Senin, 13 April 2026

Terkini Daerah

Puluhan Aktivis Palu Gelar Aksi Solidaritas untuk Warga Papua

Sabtu, 24 Agustus 2019 17:12 WIB
Tribun Palu

TRIBUN-VIDEO.COM, PALU - Puluhan aktivis di Palu menggelar mimbar bebas depan Polda Sulawesi Tengah, Jumat (23/8/2019).

Aksi ini mereka lakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap warga Papua.

Massa yang mulai berkumpul sejak pukul 14.00 Wita itu mendesak Polri untuk menangkap pelaku ucapan rasis dalam kasus persekusi terhadap mahasiswa Papua.

Sebab, tindakan rasisme serta represifitas yang terjadi di asrama Papua pada (16/08/2019) di Surabaya oleh aparat keamanan dan ormas-ormas reaksioner adalah tindakan yang jauh dari prinsip kemanusiaan.

"Itu jelas merupakan pelanggaran hak asasi manusia terhadap rakyat Papua," kata Koordinator Aksi, Abdi Lasita.

Kata Abdi, represifitas serta tindakan rasisme terhadap warga Palu, jauh dari pirnsip kemanusiaan.

Bahkan hal itu sebagai upaya penekanan terhadap hak rakyat Papua.

"Bagi kami, melihat Papua tidak hanya dapat dilihat dari satu peristiwa yang terjadi di Surabaya saja," katanya.

"Melihat Papua harus dari banyak aspek antara lain aspek kesejarahan dan soal eksploitasi sumber daya alam di sana," tambahnya.

Ia menyebutkan, diawali dari aspek kesejarahan.

Seperti diketahui sebut Abdi, bahwa Papua adalah daerah yang belakangan diintegrasikan dengan Indonesia sejak kemerdekaannya.

Lewat berbagai macam kepentingan dan intervensi politik yang terjadi, akhirnya Papua pada tahun 1961 harus bergabung dengan Indonesia.

Selanjutnya dari aspek sumber daya alam.

Papua kata Abdi, adalah daerah yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA).

Dengan kekayaan yang cukup melimpah ini, tidak heran bila jumlah perizinanan yang memonopoli ruang di Papua cukup masif.

Berdasarkan data Komisi Pemberantasan Korupsi hingga tahun 2017, terdapat 40 izin hak pengeloaan hutan (HPH), 249 izin pertambangan seluas 5.848.513 hektar dan 56 izin pelepasan kawasan hutan 1.291.240 hektar di Papua.

"Tidak sampai disitu, data Pemerintah Provinsi Papua menyebutkan bahwa, luas perkebunan kelapa sawit di Papua saat ini mencapai 958.094,2 ha," papar Andi.

Luasan ini Kata Abdi belum termasuk di Papua Barat.

Alhasil, monopoli ruang yang cukup besar ini, telah menghancurkan basis-basis produksi rakyat Papua.

Masifnya eksploitasi SDA di Papua, memurut Abdi justru berbanding terbalik dengan kondisi rakyat Papua.

Pasalnya data Badan Pusat Statistik Republik Indonesia menyebutkan bahwa, sampai Maret 2018 Papua dan Papua Barat sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Indonesia.

Di posisi pertama ditempati oleh Provinsi Papua dengan presentasi 27, 74 persen dan Papua Barat dengan presentase 23,01 persen penduduk.

"Artinya, hasil kekayaan yang melimpah ruang ini, hanya terkonstrasi pada segelintir orang saja," jelasnya.(Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz)

Artikel ini telah tayang di Tribunpalu.com dengan judul Aliansi Solidaritas Anti Rasisme di Palu Desak Polisi Usut Tuntas Pelaku Rasisme kepada Warga Papua

ARTIKEL POPULER:

Baca: 2 Paskibraka Asal Sulteng Tiba di Kota Palu

Baca: Cemburu Pacarnya Bertemu Lelaki Lain, Pria di Deli Serdang Nekat Palu Wajah Pacarnya

Baca: 70% Bilik Huntara Korban Bencana Palu Sudah Dihuni Kembali

 

TONTON JUGA:

Editor: fajri digit sholikhawan
Video Production: Bintang Nur Rahman
Sumber: Tribun Palu

Tags
   #Palu   #Warga Papua

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved