Rabu, 20 Mei 2026

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur

KESAKSIAN Penumpang Selamat KRL Bekasi, Ungkap Hal Janggal Sebelum Tabrakan

Selasa, 28 April 2026 21:26 WIB
Tribunnews Bogor

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.

TRIBUN-VIDEO.COM - Kesaksian Desi Budianti (50) mengungkap detik-detik tabrakan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Saat kejadian, Desi sedang berada di dalam gerbong lima KRL jurusan Cikarang yang tengah berhenti lama di emplasemen stasiun.

Benturan keras tersebut menyebabkan mesin lokomotif kereta jarak jauh merangsek masuk ke gerbong KRL, terutama pada gerbong khusus perempuan.

Kejadian ini mengakibatkan kepanikan bagi penumpang di dalam rangkaian.

Malam itu, Desi dalam perjalanan pulang dari Jakarta menuju Cikarang.

Ia mengaku sudah merasa ada yang tidak beres karena kereta tertahan cukup lama sebelum terjadi tabrakan.

Baca: AKSI Pria Botak Protes ke Petugas KAI seusai Laka KA Bekasi, Ternyata Loncat dari KRL Demi Selamat

"Ibu biasanya di gerbong lima kalau naik kereta, dari Jakarta mau pulang ke Cikarang," kata Desi, Selasa (28/4/2026).

Penyebab KRL tersebut tertahan di Stasiun Bekasi Timur adalah karena adanya kecelakaan lain di jalur sebelah.

Sebuah taksi dilaporkan tertemper rangkaian KRL dari arah Cikarang menuju Jakarta di perlintasan Jalan Ampera.

"Ternyata kan kereta itu ada yang ada kesrempet kereta apa ditabrak kereta, tapi di jalur lain," imbuhnya.

Kondisi gerbong lima saat itu sedang padat penumpang sehingga muncul rasa keresahan.

Di tengah suasana tersebut, tiba-tiba terdengar suara benturan yang sangat kencang dari arah belakang.

"Kereta (KRL) kan berhenti lama, tiba-tiba 'brak' aja suaranya keras," ucap Desi.

Kerasnya benturan membuat sejumlah penumpang terpental dari posisi duduk maupun berdiri.

Desi yang saat itu duduk di kursi prioritas menggambarkan suasana di dalam gerbong seketika menjadi mencekam.

Para penumpang langsung berusaha menyelamatkan diri di tengah kekacauan tersebut.

Proses penyelamatan diri para penumpang sempat terkendala teknis pintu kereta.

Desi mengungkapkan bahwa banyak pintu gerbong yang tetap tertutup rapat setelah benturan terjadi.

Di gerbong lima, hanya ada satu akses yang bisa digunakan oleh penumpang untuk keluar.

Baca: Daftar Lengkap 15 Korban Meninggal Kecelakaan KA Argo Bromo Tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur

"Kita orang langsung pada nyari keluar. Kan ada sebagian kan gerbong itu pintunya tertutup, di gerbong lima cuma satu doang yang terbuka," ungkap Desi.

Keterbatasan akses ini membuat suasana evakuasi mandiri di dalam gerbong menjadi semakin riuh.

Hingga Selasa pagi, petugas gabungan dari SAR, BPBD, dan PMI masih berupaya mengevakuasi korban yang terjepit di dalam gerbong.

Proses ini memakan waktu lama karena kondisi material kereta yang rusak parah setelah dihantam lokomotif.

Berdasarkan data terbaru, jumlah korban meninggal dunia mencapai 14 orang hingga pukul 08.45 WIB.

Selain korban jiwa, tercatat lebih dari 80 orang mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Kesaksian Penumpang Gerbong 5 KRL Bekasi, Sempat Merasa Hal Ganjil Sebelum Tabrakan: Pintu Ketutup

# KESAKSIAN # Penumpang # Selamat # KRL Bekasi # Janggal # Tabrakan # 

Editor: Wening Cahya Mahardika
Video Production: ahmadshalsamalkhaponda
Sumber: Tribunnews Bogor

Tags
   #kesaksian   #penumpang   #KRL Bekasi   #janggal   #tabrakan

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved