Nasional
GERCEP! Dedi Mulyadi Tindak Lanjuti Perlintasan Kereta di Bekasi yang Dijaga Warga seusai Laka
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
TRIBUN-VIDEO.COM - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi video viral yang memperlihatkan perlintasan kereta api sebidang di Kota Bekasi masih dijaga oleh warga.
Ia menegaskan, tugas menjaga perlintasan bukanlah tanggung jawab masyarakat maupun organisasi kemasyarakatan.
Perlintasan yang dimaksud berada di Jalan Ampera, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi.
Lokasi ini sebelumnya menjadi sorotan setelah insiden kecelakaan kereta yang melibatkan sebuah taksi mogok di tengah rel pada Senin (27/4/2026), yang kemudian berujung tabrakan susulan.
Dalam video yang beredar, tampak sejumlah warga berjaga di sekitar palang pintu manual dan mengatur kendaraan yang melintas.
Kondisi tersebut dinilai berisiko dan tidak seharusnya dilakukan oleh warga.
Baca: Momen Dedi Mulyadi Berikan Segepok Uang ke Para Korban Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL
"Masih ada pintu perlintasan kereta api, yang kemarin terjadi musibah, masih dijagain sama orang," kata Dedi dalam videonya, Jumat (1/5/2026).
"Ormas ataupun masyarakat setempat, bagi saya itu tidak penting, yang penting bagi saya ini bukan kewajiban mereka. Ini kewajiban aparat," sambungnya.
Menindaklanjuti hal tersebut, Dedi mengaku telah berupaya menghubungi Wali Kota Bekasi dan salah satu unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Ia memastikan aparat segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan.
"(Kemudian) saya menelepon salah satu FORKOPIMDA Kota Bekasi dan sudah online, beliau akan meluncur ke lokasi untuk mengambil langkah-langkah," ujarnya.
Baca: Spontan! Dedi Mulyadi Tawari Pekerjaan Gaji Rp 4,2 Juta ke Penjual Nanas, Iba Hidup di Gubuk
Dedi juga menyoroti kondisi palang pintu yang masih dioperasikan secara manual.
Ia pun meminta Dinas Perhubungan Jawa Barat untuk segera melakukan pengadaan palang pintu otomatis agar tidak lagi bergantung pada penjagaan manual.
"Sehingga tidak perlu lagi ada orang berjaga di sana (perlintasan)," ucapnya.
Ia menyebutkan, proses pengadaan dan pemasangan palang pintu otomatis diperkirakan memakan waktu sekitar dua minggu.
Anggaran yang dibutuhkan berkisar Rp500 juta hingga Rp1 miliar.
"Saya minta seluruh jajaran Pemkot Bekasi untuk melakukan tindakan-tindakan nyata. Jangan palang pintu dijaga oleh bukan aparat," tegasnya.
Menurut Dedi, keberadaan aparat negara sangat penting dalam memastikan keselamatan di perlintasan kereta api.
Ia menekankan bahwa tanggung jawab tersebut sepenuhnya berada di tangan negara.
"Fungsi kami sebagai aparatur negara adalah hadir menyelesaikan masalah-masalah yang menjadi kewajiban negara," ujarnya.
"Urusan palang pintu kereta api adalah kewajiban negara, bukan orang, ormas, atau masyarakat," tandasnya.
Terbaru, Dedi mengungkapkan bahwa perlintasan di Jalan Ampera kini telah dijaga oleh aparat gabungan dari TNI dan Dinas Perhubungan.
Dalam video lanjutan yang dibagikannya, terlihat petugas berseragam telah berada di lokasi untuk mengatur lalu lintas.
"Terima kasih kepada seluruh jajaran, selamat bertugas sampai pintu perlintasan menggunakan palang otomatis atau digital, sehingga tidak perlu lagi dijaga oleh orang," ucapnya.
Ia juga menambahkan, pihaknya telah meminta agar pemasangan palang pintu otomatis tidak hanya dilakukan di satu titik, melainkan di seluruh perlintasan kereta api di wilayah Jawa Barat, baik yang resmi maupun tidak resmi.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Viral Perlintasan Dijaga Warga Setelah Insiden Kecelakaan KRL, Dedi Mulyadi: Itu Kewajiban Aparat
# Dedi Mulyadi # Perlintasan # Kereta # Bekasi # Dijaga # Warga # Laka #
Video Production: ahmadshalsamalkhaponda
Sumber: TribunJakarta
Viral
Jatuh ke Rel, Perempuan Keluhkan Tulang Rusuk Kanan Nyeri, Pihak KAI Commuter Imbau Ini
Sabtu, 16 Mei 2026
Local Experience
Sejarah Kelam Rel Pekanbaru-Muaro Sijunjung di Masa Pendudukan Jepang
Sabtu, 16 Mei 2026
Terkini Daerah
Penyebab Pemotor Tertabrak KA Sangkuriang di Jember, Tak Ada Palang & Kereta Sudah Bunyikan Klakson
Jumat, 15 Mei 2026
Saksi Kata
Kisah Cucu Jemaah Haji soal Rombongan Ditabrak Kereta di Grobogan, Mengaku Punya Firasat Sebelumnya
Jumat, 15 Mei 2026
LIVE UPDATE
Saat Warga Terlelap, 2 Rumah di Paduraksa Empat Lawang Terbakar Diduga akibat Korsleting Listrik
Jumat, 15 Mei 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.