Senin, 27 April 2026

Reshuffle Kabinet Prebowo, Elite Golkar: yang Tak Produktif Harus Diganti

Senin, 27 April 2026 15:49 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO - Presiden Prabowo Subianto akan melakukan perombakan Kabinet Merah Putih siang ini di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, (27/4/2026).

Pantauan Tribunnews di Istana Kepresidenan RI, Jakarta Pusat pukul 10.00 WIB, sejumlah protokol Istana terlihat mulai melakukan sejumlah persiapan.

Petugas kebersihan mulai melakukan pembersihan di ruang kedatangan tamu.

Kabarnya, ada sejumlah menteri maupun kepala badan yang akan dirotasi dalam kabinet.

Reshuffle rencananya akan dilakukan pukul 15.00 WIB.

Di sisi lain, terlihat ada juga protokol istana yang membawa sejumlah buket bunga yang biasanya dipakai untuk upacara kenegaraan di Istana Negara. 

Namun, belum diketahui secara rinci apakah Presiden Prabowo akan melakukan reshuffle pada hari ini.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak istana.

Kabarnya, ada lima orang yang akan dilakukan reshuffle kabinet. Mereka tersebar dari jabatan kepala badan hingga menteri dalam kabinet merah putih.

Kepala Staf Kepresidenan, M Qodari buka suara mengenai kabar dirinya akan direshuffle Presiden Prabowo Subianto dari jabatannya saat ini.

Dia menyebut hal tersebut merupakan hak prerogatif dari Presiden.

Kabarnya, Qodari akan direshuffle dari kursi KSP  menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah yang saat ini dijabar oleh Angga Raka Prabowo.

Qodari mengatakan pihaknya meminta awak media untuk menunggu keputusan Presiden Prabowo pada hari ini.

Respons Golkar:

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham, menilai sudah saatnya dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kabinet seiring perjalanan pemerintahan yang telah berjalan sekitar satu setengah tahun.

Menurut Idrus, Presiden Prabowo Subianto memiliki kewajiban untuk memastikan kinerja kabinet berjalan optimal dan menjawab tuntutan publik.

Idrus menjelaskan, dalam struktur pemerintahan terdapat peran pengambil keputusan dan pelaksana kebijakan.

Presiden, kata Idrus, berperan sebagai pengambil keputusan, sementara menteri bertindak sebagai eksekutor di lapangan.

Idrus menyebut, tanggung jawab presiden tidak hanya pada pengambilan keputusan, tetapi juga memastikan jalannya pengawasan dan motivasi terhadap para menteri.

Namun demikian, ia menegaskan, jika para menteri tetap tidak menunjukkan kinerja optimal meski telah diberi arahan dan dorongan, maka presiden perlu mengambil langkah tegas.

"Menteri-menteri yang tidak produktif harus diganti, siapapun dia," kata Idrus, kepada wartawan, Senin (27/4/2026).

Saksikan LIVE UPDATE selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!

Editor: Srihandriatmo Malau
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved