Kamis, 16 April 2026

Kemnaker Gandeng TikTok, Pelatihan Digital Skill E-Commerce Bagi 100 Ribu Orang Setahun

Rabu, 15 April 2026 21:33 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM – Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan resmi menjalin kerja sama strategis dengan platform TikTok guna mengakselerasi kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor digital.

Kolaborasi bertajuk program "BISA Bareng TikTok" (Belajar Implementasi & Skill Adaptif Bareng TikTok) ini diproyeksikan mampu mencetak 100.000 talenta digital baru setiap tahunnya.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan langkah ini merupakan respons taktis pemerintah dalam menghadapi urgensi kebutuhan tenaga kerja yang adaptif terhadap teknologi digital.

Fokus utama dari program ini adalah penguatan keahlian di bidang perdagangan elektronik (e-commerce), yang saat ini menjadi tulang punggung ekonomi kreatif Indonesia.

Berbeda dengan pelatihan konvensional, program ini menerapkan skema Training of Trainers (ToT).

Dalam model ini, para instruktur di Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah di seluruh Indonesia akan dilatih langsung oleh tim ahli dari TikTok.

"Kalau tadi Pak Dirjen menyampaikan ke saya, 100.000 satu tahun ya. Semoga digital skill dalam konteks e-commerce ini kita bisa mencapai sampai 100.000 orang," ujar Yassierli saat ditemui usai peluncuran program di Gedung Vokasi Kemnaker, Jakarta Selatan, Rabu (15/4/2026).

Melalui skema ToT, diharapkan terjadi transfer pengetahuan (knowledge transfer) yang masif dan berkelanjutan.

Yassierli menjelaskan, langkah menggandeng industri seperti TikTok merupakan langkah taktis untuk menjawab tantangan dunia kerja saat ini.

Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja yang melek digital sudah sangat mendesak, namun kemampuan infrastruktur pemerintah dalam menyediakan pelatihan tersebut masih memiliki keterbatasan.

"Kami melihat tuntutan bahwa pekerja di Indonesia memiliki digital skill itu sudah mendesak, sedangkan ketersediaan infrastruktur, modul, dan praktik pelatihan kita masih terbatas. Makanya kita bekerja sama dengan TikTok," jelasnya.

Untuk mencapai target ambisius 100.000 orang setahun tersebut, Kemnaker tidak hanya mengandalkan pelatihan sekali jalan.

"Nanti di sini juga ada para instruktur yang kita latih, jadi mereka ikut paket training for trainers. Merekalah nanti yang akan menjadi pelatih untuk melakukan pelatihan digital skills di balai-balai," ucap Menaker.

Saksikan LIVE UPDATE selengkapnya hanya di YouTube Tribunnews!

 

Editor: Srihandriatmo Malau
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Kemnaker   #TikTok   #E-commerce   #pelatihan digital   #Yassierli

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved