda.

Keunikan tersebut menjadikan Gereja Merah tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai objek wisata sejarah yang menarik perhatian banyak pengunjung.(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Sejarah Gereja Merah di Probolinggo, Bangunan Ikonik Warisan Belanda yang Hanya Ada Dua di Dunia.

Program : Local Experience
Editor: Untung Sofa Maulana

#localexperience #probolinggo #sejarah #gerejamerah #warisan #warisanbelanda #belanda #peninggalanbelanda

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Untung SofaMaulana
Sumber: Tribun Jatim.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved