Tribunnews Update
Hadapi Situasi Darurat, AS Setujui Penjualan Senjata ke Negara di Timur Tengah, Qatar Terbanyak
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru
TRIBUN-VIDEO.COM - Amerika Serikat (AS) menyetujui penjualan senjata dengan nilai lebih dari 8,6 miliar dollar atau sekitar Rp 146 triliun ke sejumlah sekutunya di Timur Tengah.
Sejumlah negara yang akan menerima senjata AS itu adalah Israel, Qatar, Kuwait dan Uni Emirat Arab.
Persetujuan itu diumumkan oleh Departemen Luar Negeri AS pada Jumat (1/5) waktu setempat.
Pengumuman tersebut terjadi saat AS menerapkan gencatan senjata dengan Iran.
Baca: Respons Partai Ummat Usai Amien Rais Terancam Dipolisikan Gegara Kritik Hubungan Prabowo dan Teddy
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa AS saat ini berada di situasi darurat sehingga memerlukan penjualan senjata segera.
Status darurat itu mengakibatkan pemerintah AS mengesampingkan prosedur peninjauan dari DPR atau Kongres karena memakan waktu lama.
Departemen Luar Negeri AS merinci paket penjualan senjata untuk masing-masing negara di Timur Tengah.
Qatar membeli layanan pengisian ulang sistem pertahanan udara dan rudal Patriot senilai dan Sistem Senjata Pembunuh Presisi Canggih.
Baca: Internal Iran Diisukan Pecah, Presiden Pezeshkian Diklaim Bakal Pecat Menlu Araghchi Gegara Kesal
Qatar menjadi negara dengan penerima senjata terbesar di Timur Tengah.
Sementara itu Kuwait membeli sistem komando pertempuran terintegrasi.
Sedangkan Israel dan Uni Emirat Arab mendapatkan persetujuan pembelian Sistem Senjata Pembunuh Presisi Canggih. (Tribun-Video.com)
Artikel ini telah tayang di Al Mayadeen dengan judul US authorizes billions in arms sales to 'Israel', Qatar, Kuwait, UAE
Reporter: Umi Wakhidah
Video Production: valencia frida varendy
Sumber: Tribun Video
Mancanegara
May Day Memanas! Warga AS Demo Tolak Perang Iran hingga Bentangkan Spanduk Usir Trump
6 hari lalu
Tribunnews Update
Rangkuman AS-Iran: Sekutu Trump UEA di Ambang Kehancuran, Iran Unjuk Power Kapal Perang AS Remuk
6 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.